Wednesday, November 9, 2016

Makalah Vegetatif Buatan

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Dalam rangka pengembangan perkebunan dengan cara konversi maupun penanaman baru, maka dibutuhkan bibit yang bermutu baik yang jumlahnya sangat banyak dan waktu penyiapan bibit yang relatif singkat.
Keberhsilan daklam usaha ini ditentukan oleh banyak faktor terutama keberhasilan pengadaan bibit yang baik.
Untuk dapat melaksanakan pengadaan pembibitan yang baik diperlukan pengetahuan dan ketrampilan yang khusus tentang cara pengelolaanya. Pada tanaman komoditi perkebunan dalam pengadaan bibit lazimnya dilakukan dengan cara vegetatif. Apabila pengadaan bibit dari benih atau perkembangbiakan genaratif maka akan terjadisegregasi pada keturunannya sehingga menyimpang dari sifat-sifat induknya. Pada perkembangbiakan genaratif walau induk merupakan bibit unggul tetapi dari keturunan induk tesebut belum tentu dapat dijamin tetap unggul. Bila perkembangbiakan dengan cara vegetatif, maka akan didapatka tanaman yang klonal dengan pertumbuhan yang seragam serta produksi yang yang tetap tinggi dan sifat unggul pada induk masih terbawa oleh bibit yang dihasilkan.

B.  Rumusan Masalah
1.    Apakah yang dimaksud dengan perkembangbiakan vegetatif buatan?
2.    Apa saja yang termasuk ke dalam perkembangbiakan vegetatif buatan?









BAB II
PEMBAHASAN


A.  Definisi Vegetatif dan Vegetatif Buatan
Pengertian dan definisi perkembangbiakan secara Vegetatif atau reproduksi Vegetatif. Perkembangbiakan vegetatif adalah secara tak kawin atau aseksual. Disebut perkembangbiakan aseksual karena pada perkembangbiakan vegetatif ini tidak membutuhkan adanya proses perkawinan/penyerbukan dan pembuahan yang memerlukan pertemuan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina untuk menciptakan individu baru. Perkembangbiakan vegetatif di sebut juga reproduksi vegetatif dan hanya dapat terjadi pada tumbuhan tertentu dan hewan tingkat rendah.
Saat ini, seiring dengan perkembangan zaman, perkembangbiakan vegetatif sudah dapat di lakukan pada hewan tingkat tinggi dan juga pada manusia melalui suatu prosedur yang disebut dengan istilah kloning atau pembuatan klon. Koning adalah salah satu contoh proses perkembangbiakan vegetatif buatan. Klon sebenarnya adalah salinan penuh darisuatu individu.  Kloning adalah tindakan menggandakan atau mendapatkan keturunan dengan cara mengambil sel dari induk untuk di proses sedemikian rupa sehingga didapat keturunan yang mempunyai susunan (jumlah dan gen) yang sama dan kemungkinan besar mempunyai fenotip yang sama dengan induknya. Proses perkembangbiakan dengan kloning belum bisa di lakukan secara umum dan masih dalam tingkat penelitian lanjutan. Karena ada alasan moral dan ka agamaan yang bertentangan.
Perkembangbiakan secara vegetatif hanya terjadi pada tumbuhan dan hewan tingkat rendah. Perkebangbiakan ini dapat terjadi secara alami maupun buatan. Reproduksi vegetatif alami adalah reproduksi aseksual yang terjadi tanpa campur tangan pihak lain seperti manusia. Sehingga dapat terjadi dengan sendirinya. SedangkanReproduksi vegetatif buatan merupakan proses perkembangbiakan aseksual dengan bantuan manusia. Berikut adalah macam-macam cara perkembangbiakan vegetatif secara alami dan buatan.
Reproduksi secara vegetatif secara buatan adalah perkembangbiakan vegetatif yang sengaja dilakukan atau dibuat oleh manusia. Reproduksi ini tidak terjadi dengan sendirinya. Reproduksi vegetatif secara buatan sering dilakukan untuk menghasilkan individu baru yang memiliki sifat sama dengan induknya. Selain itu, dengan reproduksi vegetatif akan lebih cepat diperoleh hasil. Beberapa cara reproduksi vegetatif secara buatan adalah mencangkok, merunduk, dan setek.

