Wednesday, April 12, 2017

Makalah Menjaga Integrasi Nasional

BAB I
PENDAHULUAN

Peran serta masayarakat untuk mengatasi berbagai ancaman dalam mebangun integrasi nasional.
Peran serta akan tiumbul jika kita memiliki kesadaran. Kesadaran adalah sikap yang tumbuh dari kemauan diri yang dilandasi hati yang ikhlas. Konsep atau makna kesadaran dapat diartikan sebagai sikap prilaku diri yang tumbuh dari kemauan diri sendiri dengan dilandasi hati yang ikhlas tanpa tekanan dari manapun. Peran serta masyarakat dalam mengatasi berbagai ancaman yang akan mengganggu integrasi nasional tentu sangat diperlukan sebab masyarakat adalah unsur terpenting dalam menjaga integrasi nasional suatu Negara.




















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Integrasi Nasional
Integrasi Nasional adalah usaha untuk mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada pada suatu Negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional. Dalam KBBI, integrasi nasional memiliki 2 arti:
1.    Secara politis, integrasi nasional adalah proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.
2.    Secara antropologis, integrasi nasional adalah proses penyesuaian diantara unsure-unsur kebudayaan yang berbeda, sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Indonesia sebagai Negara kesatuan yang terdiri dari berbagai suku bangsa, ras, kebudayaan dan agama serta memiliki kepulauan yang amat luas menjadikan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk tetap mempertahankan integrasi nasional yang sudah terjalin sejak lama dari berbagai ancaman. Ancaman bagi integrasi nasional tersebut dating dari luar maupun dari dalam negeri Indonesia sendiri dalam berbagai dimensi kehidupan. Ancaman tersebut biasanya berupa ancaman militer dan nonmiliter.

2.2    Ancaman Militer dan Non Militer
1.    Ancaman Militer
Ancaman militer berkaitan dengan ancaman di bidang pertahanan dan keamanan. Ancaman militer adalah ancaman yang mengunakan kekuatan bersenjata dan terorganisasi dinilai mempunyai kemampuan membahayakan kedaulatan Negara keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa. Strategi dalam mengatasi ancaman militer ini harus dengan tepat. UUD 1945 telah mengatur strategi pertahanan dan keamanan, yaitu Pasal 30 ayat (1)-(5). Salah satu pasalnya yang berbunyi:
Pasal:1)  Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan kemanan Negara.
Pasal:2)  Usaha pertahanan dan keamanan Negara dilaksanakan melalui system pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan Kepolisian Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.
Dalam Pasal 1 dan 2 tersebut menerangkan bahwa selain TNI dan Polisi, masyarakat juga berperan serta dalam menjaga pertahanan dan keamanan, bahkan ditegaskan dalam Pasal 1 bahwa tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam menjaga keutuhan Negara itu artinua masyarakat juga berperan dalam melawan ancaman yang akan merusak integrasi nasional.
2.    Ancaman Nonmiliter
Yaitu ancaman yang tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak seperti ancaman militer, karena ancaman ini berdimensi ideologi. Hal ini bisa dalm bentuk penetrasi nilai-nilai kebebasan (liberalisme) sehinga dapat memicu disintegrasi bangsa, contohnya globalisasi. Globalisasi adalah integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia. Produk pemikiran dan aspek-aspek budaya. Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa saat ini dunia seolah-olah menjadi dekat dan menyatukan masyarakat dunia yang berbeda-beda seolah menjadi satu. Tentu hal ini memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif seperti meningkatkan etos kerja yang tinggi, kemajuan di berbagai bidang seperti IPTEK, Komunikasi, Informasi dan Transfortasi. Adapun dampak negatifnya adalah timbulnya sikap individualisme, semakin lunturnya kepribadian bangsa, timbulnya kesenjangan social, masyarakat yang konsumtif dan yang lebih parahnya lagi masuknya paham-paham yang tidak sesuai dengan ideology bangsa yang tentunya berbahaya karena mengancam integrasi bangsa. Dalam hal ini masyarakat dapat berperan untuk mewaspadai hal-hal tersebut dengan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal asing yang tidak sesuai dengan ideologi serta kepribadian bangsa Indonesia.

2.3    Faktor-faktor yang Menghambat dan Mendukung Integrasi.
Faktor-faktor yang menghambat integrasi seperti masyarakat Indonesia yang heterogen dalam hal agama, ras, suku bangsa serta kebudayaan. Hal ini dapat menjadi penghambat juga tantangan bagi bangsa Indonesia untuk menjaga integrasi bangsa.
Faktor-faktor pendorong integrasi nasional, seperti faktor sejarah Indonesia yang menimbulkan rasa senasib. Cinta tanah air serta keinginan yang kuat untuk tetap untuk bersatu. Hal ini dapat menjadi modal yang kuat untuk membentengi diri dari disintegrasi bangsa.
BAB III
KESIMPULAN

Sebagai warga Negara Indonesia yang setia mentaati peraturan perundang-undangan, tentu kita harus ikut serta dalam menjaga integrasi bangsa. Karena hal itu merupakan kewajiban bagi tiap-tiap warga Negara dengan penuh rasa ikhlas serta didasari rasa cinta pada tanah air, karena kita adalah pemilik sah dari NKRI ini maka dari itu kita wajib menjaganya.


 SARAN

Dalam\npembelajaran matematika disekoah akan lebih baik jika menggunakan media atau\nalat peraga yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dalam\nmatematika.  Jadi sebagai seorang guru maupun calon guru harus bisa\nmemanfaatkan berbagai media pembelajaran agar tujuan pendidikan dapat tercapai.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home