Makalah Ketahanan Nasional
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Konsepsi Ketahanan Nasional
Konsepsi ketahanan
nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui
pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan yang selaras, serasi dan seimbang
dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu
berlandaskan Pancasila, UUD ’45 dan Wawasan Nusantara. Dengan kata lain,
konsepsi ketahanan nasional Indonesia merupakan sarana untuk meningkatkan
keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan
kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
B. Pengaruh Ketahanan Nasional Pada Aspek Sosial
Budaya
Wujud ketahanan sosial
budaya tercermin dalam kehidupan sosial budaya bangsa yang mampu membentuk dan
mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang
beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Masyarakat yang rukun
bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera. Masyarakat tersebut
haruslah mampu menangkal penetrasi terhadap budaya asing yang tidak sesuai
kebudayaan nasional
Esensi pengaturan dan
penyelenggaraaan kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia yang demikian
adalah pengembangan kondisi sosial budaya Indonesia dimana setiap warga
masyarakat dapat merealisasikan pribadi dan segenap potensi manusiawinya
berdasarkan Pancasila.
C. Pengaruh Ketahanan Nasional Pada Aspek Pertahanan dan Keamananan
Ketahanan pertahanan dan
keamanan yang diharapkan merupakan kondisi daya tangkal yang dilandasi oleh
kesadaran bela negara seluruh rakyat dan mengandung kemampuan memelihara
stabillitas pertahanan dan keamanan negara.
Untuk mewujudkan
keberhasilan Ketahanan Nasional setiap warga negara Indonesia perlu:
1) Memiliki semangat
perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang disertai keuletan dan
ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan kekuatan nasional
dalam menghadapi tantangan.
2) Sadar dan peduli akan
pengaruh yang timbul pada aspek ipoleksosbudhankam sehingga setiap warga negara
dapat mengeliminir pengaruh buruk pada aspek-aspek tersebut.
Apabila setiap warga
negara memiliki semangat perjuangan bangsa, sadar serta perduli terhadap
pengaruh yang timbul dan dapat mengeliminir pengaruh tersebut, maka ketahanan
nasional Indonesia akan terwujud keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia
Kondisi kehidupan
nasional merupakan pencerminan ketahanan nasional yang mencangkup aspek
ideology, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga
ketahanan nasional adalah kondisi yang harus dimiliki dalam semua aspek kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, bernegara dalam wadah NKRI yang dilandasi oleh
landasan idiil pancasila, landasan konstitusional UUD 1945, dan landasan
visional Wawasan nasional. Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional
diperlukan kesadaran setiap warga negara Indonesia, yaitu :
1. Memiliki semangat
perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan
ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan
memgembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman,
gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam,
untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara
serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
2. Sadar dan peduli
terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideology, politik, ekonomi,
sosial budaya, dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga negara Indonesia
baik secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut.
Apabila warga negara
Indonesia memiliki semangat perjuangan bangsa dan sadar serta peduli terhadap
pengaruh yang timbul dalam bermasyarakat ,berbangasa, bernegara serta dapat
mengelimir pengaruh-pengaruh tersebut, maka akan tercemin keberhasilan
ketahanan nasional Indonesia.
D. Ketahanan Nasional Dalam Aspek (IPOLEKSOSBUDHANKAM) terhadap
Kehidupan
Berbangsa dan Bernegara
Berbangsa dan Bernegara
Dalam rangka pemahaman dan
pembinaan tata kehidupan nasional,diperlukan penyederhanaan
tertentu dari berbagai aspek kehidupan nasional.
tertentu dari berbagai aspek kehidupan nasional.
Berikut ini aspek yang
berkaitan dengan sosial bersifat dinamis yang meliputi :
1. Ketahanan Dalam Aspek Ideologi
1. Ketahanan Dalam Aspek Ideologi
Ideologi adalah suatu sistem
nilai sekaligus kebulatan ajaran yang memberikan motivatasi.Ideologi juga
mengandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan
oleh suatu bangsa.Keampuhan suatu ideologi tergantung pada rangkainan nilai yang di
kandungnya,yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi dan kehidupan manusia.
Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia.
Ketahanan ini mengandung keuletan dan ketagguhan kekuatan nasional dalam menghadapi
dan mengatasi segala tantangan,ancaman,hambatan,serta gangguan dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidup
an ideologi bangsa dan negara RI.
oleh suatu bangsa.Keampuhan suatu ideologi tergantung pada rangkainan nilai yang di
kandungnya,yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi dan kehidupan manusia.
Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia.
Ketahanan ini mengandung keuletan dan ketagguhan kekuatan nasional dalam menghadapi
dan mengatasi segala tantangan,ancaman,hambatan,serta gangguan dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidup
an ideologi bangsa dan negara RI.
Perwujudan ketahanan
ideologi tersebut memerlukan kondisi mental bangsa yang berlandaskan keyakinan
akan kebenaran ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara serta
berlandaskan pengamalan Pancasila secara konsisten dan berlanjut.
Pencapaian ketahanan ideologi memerlukan penghayatan dan pengamalan Pancasila secara murni dan konsekuen,baik obyektif maupun subyektif.
Pencapaian ketahanan ideologi memerlukan penghayatan dan pengamalan Pancasila secara murni dan konsekuen,baik obyektif maupun subyektif.
a. Pelaksanaan obyaktif adalah pelaksanaan nilai-nilai yang
secara tersurat terkandung dalam
ideologi atau palilng tidak secara tersirat dalam UUD 1945 serta segala peraturan
perundang-undangan dibawahnya dan segala kegiatan penyelenggaraan negara.
ideologi atau palilng tidak secara tersirat dalam UUD 1945 serta segala peraturan
perundang-undangan dibawahnya dan segala kegiatan penyelenggaraan negara.
b. Pelaksanaan subyektif adalah pelaksanaan nilai-nilai
tersebut oleh masing-masing individu
dalam kehidupan sehari-hari,sebagai pribadi,anggota masyarakat dan warga negara.
dalam kehidupan sehari-hari,sebagai pribadi,anggota masyarakat dan warga negara.
Upaya memperkuat ketahanan
ideologi memerlukan langkah pembinaan berikut :
a. Pengamalan Pancasila secara obyektif dan subyektif terus
dikembangkan serta ditingkat
kan.
kan.
b. Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu terus
direlevansikan dan diaktualisasikan nilai
instrumentalnya agar tetap mampu membimbing dan mengarahkan kehidupan dalam ber
bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
instrumentalnya agar tetap mampu membimbing dan mengarahkan kehidupan dalam ber
bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
c. Sesanti Bhinneka Tunggal Ika dan konsep wawasan nusantara
yang bersumber dari
Pancasila harus terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang majemuk
sebagai upaya untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan wilayah serta moralitas yang
loyal dan bangga terhadap bangsa dan negara.
Pancasila harus terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang majemuk
sebagai upaya untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan wilayah serta moralitas yang
loyal dan bangga terhadap bangsa dan negara.
d. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara
RI harus dihayati dan di
amalkan secara nyata oleh setiap penyelenggara negara,lembaga kenegaraan,lembaga
kemasyarakatan,serta setiap warga negara Indonesia agar kelestarian dan keampuhannya
terjaga dan tujuan nasional serta cita-cita bangsa Indonesia terwujud.
amalkan secara nyata oleh setiap penyelenggara negara,lembaga kenegaraan,lembaga
kemasyarakatan,serta setiap warga negara Indonesia agar kelestarian dan keampuhannya
terjaga dan tujuan nasional serta cita-cita bangsa Indonesia terwujud.
e. Pembangunan sebagai pengamalan Pancasila harus menunjukan
keseimbangan antara fisik
material dengan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekular-
isme
material dengan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekular-
isme
f. Pendidikan Moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik
dengan cara mengintegrasi
kannya kedalam mata pelajaran lain.
kannya kedalam mata pelajaran lain.
2. Ketahanan Dalam Aspek Politik
Politik berasal dari kata
politics yang mengandung makna kekuasaan(pemerintah) dan atau
policy yang berarti kebijaksanaan.
policy yang berarti kebijaksanaan.
Ketahanan pada aspek politik
diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan politik yang ber
isi keuletan,ketangguhan dalam menghadapi dan mengatasi tantangan,ancaman,hambatan,ser
ta gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak
langsung untuk menjamin kelangsungan hidup politik bangsa dan negara RI berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945.
isi keuletan,ketangguhan dalam menghadapi dan mengatasi tantangan,ancaman,hambatan,ser
ta gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak
langsung untuk menjamin kelangsungan hidup politik bangsa dan negara RI berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945.
Perwujudan ketahanan pada
aspek politik memerlukan kehidupan politik bangsa yang sehat, dinamis,dan
mampu memelihara stabilitas politik.
