Makalah Senam
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Cabang olahraga senam di indonesia
mewarisi sejarah dan tradisi yang cukup panjang dalam perkembangannya. Diawali
dari perkembangan yang didorong oleh militer di masa-masa kependudukan belanda
dan jepang, senam pernah identik dengan olahraga militer di masa-masa awal
kemerdekaan dengan dominasi pelatih yang juga datang dari latar belakang
kemiliteran yang kuat. Senam hanya berkembang dan diajarkan pada
sekolah-sekolah tinggi olahraga saja. Sedangkan pada masyarakat umum, senam
masih sangat minim. Biaya yang relatif mahal untuk melakukan senam itu sendiri
membuat perkembangan senam terhambat.
Untuk
memahami senam tersebut, dalam makalah ini kami mengupas tentang pengertian
senam, sejarah dan perkembangannya, bagaimana prinsip latihan senam,
macam-macam senam dan langkah-langkah melakukan senam serta manfaatnya.
1.2
Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah sejarah senam?
2. Apakah yang dimasud dengan senam lantai?
3. Apa sajakah macam-macam bentuk senam
lantai?
4. Apakah yang dimaksud dengan senam irama?
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah
Senam
Pada
tahun 1776 seorang berkebangsaan jerman mencoba memasukkan senam dalam olahraga
di pendidikan sekolah. Di tahun yang sama johan christian fedrich gathmuts
berhasil memasukkan senam ke sekolah dengan gerakan yang lebih sistematis dan
disebut dengan gymnastick furdie jugend. Dan semenjak saat itu ia dikenal
sebagai bapak senam dunia.
Sedangkan
indonesia baru mulai mengenal senam pada tahun 1963 pada saat ganefo i di
jakarta. Sebenarnya indonesia telah mengenal senam sejak zaman penjajahan
belanda dengan nama gymnastiek dan berlanjut pada masa penjajahan jepang dengan
nama taiso, tetapi itu hanya geraka dasarnya saja.
Senam
semakin berkembang dengan terciptanya gerakan senam pagi oleh para dosen dari
sekolah tinggi olahraga pada tahun 1977. Gerakan senam pagi ini merupakan
penggabungan dari gerakan senam taiso dan jurus pencak silat. Seiring dengan
berjalannya waktu, senam ini menjadi lebih terfokus pada senam kesegaran
jasmani.
2.2
Pengertian Senam
Senam
atau gymnastic berasal dari istilah yunani gymnos yang
berarti bermacam-macam gerak badan. Menurut menke g. Frank dalam
encyclopedia of sport, as bannes and company, new york, 1960, senam
terdiri dari gerakan-gerakan yang luas atau menyeluruh dari latihan-latihan
yang dapat berupa unsur-unsur jungkir balik,lompatan, memanjat dan keseimbangan
untuk membentuk otot-otot tubuh seperti pergelangan tangan, punggung, lengan
atau yang lainnya.
Sedang
drs. Imam hidayat dalam bukunya, sto bandung, maret 1970 menyatakan, senam
ialah latihan tubuh yang diciptakan dengan sengaja, disusunsecara sistematik
dan dilakukan secara sadar dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi
secara harmonis.
2.3
Prinsip Latihan Senam
Menurut
Sadoso (1997: 20) bahwa pemantapan kondisi latihan olahraga harus
berprinsip S.P.O.R.T yaitu sebagai berikut:
o Specifity
Yaitu kekhususan
menghilangkan cara latihan yang berdasarkan kira-kira saja, dimana tubuh dalam
aktivitas latihan perlu untuk dikondisikan dengan latihan yang sesuai dengan
tubuh.
o Progression
Yaitu tangtanglah
kemampuan badan secara bertahap, dan kemudian tingkatan karena akan membantu
dalam pembentukan otot.
o Overload
Yaitu peningkatan beban latihan
dengan meningkatkan intensitas, lamanya atau frekuensi dari suatu tingkatan
latihan yang sudah dilakukan.
o Reversibility
Yaitu
kontinuitas latihan, bila berhenti berlatih akan tampak tanda-tanda penurunan
keterampilan, daya tahan, kekuatan dan lain-lain.
o Training
effect
Yaitu melakukan
latihan untuk suatu aktivitas tertentu, secara bertahap dan progresif
meningkatkan kemampuan keterampilan dan kemampuan jantung serta paru-paru.