B.  Macam-macam Vegetatif Buatan
1.   Mencangkok

Mencangkok merupakan salah satu cara perkembangbiakan vegetatif buatan yang bertujuan untuk memperbanyak tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan induknya dan cepat menghasilkan.

Cangkok adalah cara perkembangbiakan pada tumbuhan dengan menanam batang atau dahan
Tanaman yang dapat dicangkok adalah tanaman yang mempunyai batang kayu dan berkambium, seperti jambu, rambutan, dan mangga

·       Keuntungan mencangkok antara lain
·        Tumbuhan hasil cangkokan akan lebih cepat berbuah dibandingkan
tumbuhan yang ditanam dar
biji
·        Tumbuhan yang dicangkok memiliki sifat  yang sama dengan
induknya.
·        Tingkat keberhasilannya lebih tinggi, karena pada  proses
mencangkok akar akan  tumbuh ketika masih berada di pohon induk.
·        Produksi dan kualitas akan persis sama dengan tanaman
induknya.
·        Tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air
tanahnya tinggi
 .

·       Kerugian mencangkok antara lain
·        Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering.
·        Tanaman mudah roboh bila ada angin kencang karena tidak berakar
tunggang.
·        Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak cabang yang
dipotong.
·        Dalam satu pohon induk hanya bisa mencangkok beberapa
batang saja, sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar
tidak bisa dilakukan dengan cara ini.

·       Cara mencangkok yang benar dilakukan sebagai berikut :
·        Pilih cabang yang sehat dan lebih baik yang tumbuh vertikal.
·        Cabang dikuliti kulitnya melingkari batang dengan jarak 5-10 cm.
·        Bersihkan lapisan kambium yang menempel pada kayu.
·        Apabila memakai plastik, plastik tersebut harus diberi beberapa lubang kecil sebagai jalan masuknya air terlebih dahulu.
·        Setelah lapisan kambium bersih, lapisi bagian tersebut dengan tanah
gembur
dan balut bagian yang telah terlapisi tanah dengan plastik atau sabut kelapa.
·        Ikat balutan tersebut dengan menggunakan tali plastik dibagian ujung atas
dan bawah.
·        Sirami bagian yang telah dicangkok secara teratur.      
·        Setelah kurang lebih satu bulan, akar mulai tumbuh. Jika pertumbuhan akar sudah cukup baik, balutan plastik atau sabut dilepas dan cangkokan siap ditanam di wadah baru.




Perhatikan gambar :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiI_jYt3dHDrwYdvJtJtUuJVnRd9aVdWJDPlYR9KL1ytQX3_FnUc_LI95HhMWtUsoayTyNY7ZxfiQ1zWXXLtnxVrI1yQWOXZGUzvXDzuNbf1p9fjy3zZ7yuZXpc8qLKK6uThtgmBsNhpx3z/s1600/cangkok.jpg