3. Ketahanan Dalam Aspek
Ekonomi
Perekonomian adalah salah
satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan
masyarakat,yang meliputi produksi,distribusi,serta konsumsi barang dan jasa dan dengan
usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bengsa yang
berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta segala tantangan,
ancaman,hambatan,serta gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara
langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan hidup politik bangsa dan
negara RI berdasarkan Pancasila dan UUD1945.
Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bengsa yang
berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta segala tantangan,
ancaman,hambatan,serta gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara
langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan hidup politik bangsa dan
negara RI berdasarkan Pancasila dan UUD1945.
Pembangunan ekonomi
diarahkan pada mantapnya ketahanan ekonomi melalui iklim usaha
yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi,tersedianya barang dan jasa,
terpeliharanya fungsi lingkungan hidup serta meningkatnya daya saing dalam lingkup per
ekonomian global.
yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi,tersedianya barang dan jasa,
terpeliharanya fungsi lingkungan hidup serta meningkatnya daya saing dalam lingkup per
ekonomian global.
Pencapaian tingkat ketahanan
ekonomi yang diinginkan memerlukan pembinaan berbagai
hal,yaitu antara lain :
hal,yaitu antara lain :
1. Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan
kemakmuran dan kesejah
teraan yang adil dan merata di seluruh wilayah nusantara melalui ekonomi kerakyatan
serta untuk menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup
bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
teraan yang adil dan merata di seluruh wilayah nusantara melalui ekonomi kerakyatan
serta untuk menjamin kesinambungan pembangunan nasional dan kelangsungan hidup
bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
2. Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan :
a. Sistem free fight liberalsm yang hanya menguntungkan
pelaku ekonomi kuat dan tidak
memungkinkan berkembangnya ekonomi kerakyatan.
memungkinkan berkembangnya ekonomi kerakyatan.
b. Sistem etatisme,dalam arti negara beserta aparatur ekonomi
negara bersifat dominan
serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor
negara.
serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor
negara.
c. pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk
monopoli yang meugi
kan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial.
kan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial.
3. Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling
menguntungkan dalam kesela
rasan dan keterpaduan antara sektor pertanian dan perindustrian serta jasa.
rasan dan keterpaduan antara sektor pertanian dan perindustrian serta jasa.
4. Pembangunan ekonomi yang merupakan usaha bersama atas dasr
asa kekeluargaan diba
wah pengawasan anggota masyarakat,memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat
secara aktif.
wah pengawasan anggota masyarakat,memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat
secara aktif.
5. Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasi-hasilnya
senantiasa dilaksanakan dengan
memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antarwilayah dan antarsektor.
memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antarwilayah dan antarsektor.
6. Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan secara sehat dan
dinamis untuk mempertahan
kan serta meningkatkan eksistensi dan kemandirian perekonomian nasional.
kan serta meningkatkan eksistensi dan kemandirian perekonomian nasional.
4. Ketahanan Dalam Aspek Sosial Budaya
Istilah sosial budaya
mencakup dua segi utama kehidupan bersama manusia,yaitu segi sosial dimana manusia harus mengadakan
kerjasama demi kelangsungan hidupnya dan segi budaya yang
merupakan keseluruhan tata nilai dan cara hidup yang manifestasinya tampak
dalam tingkah laku dan hasil
tingkah laku yang terlembagakan.
Yang disebut “sosial” adalah
pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang
mengandung nilai-nilai kebersamaan,senasib,sepenanggungan dan solidaritas yang merupa
kan unsur pemersatu.
mengandung nilai-nilai kebersamaan,senasib,sepenanggungan dan solidaritas yang merupa
kan unsur pemersatu.
Sementara “budaya” adalah
sistaem nilai yang merupakan hasil cipta,rasa dan karsa manusia yang
menumbuhkan gagasan-gagasan utama dan menjadi kekuatan pendukung dalam meng
gerakkan kehidupan.
Ketahanan di bidang sosial
budaya diartikan sebagai kondisi dinamis budaya bangsa Indo
nesia yang berisi keuletan,ketangguhan, dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan
nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan,ancaman,hambatan serta ganggu
an dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelang
sungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara RI.
nesia yang berisi keuletan,ketangguhan, dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan
nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan,ancaman,hambatan serta ganggu
an dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelang
sungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara RI.
5. Ketahanan Dalam Aspek Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan dan keamanan
Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia
dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup bangsa dan
negara RI.
dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup bangsa dan
negara RI.
Pertahanan dan keamanan
negara RI dilaksanakan dengan menyusun,mengerahkan,dan menggerakkan seluruh
potensi nasional,termasuk kekuatan masyarakat di seluruh bidang kehidupan
nasioal secara terintegrasi dan terkoordinasi.