2.4 Pengertian
Senam Lantai
Senam lantai pada
umumnya disebut floor
exercise, tetapi ada juga yang
menamakantumbling. Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan pada
matras, unsur-unsur gerakannya terdiri dari mengguling, melompat,
meloncat, berputar di udara, menumpu dengan tangan, atau kaki untuk mempertahankan
sikap seimbang atau pada saat meloncat ke depan atau belakang. Jenis senam
ini juga disebut latihan bebas karena pada waktu melakukan gerakan pesenam
tidak mempergunakan suatu peralatan khusus. Bila pesenam membawa alat
berupa bola, pita, atau alat lain, itu hanyalah alat untuk meningkatkan
fungsi gerakan kelentukan,pelemasan, kekuatan, ketrampilan, dan keseimbangan.
Senam lantai dilakukan
di atas area seluas 12×12 m dan dikelilingi matras selebar 1 m
untuk keamanan pesenam. Rangkaian gerakan senam harus dimulai dari
komposisi gerakan ringan,sedang, berat, dan akrobatik, serta mengandung gerakan
ketangkasan, keseimbangan, keluwesan,dll. Pesenam pria tanpil dalam waktu 70
detik dan wanita tampil diiringi music dalam waktu 90detik. Gerkan-gerakan yang
menekankan tenaga harus dilakukan secara lambat dan sikap
statissekurang-kurangnya 2 detik. Gerakan-gerakan salto harus dikerjakan
setinggi bahu.
2.5 Macam-Macam Bentuk Senam Lantai
a) Berguling ke depan (Roll
Depan)
Cara
melakukannya sebagai berikut :
· Sikap permulaan jongkok, kedua tangan menumpu
pada matras selebar bahu.
· Kedua kaki diluruskan, siku tangan ditekuk,
kepala dilipat sampai dagu menyentuh dada.
· Mengguling ke depan dengan mendaratkan tengkuk
terlebih dahulu dan kedua kaki dilipatrapat pada dada.
· Kedua tangan melemaskan tumpuan dari matras,
pegang mata kaki dan berusaha bangun.
· Kembali berusaha bangun.
Kesalahan dalam guling
depan(roll depan) :
· Kedua tangan yang bertumpu
tidak tepat(dibuka terlalu lebar atau terlalu sempit, terlalu jauh atau terlalu
dekat).
· Tumpuan salah satu
atau kedua tangan kurang kuat sehingga keseimbangan badan kurang sempurna dan
akibatnya badan jatuh ke samping
· Bahu tidak diletakkan
di atas matrass saat tangan dibengokkan.
· Saat gerakan
berguling ke depan kedua tangan tidak ikut menolak.
Cara memberi bantuan
guling ke depan(roll depan) :
· Pegang
kepala bagian belakang pelaku.
· Membantu
mendorong punggung pelaku saat aan duduk.
· Membantu
mengangkat panggul dengan menempatkan tangan di sisi kedua paha.
· Membantu
menekukkan kepala pelaku dan menempatkannya di lantai antara kedua tangan.
b) Guling ke belakang (Back
Roll)
Posisi awal guling ke
belakang :
· Posisi
jongkok, kedua kaki rapat, dan tumit diangkat.
· Kepala menunduk dan dagu
rapat ke dada.
· Kedua tangan berada di
samping telinga dan telapak tangan menghadap ke atas.
Geraan selanjutnya
adalah :
· Jatuhkan pantat ke
belakang badan tetap bulat.
· Pada saat punggung
menyentuh matras, kedua lutut cepat ditarik ke belakang kepala.
· Pada saat kedua ujung kaki menyentuh matras di
belakang kepala, kedua telapak tangan menekan matras
hingga tangan lurus dan kepala terangkat.
· Ambil sikap jongkok, dengan lurus ke depan
sejajar bahu, lalu berdiri.
Kesalahan-kesalahan
yang sering dilakukan saat guling kebelakang :
· Penempatan tangan
terlalu jauh kebelakang, tidak bisa menolak.
· Keseimbangan tubuh
kurang baik saat mengguling kebelakang, hal ini disebabkan karenasikap tubuh
kurang bulat.
· Salah satu tangan yang
menumpu kurang bulat, atau bukan telapak tangan yangdigunakan untuk menumpu
diatas matras.
· Posisi mengguling
kurang sempurna. Hal ini disebabkan karena kepala menoleh ke s amping
· Keseimbangan tidak
terjaga karena mendarat dengan lutut (seharusnya telapak).
c) Berdiri Dengan Tangan (HANDS STAND)
Cara melakukanya
sebagai berikut:
· Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki
sedikit ke depan.
· Bungkukkan badan, tangan menumpu pada matras
selebar bahu lengan keras, pandangansedikit ke depan, pantat didorong
setinggi-tingginya, tungkai depan bengkok sedang tungkaibelakang lurus.