2.   Stek
Stek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan dengan menggunakan sebagian batang, akar, atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi tanaman baru.
Tujuannya menggabungkan dua sifat baik pada tumbuhan sehingga didapatkan tanaman baru yang mempunyai sifat lebih baik dari tanaman induk.
v Macam macam Stek
·        Stek batang
Yaitu stek yang dilakukan dengan cara memotong batang tumbuhan yang akan dikembangbiakan kemudian menanamnya di dalam tanah .
contoh : ketela pohon, tebu, sirih
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhejGej0ZhEMuVCNvAiedu82S9UNfdlrEgNQfwHDWfHaA6Nu-BckNkJLnSHRAo7KSK7J983oIQqSvwrym9GB8AoYR1Wr5Dyt7DjI9qHd9CL1rSPA66nbrBd9qtz8el4h7eIhtLAj3L9JgQo/s1600/stek.JPG
Berdasarkan jenis batang yang digunakan, teknik melakukan stek batang dibedakan menjadi tiga jenis, antara lain:
1.     Stek lunak merupakan teknik stek batang dengan menggunakan ranting atau bagian cabang tanaman yang masih muda.
2.     Stek setengah lunak merupakan teknik stek batang dengan menggunakan ranting atau bagian cabang tanaman yang sudah mulai menua, ditandai dengan warna kulit yang sudah mulai kecokelatan, dan pertumbuhannya sudah terhenti.
3.     Stek keras adalah merupakan teknik stek batang dengan menggunakan ranting atau bagian cabang tanaman yang sudah berumur tak kurang dari satu tahun, berukuran sebesar pensil dan masih masih memiliki daun.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgU-6iSCVDN2HeHTBuS4jnxnh9tGkLxJfhyphenhyphen_s8MCh3voHYt125eCCNi12n2PX34ZrKliDUMyus6QNmulbNYMb1ZWtpEBhrzewO198Xw6WZQHtjZJOM_uYsg8FG6THiaqbPlLbuqEPRgwMtm/s1600/sdaun.JPG·        
Stek daun
Umumnya dilakukan pada tanaman hias , biasanya yang daun nya bewarna hijau , caranya mudah , cukup meletakan daun di tanah dan kemudian akan membentuk tunas .
Tunas dapat dipisahkan dari induknya dan membentuk tanaman baru .
Contoh : cocor bebek, begonia, sansivera , kaktus , lidah buaya .



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8IYQF-kyGSC3TB2hgiEHt2strzi3jBCmIl_W0B9ibZkxvrrQOCvsnIb3NTxh_Uxxk4jxXe3CRJARhv-rkjRy_fpCf99t5cVb08bI_YSfo2f6Ki6YhtF-Ut0v45_gFJGGpDBPQkgQP3s0R/s1600/sakar.jpg·
Stek akar
Hanya tumbuhan tertentu
Contoh : pohon sukun , jambu biji , dan cemara .

3.   Merunduk
Merunduk (layering) adalah proses perkembangbiakan vegetative buatan yang dilakukan pada tumbuhan bercabang panjang dengan merundukkannya ke tanah.
Pada batang yang ditimbun tersebut diharapkan tumbuh akar
v Syarat merunduk:
·        Bercabang panjang
·        Bercabang lentur
·        Cabangnya dekat dengan tanah

Merunduk juga dapat dilakukan dengan dua cara . Yaitu dengan cara Merunduk biasa dan Merunduk majemuk .
·        Merunduk biasa  
Cabang tanaman dirundukkan dan ditimbun dengan tanah, kecuali ujung cabangnya. Setelah membentuk akar, cabang atau batangnya dipotong, sehingga diperoleh tanaman baru. Cara ini dapat dikerjakan pada mawar, jambu air, dan arbei

·        Merunduk majemuk
Seluruh batang dirundukkan kemudian ditimbuni tanah pada beberapa tempat atau seluruh tempat. Cara ini dapat dikerjakan pada tanaman soka dan anggur .


v Keuntungan merunduk :
·        sifat buah/bunga sama dengan induknya, dapat mhasilkan individu baru dengan cepat.
·        Tingkat keberhasilan tinggi.


v Kerugian merunduk :
·        Tidak banyak bibit yang dihasilkan.
·        hanya bisa dilakukan pada tanaman yang dahannya elastis & cukup dekat dengan permukaan tanah, tidak dapat dilakukan pada tanaman yang relatif besar.

v Cara :
·        Pilih batang tanaman yang sudah tua, kuat dan panjang.
·        Kerat bagian kulit batangnya seperti pada mencangkok.
·        Bengkokkan batang tanaman dengan sedikit dari bagian tengahnya menyentuh tanah. Tahan batang tanaman tadi dengan cara mengubur bagian batang yang menyentuh tanah dan diatasnya diberi pemberat.
·        Biarkan selama beberapa hari sambil menyiram gundukan tanah tersebut setiap hari.
·        Setelah akar dari bagian tengah batang tadi muncul, pisahkan tanaman baru dari tanaman induk dengan memotong batang tanaman baru bagian bawah.
·        Tanaman baru siap dipindahkan ke media tanam.