Pertahanan dan keamanan
negara RI bertujuan untuk menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka
mewujudkan ketahanan nasional Indonesia.
Wujud ketahanan pertahanan
dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa
yang dilandasi oleh kesadaran bela negara seluruh rakyat.Kondisi ini mengandung kemampu
an bangsa dalam memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara,mengamankan pem
bangunan dan hasil-hasilnya,serta mempertahankan kedaulatan negara dan menagkal segala
bentuk ancaman.
yang dilandasi oleh kesadaran bela negara seluruh rakyat.Kondisi ini mengandung kemampu
an bangsa dalam memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara,mengamankan pem
bangunan dan hasil-hasilnya,serta mempertahankan kedaulatan negara dan menagkal segala
bentuk ancaman.
Untuk mewujudkan
keberhasilan ketahanan nasional,setiap warga negara Indonesia,perlu :
a. Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam membentuk
perjuangan non fisik yang di
sertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan ke
kuatan nasional dalam rangka menghadapi segala tantangan,ancaman dan gangguan yang
dari dalam maupun dari luar untuk menjamin identitas,integras,kelangsungan hidup bang
sa dan negara serta pencapaian tujuan nasional.
sertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan ke
kuatan nasional dalam rangka menghadapi segala tantangan,ancaman dan gangguan yang
dari dalam maupun dari luar untuk menjamin identitas,integras,kelangsungan hidup bang
sa dan negara serta pencapaian tujuan nasional.
b. Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada
aspek IPOLEKSOSBUD
HANKAM ,sehingga setiap warga negara Indonesia dapat mengeliminir pengaruh tersebut
HANKAM ,sehingga setiap warga negara Indonesia dapat mengeliminir pengaruh tersebut
BAB II
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Didalam berbagai
kegiatan yang kita lakukan dalam suatau negara, kita hendaklah harus menaaati
peraturan suatu negara tersebut. Didalam pancasila terdapat nilai-nilai yang
dimana kita sebagai warga negara Indonesia harus mengacu pada nilai tersebut,
Sila pertama, ''Ketuhanan Yang Maha Esa,'' memberi landasan kuat bagi kehidupan
beragama secara tulus dan otentik. Sila kedua, ''Kemanusiaan yang adil dan
beradab,'' ditafsirkan bahwa bangsa ini wajib menegakkan keadilan dan keadaban
dalam berperilaku, baik perorangan maupun dalam kehidupan kolektif dalam politik,
sosial, ekonomi, dan budaya. Kemudian, sila ketiga berupa ''Persatuan
Indonesia,'' bukan ''Kesatuan Indonesia,'' membimbing bangsa ini dalam
kebhinnekaan (pluralisme) yang kaya dalam mosaik budaya yang beragam. Sila
keempat, ''Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan'', memerintahkan bahwa demokrasi harus ditegakkan
secara bijak melalui musyawarah yang betanggung jawab dan dengan lapang dada.
Terakhir, sila kelima, ''Keadilan sosial bagi rakyat Indonesia,''
Mendasarkan diri pada
pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, kita prihatin ketika misalnya
pejabat-pejabat publik di beberapa daerah merumuskan kebijakan yang mengacu
pada norma-norma agama tertentu, yang terjalin dengan sentimen kedaerahan dan
kesukuan. Dari kacamata semangat Pancasila, produk kebijakan seperti itu
setidak-tidaknya inkonsisten dalam dua hal.
Pertama, atas
kepentingan politik tertentu dan ketakutan berlebihan, mengingkari bahwa di
daerah-daerah itu ada juga kelompok-kelompok masyarakat dari lain keyakinan dan
etnis. Kelompok ini pantas saja resah, khawatir karena dalam implementasi
kebijakan nanti --sebagaimana banyak kebijakan yang tidak peduli dengan hak-hak
minoritas -- akan memarginalkan mereka.
Kedua, keresahan,
kekhawatiran yang muncul akhirnya menyemaikan kecurigaan, kemudian menumbuhkan
friksi, fragmentasi, dan konflik di dalam masyarakat, yang pada akhirnya akan
melunturkan kohesivitas jalinan-jalinan sosial.
Ketiga, nilai pancasila itu tidak dipahami
dalam kalangan kelas menengah kota. Tapi masih dalam benak orang-orang kampung:
gotong royong, berani berkorban dan keikhlasan berbuat. Namun kini, nilai-nilai
itu pun kini hampir hilang di dunia pedesaaan. Hal ini pun tidak dipungkiri
akibat pengaruh gaya dan contoh yang ditonjolkan secara centang perenang di
kalangan kota, uatamanya para elit.