· Ayunkan tungkai belakang ke atas, kencangkan otot
perut.
· Kedua tungkai rapat dan lurus merupakan satu
garis dengan badan dan lengan, pandangan diantara tumpuan tangan, badan
dijulurkan ke atas.
· Perhatikan keseimbangan.
Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat
melakukan gerakan handstand yaitua.
· Pinggang
terlalu melenting, Kepala kurang menengada
· Siku-siku
bengkok.
· Penempatan
tangan dilantai kurang atau terlalu lebar.
· Arah
jari tangan tidak kedepan dan jari tangan terlalu rapat.
· Ayunan
kaki keatas kurang baik (terlalu atau kurang kedepan dan
lutut dibengkokkan).
· Pada
saat melemparkan kaki keatas bahu mundur kebelakang dan kepalakurang menengadah.
· Menegangkan
otot leher, bahu atau pinggang, sehingga menghambat gerakan.
· Kurang usaha mempertahankan
sikap hand stand untuk beberapa saat, sehingg cepat roboh.
· Waktu
roboh melepaskan tangan tumpuan atau tidak menekuk kepala (untuk mengguling ke depan).
Cara memberikan bantuan
handstand yaitu:
· Menopang/menahan panggul, belakang paha, kedua
pergelangan kaki, danbahu si pelaku.
· Bantuan dengan menopang pada bahu dilakukan untuk
pelaku yang bahu,lengan, dan
tangannya belum cukup kuat.
· Bagi
siswa yang belum dapat atau sukar melempar/mengayun satu kaki ke atas, dapat dilakukan pada tembok dengan dibantu
mengangkat satu kaki.
d) Berdiri dengan Kepala
(Head Stand)
Berdiri dengan kepala
adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan ditopang oleh kedua
tangan.
1. Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan
tangan. Dahi dan tangan membentuk segitiga sama sisi.
2. Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan.
Untuk menjaga agar badantidak mengguling ke depan, panggul ke depan, dan
punggung membusur.
3. Berakhir
pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.
Kesalahan-kesalahan yang
sering dilakukan saat melakukan headstand yaitu:
· Penempatan kedua tangan dan kepala tidak
membentuk titik-titik segitiga sama sisi.
· Kekakuan pada leher, sendi bahu, perut, pinggang,
dan paha.
· Otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan
paha kurang kuat.
· Akibat dari poin b dan c diatas menyebabkan
kurangnya koordinasi dan keseimbangan.
· Alas dasar/lantai tempat kepala bertumpu terlalu
keras sehingga menimbulkan rasa sakit.Terlalu cepat/kuat pada saat
menolak Sikap tangan yang salah, yaitu jari tangan tidak menghadap kedepan.
Cara memberi bantuan
dalam gerakan headstand yaitu :
Karena panggul menjadi
titik berat yang utama dalam bentuk sikap berdiri dengankepala, maka bantuan
yang utama adalah :
· Mengangkat dan menarik panggul.
· Menopang panggul bagi pelaku yang dapat
memindahkan panggul kedepan.
· Memegang dan menahan kedua kaki pelaku, pegang
pada ujung pergelangan kaki dan belakang paha atau panggul.
e) Kayang
Kayang
adalah suatu bentuk atau sikap badan terlentang yang membusur bertumpu pada
kedua tangan dan kedua kaki dengan lutut. Gerakan kayang akan mudah dilakukan apabila
:
1. Memiliki kekuatan otot
perut, punggung dan paha.
2. Memiliki kelentukan persendian bahu, ruas-ruas
tulang belakang, dan persendian panggul.
3. Memiliki kekuatan lengan dan bahu untuk menopang.
Sikap kayang dapat
dilakukan dari sikap tidur dan berdiri :
Kayang dari sikap tidur
1. Sikap awal :
a) tidur telentang.
b) kedua lutut ditekuk,
kedua tumit rapat pada pinggul.
c) kedua siku ditekuk
dan telapak tangan melekat pada matras/lantai, ibu jaridisamping telinga.
2. Gerakan ;
a) Badan diangkat
keatas, kedua tangan dan kaki lurus.
b) Masukkan kepala diantara
2 tanganb.
Kayang dari sikap
berdiri
1. Sikap awal
a) Berdiri tegak .
b) Kedua tangan disamping
kaki.
