Wednesday, April 12, 2017

makalah Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan Pasar

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
            Manusia disebut sebagai homoeconomicus, yaitu suatu makhluk yang berusaha untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Di antara sekian banyak makhluk yang ada di muka bumi ini, manusia termasuk makhluk yang beruntung karena untuk memenuhi kebutuhannya tersebut telah dibekali alat pembantu yang sangat berharga berupa pikiran, sehingga di dalam upaya memenuhi kebutuhannya dapat melakukan tindakan pilihan dari berbagai alternatif yang mungkin dengan pertimbangan untuk memperoleh keuntungan atau manfaat yang sebesar-besarnya bagi dirinya.
            Oleh karena itu, ilmu ekonomi muncul sebagai suatu cabang ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam menetukan keputusan atau memilih terhadap berbagai alternatif yang mungkin. Namun, ruang lingkup ekonomi terbagi menjadi dua yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Ekonomi makro mempelajari tentang kegiatan ekonomi yang bersifat perseorangan atau perusahaan. Sedangkan ekonomi makro merupakan kajian terhadap perekonomian nasional maupun ekonomi global secara menyeluruh.
            Dalam hal ini kita akan mempelajari ekonomi mikro sebagai suatu kajian ruang lingkup ekonomi. Terdapat beberapa objek kajian ekonomi mikro seperti, permintaan dan penawaran, harga kesimbangan dan elastisitas, perilaku konsumen, dll. Namun, dalam makalah ini hanya akan dijelaskan tentang pokok bahasan harga keseimbangan dan elastisitas.

 









