Makalah Pembuktian Teorema Phytagoras
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Proses
pembelajaran matematika merupakan proses komunikasi. Suatu proses komunikasi
pasti melibatkan tiga komponen pokok, yaitu pengirim pesan (guru), komponen
penerima pesan (siswa) dan komponen pesan itu sendiri. Dalam proses komunikasi
kadang-kadang terdapat kegagalan komunikasi. Artinya pesan atau materi
pelajaran yang akan disampaikan tidak dapat diterima dengan baik oleh penerima
pesan dan yang lebih parah lagi penerima pesan salah dalam memahami pesan yang
disampaikan.
Dalam
dunia pendidikan di Indonesia saat ini proses belajar di dalam kelas di nilai
kurang mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Siswa hanya
diberi informasi dan siswa dituntut untuk menghafal. Dengan kata lain, siswa kurang
atau bahkan tidak memahami makna dari informasi yang diterima. Makna diciptakan
oleh siswa dari apa yang mereka lihat, dengar, rasakan dan alami.
Dengan
adanya alat peraga matematika siswa akan lebih fokus dalam mamperhatikan guru
yang sedang menjelaskan materi. Rasa bosan dan rasa jenuh bagi siswa dalam
belajar dapat dihindari dan rasa senang untuk belajar dapat dikembangkan. Dalam
belajar matematika, alat peraga merupakan salah satu daya tarik yang kuat untuk
memotivasi siswa dalam belajar matematika.
Teorema
phytagoras merupakan materi pelajaran yang diajarkan pada kelas VIII. Mengingat
materi ini bersifat abstrak untuk memudahkan siswa dalam memahami persoalan
pembuktian dan aplikasinya maka penulis mengangkat topik ini sebagai makalah
Media pembelajaran dengan judul “PEMBUKTIAN TEOREMA PHYTAGORAS DENGAN
MENGGUNAKAN PUZZLE” dengan menggunakan media pembelajaran ini diharapkan
siswa dapat lebih mudah dalam memahami pelajaran matematika khususnya dalam bab
teorema phytagoras.
B. BATASAN MASALAH
Agar
tidak terlepas dari maksud dan tujuan dari penulisan makalah, maka penulis
membatasi pokok permasalahan hanya pada pembuktian rumus teorema phytagoras
dengan menggunakan media pembelajaran untuk siswa kelas VIII SMP Semester 1
pada kurikulum 2013.
C. RUMUSAN MASALAH
1. Apa
bukti teorema phytagoras?
2. Alat
peraga apa yang digunakan untuk membuktikan teorema phytagoras?
3. Bagaimana
cara membuat alat peraga pembuktian teorema phytagoras?
4. Bagaimana
cara menggunakan alat peraga pembuktian teorema phytagoras?
D. TUJUAN
Tujuan
dari penulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui
dan memahami pembuktian teorema phytagoras.
2. Mengenal
salah satu alat peraga Teorema Phytagoras.
3. Mengetahui
cara membuat alat peraga pembutian teorema phytagoras.
4. Mengetahui
dan memahami bagaimana cara kerja alat peraga yang digunakan dalam pembuktian
teorema phtyagoras.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. SEJARAH RINGKAS TEOREMA PHYTAGORAS
Pythagoras
(582 SM – 496 SM) lahir di pulau Samos, di daerah Ionia, Yunani Selatan. Salah
satu peninggalan Phytagoras yang paling terkenal hingga saat ini adalah teorema
Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat sisi miring suatu segitiga siku-
siku sama dengan jumlah kuadrat dari sisi-sisinya. Yang unik, ternyata rumus
ini 1.000 tahun sebelum masa Phytagoras, orang-orang Yunani sudah mengenal
penghitungan “ajaib” ini. Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak
diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini dianggap sebagai
temuan Pythagoras, karena ia yang pertama membuktikan pengamatan ini secara
matematis. Pythagoras menggunakan metode aljabar untuk menyatakan teorema ini.
Temuan
lain yang ditemukan oleh Phytagoras adalah rasio/perbandingan emas (golden
ratio). Pada masa lalu, matematika memang tidak hanya berkaitan dengan
bilangan. Matematika digunakan untuk menjabarkan filsafat dan memahami
keindahan. Termasuk golden ratio ini. Berdasarkan penemuan Phytagoras, ternyata
banyak hal di alam semesta ini mengarah pada golden ratio. Cangkang siput,
galur-galur pada nanas, dan ukuran tubuh bagian atas manusia dibandingkan
bagian bawahnya hampir pasti mendekati golden ratio 1 : 1,618. Phytagoras juga
membuktikan, semua benda yang memenuhi golden ratio senantiasa memiliki tingkat
estetika yang sangat tinggi. Kalau alam semesta berlimpahan dengan benda-benda
dengan “ukuran golden ratio”, maka manusia mesti membuat yang serupa demi
menjaga keindahan tersebut. Bahkan, Phytagoras berprinsip bahwa “Segala sesuatu
adalah angka; dan perbandingan emas adalah raja semua angka.”