Perhatikan gambar :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlJKZycFnW4FjU-nup04GnGab_BvVEnh54cP2vZZGQKFyDXDnabuWQ4MqKoVhXjz4mI5l8_o3FnpGJ3kiJppi4pmFrQiFfjvguj2oQpbkiyFR9JWOxD5us9QgZEM0fOtRpnt2pcFL1RsEg/s1600/merunduk.gif
4.   Mengenten
Mengenten adalah perkembangbiakan buatan yang biasanya dilakukan pada tumbuhan sejenis buah-buahan atau ketela pohon, demi mendapatkan kualitas buat yang baik.

Mengenten atau menyambung adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dua tanaman yang sejenis. Tujuan menyambung adalah menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman, sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul.
v Keuntungan Mengenten
·         Tanaman dapat berproduksi lebih cepat, 
·         Hasil produksi dapat sesuai dengan keinginan tergantung batang atas yang digunakan.
v Kerugian mengenten
·         Pada saat mengenten, ukuran kedua batang harus sama, karena kambium pada kedua batang harus bertemu dengan tepat. Bila tidak, proses mengenten akan gagal.
·         Jenis pohon yang bisa disambung jumlahnya terbatas, karena harus pohon yang sekeluarga.

v Cara mengenten tanaman 

·        Cari tumbuhan subur. Batang bawah berdiameter lebih besar daripada batang atas
·        Carilah tumbuhan kedua yang siap diambil tunasnya
·        Gunakan pisau steril dan tajam untuk memotong tunas / pucuk tanaman yang kedua dengan panjang ± 5cm, bentuklah ujung tunas yang dipotong menyerong kiri-kanan (bentuk V terbalik) agar dapat diselipkan secara tepat pada batang bawah..
·        Potonglah pula tunas tanaman yang akan ditempel, ujung yang akan ditempel (calon batang bawah) dipotong berbentuk huruf v
·        Ikatlah tempelan tadi dengan tali rafia, hati-hati jangan sampai tunasnya patah.
·        Bungkuslah sambungan tadi dengan kertas untuk menghindari sinar matahari langsung, usahakan sambungan jangan terkena air dan bagian tengahnya longgar agar tunas tidak terganggu. 
·        Untuk mengurangi penguapan dan mempercepat tumbuhnya tunas, sisakan 2-4 helai daun pada batas atas; dan potong daun tersebut menjadi setengahnya atau pangkas semua daun.
·        Setelah kira-kira dua minggu kemudian periksalah. Apabila daun tampak segar berarti mnegenten berhasil. Apabila daun layu atau membusuk berarti mengenten gagal dan perlu diulang kembali.
Perhatikan gambar :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVza5et4bHjeoJML1vCgBsnr0nVFtl7q-B-ha0JXqnW4oKOkct2ZaW_Uc-qE9rHwMBKw7wfVwVElnk1Mfd1MRl05W0uHBrsRi0Yr4MAoLCiJIx92tUws8bUaDOAIuxU0fSgOA1yjQz-oWN/s1600/mengenten.png
5.   Menempel / Okulasi

Tempel atau okulasi adalah cara pembudidayakan tanaman dengan menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan lain. Tunas dan batang itu dapat tumbuh menjadi tanaman yang mempunyai sifat lebih baik dari tanaman induk.
berguna untuk menghasilkan tanaman yang lebih baik mutunya danmenggabungkan dua tumbuhan berbeda sifatnya. Nantinya, akan dihasilkan tumbuhan yang memiliki dua jenis buah atau bunga yang berbeda sifat.