BAB II
PEMBAHASAN

A.  Keseimbangan Pasar
Keseimbangan pasar (market equilibrium) akan tercapai jika jumlah produk yang diminta sama dengan jumlah produk yang ditawarkan, atau harga produk yang ditawarkan sama dengan harga produk yang diminta pembeli. Pada saat itu akan terjadi transaksi antara penjual dan pembeli, karena telah terjadi kesepakatan mengenai harga dan atau jumlah produk.
Berikut ini gambar 3.1 mengenai keseimbangan pasar antara kurva penawaran yang berpotongan dengan kurva permintaan:
https://latansablog.files.wordpress.com/2012/05/scan0001.jpg?w=300&h=203
Dari gambar 3.1 sumber vertikal menunjukkan harga barang (p) yang diukur dalam rupiah per unit. Harga inilah yang diterima penjualan untuk jumlah penawaran tertentu dan yang akan dibayar pembeli untuk jumlah permintaan tertentu. Sumbu horizontal menunjukkan jumlah total permintaan dan penawaran (Q) dinyatakan dalam unit per periode. Didalam grafik tersebut terdapat perpotongan antara kurva penawaran dan kurva permintaan yang disebut keseimbangan pasar (equilibrium). Kedua kurva saling berpotongan pada jumlah dan harga equilibrium. Pada harga ini Pe, jumlah penawaran dan permintaan adalah sama (Qe).
Mekanisme pasar (market mechanism) adalah kecenderungan pasar bebas untuk perubahan harga sampai pasar menjadi seimbang, yaitu sampai jumlah penawaran dan permintaan sama. Pada titik ini karena tidak ada kelebihan permintaan atau kelebihan penawaran, tidak ada tekanan terhadap harga untuk berubah lagi. Penawaran dan permintaan tidak selalu berada dalam equilibrium dan beberapa pasar mungkin tidak akan mencapai equilibrium dengan cepat apabila kondisi tiba- tiba berubah, namun kecenderungan tetap, bahwa pasar biasanya mengarah ke keseimbangan.
Untuk memahami mengapa pasar cenderung mengarah ke keseimbangan misalnya pada awal harga berada di atas tingkat keseimbangan pasar (P1) dalam gambar 3.1 maka produsen akan berusaha memproduksi dan menjual barang lebih daripada kesediaan konsumen untuk membeli. Akibatnya akan terjadi surplus dimana jumlah penawaran melebihi jumlah permintaan. Untuk menjual surplus ini atau paling sedikit mencegah surplus yang bertambah, produsen akan mulai menurunkan harga. Akhirnya harga turun, jumlah permintaan akan naik dan jumlah penawaran akan turun sampai harga equilibrium Pe tercapai.
Hal sebaliknya akan terjadi jika harga mula- mula ada di bawah Pe, yaitu P2. Kekurangan (Shortage), yaitu situasi dimana jumlah permintaan melampaui jumlah penawaran. Hal ini mengakibatkan harga tertekan keatas karena konsumen akan bersaing satu sama lain untuk mendapatkan penawaran yang ada dan produsen merespons dengan kenaikan harga dan menambah output dan harga akhirnya akan mencapai Pe.
Ketika menggambarkan dan menggunakan kurva penawaran dan permintaan diasumsikan bahwa pada setiap harga, barang akan diproduksi dan dijual dalam jumlah tertentu. Asumsi ini hanya bisa terjadi jika suatu pasar sedikitnya bersifat bersaing, yaitu baik penjual maupun pembeli hanya mempunyai sedikit kekuatan di pasar. Maksudnya adalah secara individu memiliki sifat kemampuan untuk mempengaruhi harga pasar.
Contoh:
Berikut daftar harga barang per unit, jumlah penawaran dan jumlah permintaan untuk barang berupa gula pasir.
https://latansablog.files.wordpress.com/2012/05/gbr.jpg?w=300&h=46
Berdasarkan tabel diatas kita dapat membuat kurva keseimbangan pasar yang merupakan perpaduan atau perpotongan kurva penawaran dan permintaan barang.
https://latansablog.files.wordpress.com/2012/05/scan0002.jpg?w=209&h=300
• Harga dan jumlah keseimbangan pasar
Syarat terjadi keseimbangan pasar adalah penawaran sama dengan permintaan, sehingga:
5.000 + 50Q = 11.400 – 20Q
50Q + 20Q = 11.400 – 5.000
70Q = 6.400
Q = 91,4
Merupakan jumlah keseimbangan pasar, disimnbolkan dengan Qe (Q equilibrium). Menentukan harga keseimbangan pasar memiliki salah satu persamaan fungsi, yaitu fungsi permintaan atau fungsi penawaran. Misalkan menggunakan fungsi permintaan untuk menghitung Pe (P equilibrium) sebagai berikut:
P = 11.400 – 20Q
P = 11.400 – 20.(91,4)
P = 11.400 – 1,828
P = 9,572
Menggambarkan kurva permintaan dan kurva penawaran serta posisi keseimbangan pasar sebagai berikut:
https://latansablog.files.wordpress.com/2012/05/scan0003.jpg?w=300&h=173


B.  Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan (elasticity of demand) adalah pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah barang yang diminta atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang. Sedangkan besar kecilnya perubahan tersebut dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau angka elastisitas yang disingkat E, yang dinyatakan dengan rumus berikut ini.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKaTqN9eTlkFMiHDXcY24_eWz7CYIfzEw45dOYwgq1Z9714YWMCnbr-BCQ7wxmgKRC8C7mvaEqh1812xL7-y12SByLBNqD1zcARV-1Dio5HuOmRZWS4FcBe8Fwd3bGHOftLVclLkD87zQG/s1600/1-29-2013+1-22-53+AM.png
Keterangan:
ΔQ : perubahan jumlah permintaan
ΔP : perubahan harga barang
P : harga mula-mula
Q : jumlah permintaan mula-mula
Ed : elastisitas permintaan

Contoh:
Pada saat harga Rp400,00 jumlah barang yang diminta 30 unit, kemudian harga turun menjadi Rp360,00 jumlah barang yang diminta 60 unit. Hitunglah besar koefisien elastisitasnya!
Jawab:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfKQJGq1cfZ5dRm0Q2045GTHLm0wdJutOPAyYhYP3B_mKjRFwpr96nWpwZL6hL4pMm23Of-8-j31X9ngyEHK-orX8fCqBB0viZpKbP6ySmnnY-4_eA5OHS3JZXv1Au0vXTqmHMlb7unoos/s1600/j.png