B. PENGERTIAN PUZZLE
Kata puzzle berasal dari bahasa Inggris
= teka-teki atau bongkar pasang, puzzle adalah media yang dimainkan dengan cara
bongkar pasang. Pada umumnya fungsi puzzle untuk pendidikan yaitu untuk melatih
konsentrasi, ketelitian dan kesabaran, memperkuat daya ingat siswa, melatih
logika, melatih koordinasi mata dan tangan, mengenalkan konsep hubungan pada
anak. Puzzle Phytagoras adalah kepingan-kepingan phytagoras yang digunakan
untuk membuktikan Teorema Phytagoras.
BAB III
PEMBAHASAN
A. PEMBUKTIAN TEOREMA PYTHAGORAS DENGAN
PERSEGI SATUAN
Luas
persegi dengan panjang sisi a adalah 16 satuan luas (16 kotak)
atau a²
Luas
persegi dengan panjang sisi b adalah 9 satuan luas (9 kotak)
atau b²
Luas
persegi dengan panjang sisi c = luas persegi dengan panjang
sisi a = luas persegi dengan panjang sisi b
25
satuan luas = 9 satuan luas + 16 satuan luas
25
satuan luas = 25 satuan luas
Jadi
a2 + b2 = c2
Keteragan:
sisi x sisi = s²
B. DESKRIPSI ALAT PERAGA
Pembuktian
teorema phytagoras dapat dilakuakan dengan menggunakan alat peraga berupa
puzzle phytagoras 3 4 5.
Kegunaan:
Menunjukan
kebenaran dalil phytagoras dengan luasan, yaitu luas persegi pada sisi miring
sama dengan jumlah luas persegi pada kedua sisi siku-sikunya.
1. Cara
Membuat Alat Peraga
A. Alat
dan bahan:
1) Penggaris
2) Gunting
3) Cutter
4) Pena
5) Kardus
6) Kertas
marmer atau asturo empat warna
7) Kertas
manila warna biru
8) Double
tip
9) Selotip
10) Stereofoam
ukuran 50 cm x 50 cm
11) Print
out judul Teorema Phytagoras
A. Cara
membuat Alat Peraga :
1) Potong
kardus dengan ukuran 50 cm x 50 cm.
2) Buat
pola bentuk persegi dengan ukuran 4cm x 4cm sebanyak 50 buah dan buat bentik
segitiga siku-siku dengan ukuran alas 12cm, tinggi = 16cm, dan sisi miring =
20cm pada kardus yang telah dipotong.
3) Gambar
pola pada kardus sesuai dengan bentuk pola puzzle yang akan dibuat.
4) Potong
kardus sesuai dengan pola yang telah dibuat
5) Lapisi
kardus yang dengan menggunakan kertas manila.
6) Tempelkan
pada stereofoam sesuai ukuran.
Potong
kardus sesuai dengan pola yang telah dibuat
5) Lapisi
kardus yang dengan menggunakan kertas manila.
6) Tempelkan
pada stereofoam sesuai ukuran.
7) Selanjutnya
lapisi keping-keping kardus yang kecil dengan kertas marmer warna sesuai
selera. Misalkan 20 buah warna hijau, 16 buah warna orange, dan 9 buah warna
merah dengan segitiga siku-siku warna biru.
Tempelkan
pula segitiga siku-siku pada tengah-tengah kardus.
9) Tempelkan
print out judul pada kiri atas.
1. Cara
Penggunaan Alat Peraga
a. Pada
kardus berwarna biru terdapat segitiga yang berwarna biru tua, satuan persegi
berwarna merah sebanyak 9 buah, hijau sebanyak 25 buah dan orange sebanyak 16
buah.
Kita misalkan sisi
segitiga siku-siku yang tegak dengan a, sisi bawah segitiga siku-siku dengan b,
dan sisi miring dengan c.
c. Sehingga persegi yang berwarna orange memiliki luas = a x a = a2dan persegi yang berwarna merah memiliki luas = b x b = b2
d. Kemudian kita pindahkan setiap persegi satuan berwarna orange dan merah ke sisi miring segitiga siku-siku.
c. Sehingga persegi yang berwarna orange memiliki luas = a x a = a2dan persegi yang berwarna merah memiliki luas = b x b = b2
d. Kemudian kita pindahkan setiap persegi satuan berwarna orange dan merah ke sisi miring segitiga siku-siku.
Ternyata
persegi satuan berwarna merah dan orange dapat memenuhi sisi miring yang
panjangnya c satuan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Dari
kegiatan diatas dapat disimpulkan mengenai kebenaran dari teorema phytagoras
yang berbunyi kuadrat sisi miring suatu segitiga siku - siku sama dengan jumlah
kuadrat dari sisi-sisinya. Atau dapat ditulis dengan c2 = a2 + b2 atau a2 + b2 = c2 dimana:
c
= sisi miring segitiga siku-siku
a
= sisi tegak segitiga siku-siku
b
= sisi bawah segitiga siku-siku
B. SARAN
Dalam
pembelajaran matematika disekoah akan lebih baik jika menggunakan media atau
alat peraga yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dalam
matematika. Jadi sebagai seorang guru maupun calon guru harus bisa
memanfaatkan berbagai media pembelajaran agar tujuan pendidikan dapat tercapai.








0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home