Keempat, bangsa kita masih dipengaruhi oleh
globalisasi dan kapitalisme. Hal ini menurut akan memberi sumbangan besar
terhadap daya tahan budaya dan kultur bangsa. Sebab jangan-jangan budaya asing
itu akan lebih baik dari budaya lokal. Otomatis bangsa Indonesia yang masih
miskin dan terbelakang (bodoh) ini akan makin rawan saja. Karena itu solusinya
adalah mengembangkan dan menggiatkan pendidikan yang dinamis.
Keempat, Pancasila lahir
dari fakta bhineka tunggal ika. Keberagaman yang sangat gampang melahirkan
berbagai gesekan budaya ini mesti ada sebuah lem perkat antar budaya. Kenyataan
ini sebagaimana diungkap Denys Lombart, Indoensia dibangun di atas geologi
kebudayaan yang berlapis-lapis yang menghasilkan masyarakat plural dan
multikultural yang mengandung potensi konflik. Tak ada cara lain kecuali adanya
pengikat.
Kelima, bangsa kitapun
terbangun atas dasar pondasi geologi budaya. Karenanya, kata kang Dawam sejak
agama Budha, Hindu, Islam dan Konghucu juga Kristen berada di antara kita, maka
Pancasila juga merupakan jawaban pada tantangan masyarakat yang makin dewasa
dan majemuk.
Mengapa nilai-nilai
Pancasila yang jelas-jelas tidak menanamkan nafsu keserakahan,
anti-ketidakdilan dan anti-kesenjangan tidak diimplementasikan oleh
mereka-mereka yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan tersebut? Bagaimana
Pancasila sebagai filsafat hidup bangsa, termasuk sebagai filsafat ekonomi,
mampu menjawab persoalan-persaoalan ekonomi demikian? Jawabnya: Pengalaman masa
lalu yang berupa penyalahgunaan Pancasila oleh vested interest group; Rendahnya
upaya dan kemamuan untuk menafsirkan Pancasila dalam bidang ekonomi yang lebih
banyak berkiblat ke kapitalisme; Tidak ada keteladanan; Kebijakan pemerintah
sendiri menyimpangi Pancasila; Social punishment & law enforcement yang
rendah.
B. Saran
Didalam Implementasi
Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara sebaiknya kita
sungguh-sungguh dan ikhlas tanpa mengharapkan suatu apapun. Dan sebagai warga Negara
Indonesia kita tidak diperkenankan dengan sesuka hati dalam melakukan suata
perbuatan atau pilihan apapun dan akan diperkenankan kita dalam melakukan suatu
perbuatan ataupan pilaihan harus berlandaskan pada nilai-nilai pancasila.
Langkah yang perlu dilakukan
adalah perlu digalakkan kembali penanaman nilai-nilai Pancasila melalui proses
pendidikan dan keteladanan. Perlu dimunculkan gerakan penyadaran agar ilmu
ekonomi ini dikembangkan ke arah ekonomi yg humanistik, bukan sebaliknya
mengajarkan keserakahan & mendorong persaingan yang saling mematikan untuk
memuaskan kepentingan sendiri . Ini dilakukan guna mengimbangi ajaran yg
mengedepankan kepentingan pribadi, yang melahirkan manusia sebagai manusia
ekonomi (homo ekonomikus), telah melepaskan manusia dari fitrahnya sebagai
makhluk sosial (homo socius) dan mahluk beretika (homo ethicus).
Dalam konteks Pancasila
sebagai komitmen kebangsaan kita, fakta-fakta demikian mesti dibaca sebagai
peluang untuk mengembalikan Pancasila pada kedudukannya sebagai ideologi bangsa
dan negara, pedoman hidup, dan sumber inspirasi. Revitaliasi nilai-nilai
Pancasila adalah keharusan. Tindakan kongkret diperlukan melalui hal-hal
sederhana yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, yang dikemas
dalam bentuk kebijakan publik. Yang diperlukan adalah sikap politik pemerintah
yang lebih kukuh dalam rangka meneguhkan kembali keyakinan kita kepada
Pancasila.
DAFTAR
PUSTAKA
http://benofit.wordpress.com/2011/05/03/ketahanan-nasional/
http://dania-putri.blogspot.com/2011/03/tulisan-kewarganegaraan-tantangan.html

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home