2. Gerakan
a) Secara bersama-sama/satu tangan diayunkan
ke belakang, kepala tengadah dan badan melenting ke belakang.
b) Tahan dan usahakan
kedua telapak tangan menyentuh dan menapak pada matras/lantai.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan
kayang yaitu :
a) Jarak kedua tangan dan kaki terlalu jauh.
b) Siku-siku bengkok disebabkan kekakuan persendian siku dan bahu.
c) Badan kurang melengkung (membusur), disebabkan
kurang lemas/lentuknya bagian punggung dan kekakuan pada otot perut.
d) Sikap kepala yang terlalu menengadah.
e) Kurang keseimbangan.
Cara
memberi bantuan dalam gerakan kayang:
a) Posisi penolong disamping anak yang melakukan
garakan kayang.
b) Membantu mengangkat dan agak membawa punggung/bahu pelaku.
c) Membantu
menopang punggung/bahu pelaku dan membawanya perlahan ke bawah.
f) Loncat Harimau
(Tiger Sprong)
Secara prinsip teknik
gerakan loncat harimau tidak jauh berbeda dengan teknik gerakan roll ke
depan.Loncat harimau adalah sikap loncatan membusur dengan kedua tangan lurus
ke depan pada saat melayang dan diteruskan dengan gerakan mengguling ke
depan dan sikap akhir jongkok. Cara melakukannya sebagai berikut :
1. Berdiri tegak, kedua lengan lurus di samping,
pandangan lurus ke depan.
2. Dengan gerakan awalan jongkok melakukan gerakan
meloncat ke depan atas dengan tolakan dua kaki, saat melayang kedua lengan
lurus ke depan.
3. Pada saat kedua tangan menyentuh, kepala menunduk
ke dada antara kedua tangan, sehingga bahu dan tengkuk menyentuh matras,
lipat kedua kaki, selanjutnya mengguling ke depan dengan tangan lurus.
4. Sikap akhir jongkok terus berdiri.
g) Meroda (Ratslag)
Meroda atau gerakan
baling-baling dilakukan ke samping untuk empat hitungan, tangandan kaki
berputar seperti baling-baling.Meroda merupakan salah satu unsure gerakan senam
lantai (floor
exercise), dimana terdiri
dari mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara, menumpu dengan tangan
atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang.
Cara melakukan latihan
:
1) Lakukan latihan hand stand dengan baik dan sempurna.
2) Setelah Latihan hand stand , pindahkan berat badan ke kaki kanan bila meroda
ke kanan ataukaki kiri bila meroda ke kiri.
3) Berurutan kaki kiri atau kanan menumpu kembali
gerakanhand stand dan
seterusnya.
Gerakan meroda atau ratslag:
Dimulai dengan berdiri,
kedua tangan direntangkan ke atas, telapak tangan menghadap keatas depan,
kepala tegak, kedua kaki dirapatkan. Tendangkan kaki lurus ke samping
dangerakanlah ke arah matras atau lantai, lengkungkan pinggul dan lutut kiri
sambil letakkan tangan kiri pada matras yang diikuti tangan
kanan.Angkatlah kaki kanan ke atas dengan hentakkan kakikiri pada matras untuk
bisa membuat sikap kangkang di atas kepala. Kembalikan denganmendaratkan kaki
kanan, kemudian kaki kiri dan sebaliknya hentakkan tangan anda agar bisakembali
tegak.
Cara memberikan
pertolongan :
1) Hand stand di tembok,
kemudian kaki kiri dibuka lurus, selanjutnya jatuhkan ke sampingbadan dengan
menekan tangan kanan. Kaki tetap dibuka hingga mendarat dilantai, diikutidengan
bantuan guru dan teman yang lain dengan cara mengangkat badan ke sebelah kanandan
menjaga pinggang.
2) Setelah dapat melakukan
sendiri, latihan dilakukan dengan menempatkan rintangan di antarakaki dan
tangan.
Hal yang harus
diperhatikan :
1) Saat melakukan meroda, kedua tangan dibuka lebar sama dengan lebar
kaki.
2) Jalannya kaki dan tangan berurutan secara teratur ke arah samping
kanan.
h) Lompat Kangkang
Lompat kangkang di atas
peti lompat ada dua macam:a. Lompatan dengan panggul ditekuk atau menyudut
yaitu lompatan dengan membuat sikap kangkang tanpa meluruskan badan terlebih
dahulu.
Teknik pelaksanaannya
adalah sebagai berikut:
1) Setelah awalan dan take
off. angkat panggul tinggi-tinggi.
2) Pada saat tangan menyentuh peti atau kuda lompat, panggul ditekuk,
tangan dibuka gerakanke samping.
3) Tolakan tangan kuat dengan mengangkat dada dan kepala ke arah atas.
4) Setelah kaki melewati peti lompat, luruskan badan dan rapatkan tungkai
sebelum mendarat.5.