C.  Jenis-jenis  Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan terdiri atas lima macam.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt3d9Whv6VImBusxLwWAwPQTMML0Cx5uW3ZoDmZyp3GlObHf_W01Y804llz_rATYX734rl700sbqQwychjqVKJPk40qUkX77az-ySRWOntX6OXfQF6fCBGmR-rlXkWfbYWNljN3qlZ3hkt/s640/1-29-2013+1-29-00+AM.png
Keterangan:
% ΔQd = Persentase perubahan jumlah barang yang diminta
% ΔPd = Persentase perubahan harga barang
b. Kurva Elastisitas Permintaan
Kurva Elastisitas Permintaan


D.  Faktor Penentu Elastisitas Permintaan
Ada empat faktor utama dalam menentukan elastisitas permintaan :
1. Produk substitusi: Semakin banyak produk pengganti (substitusi), permintaan akan semakin elastis. Hal ini dikarenakan konsumen dapat dengan mudah berpindah ke produk substitusi jika terjadi kenaikan harga, sehingga permintaan akan produk akan sangat sensitif terhadap perubahan harga.
2. Prosentase pendapatan yang dibelanjakan: Semakin tinggi bagian pendapatan yang digunakan untuk membelanjakan produk tersebut, maka permintaan semakin elastis. Produk yang harganya mahal akan membebani konsumen ketika harganya naik, sehingga konsumen akan mengurangi permintaannya. Sebaliknya pada produk yang harganya murah.
3. Produk mewah versus kebutuhan: Permintaan akan produk kebutuhan cenderung tidak elastis, dimana konsumen sangat membutuhkan produk tersebut dan mungkin sulit mencari substitusinya. Akibatnya, kenaikan harga cenderung tidak menurunkan permintaan. Sebaliknya, permintaan akan produk mewah cenderung elastis, dimana barang mewah bukanlah sebuah kebutuhan dan substitusinya lebih mudah dicari. Akibatnya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan.
4. Jangka waktu permintaan dianalisis: Semakin lama jangka waktu permintaan dianalisis, semakin elastis permintaan akan suatu produk. Dalam jangka pendek, kenaikan harga yang terjadi di pasar mungkin belum disadari oleh konsumen, sehingga mereka tetap membeli produk yang biasa dikonsumsi. Dalam jangka panjang, konsumen telah menyadari kenaikan harga, sehingga mereka akan pindah ke produk substitusi yang tersedia. Selain itu, dalam jangka panjang kualitas dan desain produk juga berubah, sehingga lebih mudah menyebabkan konsumen pindah ke produk lain




















BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Harga keseimbangan atau harga pasar (equilibrium price) adalah harga yang terjadi apabila jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Elastisitas adalah kepekaan atau angka yang menunjukkan perubahan harga barang terhadap perubahan jumlah barang atau pengaruh perubahan terhadap jumlah barang yang diminta dan jumlah barang yang ditawarkan.
Analisis permintaan – penawaran merupakan alat dasar mikro ekonomi. Dalam pasar bersaing, kurva penawaran dan permintaan memperlihatkan kepada kita berapa banyak permintaan konsumen sebagai fungsi dari harga. Mekanisme pasar adalah kecenderungan dari penawaran dan permintaan dalam menuju keseimbangan, sehingga tidak ada kelebihan permintaan dan juga tidak ada kelebihan penawaran sementara elastisitas menggambarkan reaksi penawaran dan permintaan terhadap perubahan harga, pendapatan atau variabel lainnya. Elastisitas terikat pada kerangka waktu dan untuk kebanyakan barang ialah penting untuk membedakan antara elastisitas jangka pendek dan jangka panjang.














DAFTAR PUSTAKA


Sukirno, Sadono. 2004. Pengantar Teori Mikroekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Al Arif, M. Nur Rianto dan Dr. Euis Amalia.  2010. Teori Mikroekonomi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
McEachern, William A. 2001. Ekonomi Mikro. Jakarta: Salemba Empat.
Joesron, Tati Suhartati dan M. Fathorrazi. 2012.  Teori Ekonomi Mikro. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Raharjo, Bambang Puji dan Drs. Ismawanto. 2011. Panduan Belajar kelas 12 SMA IPS. Surabaya: Primagama


0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home