Makalah Vegetatif Buatan
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dalam rangka pengembangan perkebunan dengan
cara konversi maupun penanaman baru, maka dibutuhkan bibit yang bermutu baik
yang jumlahnya sangat banyak dan waktu penyiapan bibit yang relatif singkat.
Keberhsilan daklam usaha ini ditentukan oleh
banyak faktor terutama keberhasilan pengadaan bibit yang baik.
Untuk dapat melaksanakan pengadaan pembibitan
yang baik diperlukan pengetahuan dan ketrampilan yang khusus tentang cara
pengelolaanya. Pada tanaman komoditi perkebunan dalam pengadaan bibit lazimnya
dilakukan dengan cara vegetatif. Apabila pengadaan bibit dari benih atau
perkembangbiakan genaratif maka akan terjadisegregasi pada keturunannya sehingga
menyimpang dari sifat-sifat induknya. Pada perkembangbiakan genaratif walau
induk merupakan bibit unggul tetapi dari keturunan induk tesebut belum tentu
dapat dijamin tetap unggul. Bila perkembangbiakan dengan cara vegetatif, maka
akan didapatka tanaman yang klonal dengan pertumbuhan yang seragam serta
produksi yang yang tetap tinggi dan sifat unggul pada induk masih terbawa oleh
bibit yang dihasilkan.
B. Rumusan
Masalah
1.
Apakah
yang dimaksud dengan perkembangbiakan vegetatif buatan?
2.
Apa
saja yang termasuk ke dalam perkembangbiakan vegetatif buatan?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Definisi
Vegetatif dan Vegetatif Buatan
Pengertian dan definisi perkembangbiakan
secara Vegetatif atau reproduksi
Vegetatif. Perkembangbiakan
vegetatif adalah secara tak kawin
atau aseksual. Disebut perkembangbiakan aseksual karena pada perkembangbiakan
vegetatif ini tidak membutuhkan adanya proses perkawinan/penyerbukan dan
pembuahan yang memerlukan pertemuan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin
betina untuk menciptakan individu baru. Perkembangbiakan vegetatif di sebut
juga reproduksi vegetatif dan hanya dapat terjadi pada tumbuhan tertentu dan hewan
tingkat rendah.
Saat ini, seiring dengan perkembangan zaman,
perkembangbiakan vegetatif sudah dapat di lakukan pada hewan tingkat tinggi dan
juga pada manusia melalui suatu prosedur yang disebut dengan istilah kloning atau pembuatan klon. Koning adalah salah satu
contoh proses perkembangbiakan vegetatif buatan. Klon sebenarnya adalah salinan
penuh darisuatu individu. Kloning adalah tindakan menggandakan atau
mendapatkan keturunan dengan cara mengambil sel dari induk untuk di proses
sedemikian rupa sehingga didapat keturunan yang mempunyai susunan (jumlah dan gen)
yang sama dan kemungkinan besar mempunyai fenotip yang sama dengan induknya.
Proses perkembangbiakan dengan kloning belum bisa di lakukan secara umum dan
masih dalam tingkat penelitian lanjutan. Karena ada alasan moral dan ka agamaan
yang bertentangan.
Perkembangbiakan secara vegetatif hanya
terjadi pada tumbuhan dan hewan tingkat rendah. Perkebangbiakan ini dapat
terjadi secara alami maupun buatan. Reproduksi
vegetatif alami adalah reproduksi aseksual yang terjadi tanpa campur tangan pihak
lain seperti manusia. Sehingga dapat terjadi dengan sendirinya.
SedangkanReproduksi vegetatif buatan merupakan
proses perkembangbiakan aseksual dengan bantuan manusia. Berikut adalah
macam-macam cara perkembangbiakan vegetatif secara alami dan buatan.
Reproduksi secara vegetatif secara buatan adalah
perkembangbiakan vegetatif yang sengaja dilakukan atau dibuat oleh manusia.
Reproduksi ini tidak terjadi dengan sendirinya. Reproduksi vegetatif secara
buatan sering dilakukan untuk menghasilkan individu baru yang memiliki sifat
sama dengan induknya. Selain itu, dengan reproduksi vegetatif akan lebih cepat
diperoleh hasil. Beberapa cara reproduksi vegetatif secara buatan adalah mencangkok, merunduk, dan setek.
B. Macam-macam Vegetatif Buatan
1. Mencangkok
Mencangkok
merupakan salah satu cara perkembangbiakan vegetatif buatan
yang bertujuan untuk memperbanyak tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan
induknya dan cepat menghasilkan.