v Kelebihan perbanyakan tanaman dengan cara okulasi :
·         Dapat diperoleh tanaman yang dengan produktifitas  yang tinggi.
·        Ada beberapa warna di satu pohon.
·        Tanaman memiliki sifat yang baru.
·        Pertumbuhan tanaman yang seragam.
·        Penyiapan benih relatif singkat.
              
v Kelemahan dari perbanyakan dengan cara okulasi :
·        Terkadang suatu tanaman hasil okulasi ada yang kurang normal terjadi karena tidak adanya keserasian antara batang bawah dengan batang atas
·        Perlu menggunakan tenaga ahli untuk pengokulasian ini.
·        Bila salah satu syarat dalam kegiatan pengokulasian tidak terpenuhi kemungkinan kegiatan okulasi akan gagal atau mata entres tidak tumbuh sangat besar.

v Cara mengokulasi

·        Buat jendela okulasi pada batang tumbuhan satu, dengan irisan kira- kira 1 cm dari lingkaran batang. Dari pertengahan irisan melintang ini, buat irisan vertikal ke bawah(huruf T). Panjang irisan vertical lebih kurang 3 cm.
·        Kulit kedua buah sisi irisan vertikal diangkat dengan pisau.
·        Iris kulit batang yang memiliki mata tunas sebesar irisan batang yang akan ditempeli dengan cara menyayat atau bentuk segiempat.
·        Irisan mata tunas ditempel pada batang pokok yang telah diiris tadi dan dijepit dengan ibu jari untuk memudahkan pembalutan.
·        Mata tunas yang sudah ditempel, kemudian diikat menggunakan tali plastik. Cara  pengikatan dari bawah ke atas. Dalam pengikatan bagian mata tunas(tempelan) tidak boleh terlalu kencang tidak juga terlalu longgar.
·        Setelah dua minggu . Mata tunas mengalami pertambahan ukuran daun
·        Setelah tiga minggu, pertambahan ukuran dan daunnya masih tetap hijau dan segar, pembalutan sudah boleh dibuka.
·        Setelah itu yang terakhir dilakukan adalah memotong batang pokok.
Perhatikan gambar :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR5muTKwQ7HqBlgZ4yPj0RgE9vDcUXRMaOeM6Efr25m8wNMZ4p-Eqzu7sOgo_CQgvYuT6lGTYxAldCuiqoJe2Ro_z7M_qGJ4q1D9Ha6_woBagMcDneLqp8rb0nlUZdgWZKyi0QLvHUqdJi/s1600/okulasi.jpg










BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Reproduksi secara vegetatif secara buatan adalah perkembangbiakan vegetatif yang sengaja dilakukan atau dibuat oleh manusia. Reproduksi ini tidak terjadi dengan sendirinya. Reproduksi vegetatif secara buatan sering dilakukan untuk menghasilkan individu baru yang memiliki sifat sama dengan induknya. Selain itu, dengan reproduksi vegetatif akan lebih cepat diperoleh hasil. Beberapa cara reproduksi vegetatif secara buatan adalah mencangkok, merunduk, dan setek.





















DAFTAR PUSTAKA


http://devputnathania.blogspot.co.id/2015/01/vegetatif-buatan-pada-tumbuhan-1.html
























KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang mana telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu dan sesuai seperti yang direncanakan.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata pelajaran IPA di SMPN 2 Jatinunggal.
Dalam penyusunan laporan ini tentu tak luput dari bantuan berbagai pihak. Ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan yang nantinya dapat dijadikan sebagai bahan revisi pada penyusunan Laporan dimasa mendatang.
Akhirnya penyusun berharap semoga makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya mahasiswa SMPN 2 Jatinunggal.

Jatinunggal,    September 2016


                                                                                                Penulis


0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home