Cangkok adalah cara perkembangbiakan pada
tumbuhan dengan menanam batang atau dahan
Tanaman yang dapat dicangkok adalah tanaman yang
mempunyai batang kayu dan berkambium, seperti jambu, rambutan, dan mangga
· Keuntungan
mencangkok antara lain
· Tumbuhan hasil cangkokan
akan lebih cepat berbuah dibandingkan
tumbuhan yang ditanam dari biji
tumbuhan yang ditanam dari biji
· Tumbuhan yang dicangkok
memiliki sifat yang sama dengan
induknya.
induknya.
· Tingkat keberhasilannya
lebih tinggi, karena pada proses
mencangkok akar akan tumbuh ketika masih berada di pohon induk.
mencangkok akar akan tumbuh ketika masih berada di pohon induk.
· Produksi dan kualitas akan
persis sama dengan tanaman
induknya.
induknya.
· Tanaman asal cangkok bisa
ditanam pada tanah yang letak air
tanahnya tinggi .
tanahnya tinggi .
· Kerugian
mencangkok antara lain
· Pada musim kemarau panjang
tanaman tidak tahan kering.
· Tanaman mudah roboh bila
ada angin kencang karena tidak berakar
tunggang.
tunggang.
· Pohon induk tajuknya
menjadi rusak karena banyak cabang yang
dipotong.
dipotong.
· Dalam satu pohon induk
hanya bisa mencangkok beberapa
batang saja, sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar
tidak bisa dilakukan dengan cara ini.
batang saja, sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar
tidak bisa dilakukan dengan cara ini.
· Cara mencangkok yang benar
dilakukan sebagai berikut :
· Pilih cabang yang sehat dan
lebih baik yang tumbuh vertikal.
· Cabang dikuliti kulitnya
melingkari batang dengan jarak 5-10 cm.
· Bersihkan lapisan kambium
yang menempel pada kayu.
· Apabila memakai plastik,
plastik tersebut harus diberi beberapa lubang kecil sebagai jalan masuknya air
terlebih dahulu.
· Setelah lapisan kambium
bersih, lapisi bagian tersebut dengan tanah
gembur
dan balut bagian yang telah terlapisi tanah dengan plastik atau sabut kelapa.
gembur
dan balut bagian yang telah terlapisi tanah dengan plastik atau sabut kelapa.
· Ikat balutan tersebut
dengan menggunakan tali plastik dibagian ujung atas
dan bawah.
dan bawah.
· Sirami bagian
yang telah dicangkok secara teratur.
· Setelah kurang lebih satu
bulan, akar mulai tumbuh. Jika pertumbuhan akar sudah cukup baik, balutan
plastik atau sabut dilepas dan cangkokan siap
ditanam di wadah baru.
Perhatikan gambar :
2. Stek
Stek merupakan cara perbanyakan
tanaman secara vegetatif buatan dengan menggunakan sebagian batang, akar, atau
daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi tanaman baru.
Tujuannya menggabungkan dua sifat baik pada tumbuhan
sehingga didapatkan tanaman baru yang mempunyai sifat lebih baik dari tanaman
induk.
v Macam macam Stek
· Stek
batang
Yaitu stek yang dilakukan dengan cara memotong batang
tumbuhan yang akan dikembangbiakan kemudian menanamnya di dalam tanah .
contoh : ketela pohon, tebu, sirih
Berdasarkan jenis batang yang
digunakan, teknik melakukan stek batang dibedakan menjadi tiga jenis, antara
lain:
1. Stek
lunak merupakan teknik stek batang dengan menggunakan ranting atau
bagian cabang tanaman yang masih muda.
2. Stek
setengah lunak merupakan teknik stek batang dengan menggunakan
ranting atau bagian cabang tanaman yang sudah mulai menua, ditandai dengan
warna kulit yang sudah mulai kecokelatan, dan pertumbuhannya sudah terhenti.
3. Stek
keras adalah merupakan teknik stek batang dengan menggunakan ranting
atau bagian cabang tanaman yang sudah berumur tak kurang dari satu tahun,
berukuran sebesar pensil dan masih masih memiliki daun.
Stek daun
Umumnya dilakukan pada tanaman hias , biasanya yang daun
nya bewarna hijau , caranya mudah , cukup meletakan daun di tanah dan kemudian
akan membentuk tunas .
Tunas dapat dipisahkan dari induknya dan membentuk
tanaman baru .
Contoh : cocor bebek, begonia, sansivera , kaktus , lidah
buaya .
Stek akar
Hanya tumbuhan tertentu
Contoh : pohon sukun , jambu biji , dan cemara .
3. Merunduk
Merunduk (layering) adalah proses perkembangbiakan
vegetative buatan yang dilakukan pada tumbuhan bercabang panjang dengan
merundukkannya ke tanah.
Pada batang yang ditimbun tersebut diharapkan tumbuh akar
v Syarat merunduk:
· Bercabang
panjang
· Bercabang
lentur
· Cabangnya
dekat dengan tanah
Merunduk juga dapat dilakukan dengan dua cara . Yaitu
dengan cara Merunduk biasa dan Merunduk majemuk .
· Merunduk
biasa
Cabang tanaman dirundukkan dan ditimbun dengan tanah,
kecuali ujung cabangnya. Setelah membentuk akar, cabang atau batangnya
dipotong, sehingga diperoleh tanaman baru. Cara ini dapat dikerjakan pada
mawar, jambu air, dan arbei
· Merunduk
majemuk
Seluruh batang dirundukkan kemudian ditimbuni tanah pada
beberapa tempat atau seluruh tempat. Cara ini dapat dikerjakan pada tanaman
soka dan anggur .
v Keuntungan merunduk :
· sifat
buah/bunga sama dengan induknya, dapat mhasilkan individu baru dengan cepat.
· Tingkat
keberhasilan tinggi.
v Kerugian merunduk :
· Tidak
banyak bibit yang dihasilkan.
· hanya
bisa dilakukan pada tanaman yang dahannya elastis & cukup dekat dengan
permukaan tanah, tidak dapat dilakukan pada tanaman yang relatif besar.
v Cara :
· Pilih
batang tanaman yang sudah tua, kuat dan panjang.
· Kerat
bagian kulit batangnya seperti pada mencangkok.
· Bengkokkan
batang tanaman dengan sedikit dari bagian tengahnya menyentuh tanah. Tahan
batang tanaman tadi dengan cara mengubur bagian batang yang menyentuh tanah dan
diatasnya diberi pemberat.
· Biarkan
selama beberapa hari sambil menyiram gundukan tanah tersebut setiap hari.
· Setelah
akar dari bagian tengah batang tadi muncul, pisahkan tanaman baru dari tanaman
induk dengan memotong batang tanaman baru bagian bawah.
· Tanaman
baru siap dipindahkan ke media tanam.
Perhatikan
gambar :
4. Mengenten
Mengenten adalah
perkembangbiakan buatan yang biasanya dilakukan pada tumbuhan sejenis buah-buahan
atau ketela pohon, demi mendapatkan kualitas buat yang baik.
Mengenten atau menyambung adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dua tanaman yang sejenis. Tujuan menyambung adalah menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman, sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul.
Mengenten atau menyambung adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dua tanaman yang sejenis. Tujuan menyambung adalah menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman, sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul.
v Keuntungan Mengenten
·
Tanaman dapat
berproduksi lebih cepat,
·
Hasil produksi dapat
sesuai dengan keinginan tergantung batang atas yang digunakan.
v Kerugian mengenten
·
Pada saat mengenten,
ukuran kedua batang harus sama, karena kambium pada kedua batang harus bertemu
dengan tepat. Bila tidak, proses mengenten akan gagal.
·
Jenis pohon yang bisa
disambung jumlahnya terbatas, karena harus pohon yang sekeluarga.
v Cara mengenten tanaman
· Cari
tumbuhan subur. Batang bawah berdiameter lebih besar daripada batang atas
· Carilah
tumbuhan kedua yang siap diambil tunasnya
· Gunakan pisau steril dan tajam untuk memotong tunas
/ pucuk tanaman yang kedua dengan panjang ± 5cm, bentuklah ujung tunas yang
dipotong menyerong kiri-kanan (bentuk V terbalik) agar dapat diselipkan secara
tepat pada batang bawah..
· Potonglah
pula tunas tanaman yang akan ditempel, ujung yang akan ditempel (calon batang
bawah) dipotong berbentuk huruf v
· Ikatlah
tempelan tadi dengan tali rafia, hati-hati jangan sampai tunasnya patah.
· Bungkuslah
sambungan tadi dengan kertas untuk menghindari sinar matahari langsung,
usahakan sambungan jangan terkena air dan bagian tengahnya longgar agar tunas
tidak terganggu.
· Untuk mengurangi penguapan dan mempercepat tumbuhnya
tunas, sisakan 2-4 helai daun pada batas atas; dan potong daun tersebut menjadi
setengahnya atau pangkas semua daun.
· Setelah
kira-kira dua minggu kemudian periksalah. Apabila daun tampak segar berarti
mnegenten berhasil. Apabila daun layu atau membusuk berarti mengenten gagal dan
perlu diulang kembali.
Perhatikan
gambar :
5. Menempel
/ Okulasi
Tempel
atau okulasi adalah cara
pembudidayakan tanaman dengan menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang
tumbuhan lain. Tunas dan batang itu dapat tumbuh menjadi tanaman yang mempunyai
sifat lebih baik dari tanaman induk.
berguna untuk
menghasilkan tanaman yang lebih baik mutunya danmenggabungkan
dua tumbuhan berbeda sifatnya. Nantinya, akan dihasilkan tumbuhan yang memiliki
dua jenis buah atau bunga yang berbeda sifat.
v Kelebihan perbanyakan tanaman dengan cara okulasi :
· Dapat
diperoleh tanaman yang dengan produktifitas yang tinggi.
· Ada beberapa
warna di satu pohon.
· Tanaman
memiliki sifat yang baru.
· Pertumbuhan
tanaman yang seragam.
· Penyiapan
benih relatif singkat.
v Kelemahan dari perbanyakan dengan cara okulasi :
· Terkadang
suatu tanaman hasil okulasi ada yang kurang normal terjadi karena tidak adanya
keserasian antara batang bawah dengan batang atas
· Perlu
menggunakan tenaga ahli untuk pengokulasian ini.
· Bila
salah satu syarat dalam kegiatan pengokulasian tidak terpenuhi kemungkinan kegiatan
okulasi akan gagal atau mata entres tidak tumbuh sangat besar.
v Cara mengokulasi
· Buat
jendela okulasi pada batang tumbuhan satu, dengan irisan kira- kira 1 cm dari
lingkaran batang. Dari pertengahan irisan melintang ini, buat irisan vertikal
ke bawah(huruf T). Panjang irisan vertical lebih kurang 3 cm.
· Kulit
kedua buah sisi irisan vertikal diangkat dengan pisau.
· Iris
kulit batang yang memiliki mata tunas sebesar irisan batang yang akan ditempeli
dengan cara menyayat atau bentuk segiempat.
· Irisan
mata tunas ditempel pada batang pokok yang telah diiris tadi dan dijepit dengan
ibu jari untuk memudahkan pembalutan.
· Mata
tunas yang sudah ditempel, kemudian diikat menggunakan tali plastik. Cara pengikatan
dari bawah ke atas. Dalam pengikatan bagian mata tunas(tempelan) tidak boleh
terlalu kencang tidak juga terlalu longgar.
· Setelah
dua minggu . Mata tunas mengalami pertambahan ukuran daun
· Setelah
tiga minggu, pertambahan ukuran dan daunnya masih tetap hijau dan segar,
pembalutan sudah boleh dibuka.
· Setelah
itu yang terakhir dilakukan adalah memotong batang pokok.
Perhatikan gambar :
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Reproduksi secara vegetatif
secara buatan adalah perkembangbiakan vegetatif yang sengaja dilakukan atau
dibuat oleh manusia. Reproduksi ini tidak terjadi dengan sendirinya. Reproduksi
vegetatif secara buatan sering dilakukan untuk menghasilkan individu baru yang
memiliki sifat sama dengan induknya. Selain itu, dengan reproduksi vegetatif
akan lebih cepat diperoleh hasil. Beberapa cara reproduksi vegetatif secara
buatan adalah mencangkok,
merunduk, dan setek.
DAFTAR
PUSTAKA
http://devputnathania.blogspot.co.id/2015/01/vegetatif-buatan-pada-tumbuhan-1.html
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang mana telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu dan
sesuai seperti yang direncanakan.
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata pelajaran IPA di SMPN 2 Jatinunggal.
Dalam
penyusunan laporan ini tentu tak luput dari bantuan berbagai pihak. Ucapan
terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam
menyelesaikan makalah ini.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran dari berbagai pihak yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan yang
nantinya dapat dijadikan sebagai bahan revisi pada penyusunan Laporan dimasa
mendatang.
Akhirnya penyusun berharap
semoga makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya
mahasiswa SMPN 2 Jatinunggal.
Jatinunggal, September 2016
Penulis








0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home