5) Mendaratkan kedua kaki dengan rapat, lutut agak ditekuk.
Teknik pelaksanainnya
sebagai berikut :
1) Sambil mengangkat panggul, ayun tungkai tinggi di
atas garis horisontat.
2) Pada saat tangan bertumpu pada peti, badan
merupakan satu garis lurus dan membuat sudutantara 20° - 30° dengan garis
horizontal.
3) Setelah badan lurus, tekuk panggul dan buka kaki.
Bersamaan dengan itu, tolakkan tangankuat-kuat pada peti lompat.
4) Angkat dada dan
lewatkan kedua kaki dari peti.
5) Saat kedua kaki
melewati peti lompat, luruskan badan dan angkat lengan ke depan atas.
6) Mendarat dengan menekukkan lutut dan condongkan
badan sedikit ke depan (menekuk panggul, akhiri dengan sikap sempurna).
Kesalahan yang sering
terjadi pada lompat kangkang :
1) Panggul kurang diangkat
tinggi, sehingga tidak berhasil membuat sikap kangkang di atas peti
lompat.
2) Lutut bengkok, kepala
dan dada tidak terangkat pada saat tangan rnenyentuh peti.
3) Kedua lengan tidak lurus dan kepala terlalu ke
depan, sehingga menyebabkan tangan tidak lurus dengan badan.
i) Lompat
Jongkok( Squat Voult)
Gerakan lompat jongkok
sebenarnya hamper sama dengan lompat kangkang tetapi padalompat jongkok kedua
kaki rapat, jika lompat kangkang sudah di kuasai maka mudah
untuk melakukan lompat jongkok.
Cara melakukan lompat
jongkok :
1) Ambil ancang awalan, kemudian berlari,
selanjutnya lakukan kedua kaki meloncat ke atas.Kemudian kedua lengan menumpu
pada peti lompat.
2) Kedua tangan menolak kuat-kuat dan panggul di
angkat tiggi, kemudian kedua kaki di tekuk dalam sikap jongkok pada saat
melewati peti lompat kepala tegak.
3) Luruskan kedua kaki,kedua lengan di ayun ke atas sesaat sebelum
mendarat.
4) Kemudian mendarat lunak, lutut di tekuk sedikit, dan jaga keseimbangan.
j) 10. Round
off
Sikap awal : Berdiri tegak, kedua
kaki rapat, kedua lengan disamping badan.
Cara melakukan gerakan round off:
1) Ayunkan kedua lengan keatas sejajar bahu lurus kedepan serong ke atas.
2) Sambil mengangkat dan melangkahkan kaki ke kiri ke depan, badan putar
kesamping kiri.
3) Bersamaan dengan meletakkan kedua telapak tangan
pada matras sejajar bahu, lemparkankaki kanan lurus ke atas, kemudian diikuti
kaki kiri hingga pada posisi handstand.
4) Lemparkan kedua kaki sejauh mungkin.
5) Mendarat pada kedua kaki dan badan menghadap ke tempat semula.
Sikap akhir : Berdiri tegak, kedua
lengan lurus ke atas serong kedepan, pandangan menghadap kearah permulaan
mengambil awalan.
2.6 Peraturan senam
Peraturan senam adalah
seperangkat aturan yang digunakan untuk menyelenggarakan kejuaraan senam,
mengatur mekanismenya, serta membatasi atau menentukan siapa saja yangboleh
turut serta di dalamnya, dan bagaimana nilai senam dihasilkan.
Untuk
kejuaraan-kejuaraan resmi tingkat Internasional, peraturan yang berlaku
adalahperaturan yang dikeluarkan oleh FIG (Federation Internationale de
Gymnastique) yaitu badansenam Internasional. Peraturan itu dirangkum dalam buku
yang dinamakan technical regulation(peraturan teknik) yang berlaku atau
mencakup aturan untuk semua disiplin senam dan code of points yang berlaku
khusus untuk masing-masing disiplin.
1.Jenis
Pertandingan
Dalam kejuaraan senam
biasa diberlakukan empat jenis kompetisi, yang biasa disebut sebagai
kompetisi I, kompetisi II, kompetisi III, dan kompetisi IV. Kompetisi I, atau
disebut juga kompetisi penyisihan, diselenggarakan untuk mencari regu atau
peserta individual yang bias berlanjut ke kompetisi selanjutnya. Pada
kompetisi ini baik peserta beregu maupun peserta individual harus
bertanding di semua alat, dengan menampilkan rangkaian bebas. Yang dimaksud
peserta beregu adalah enam orang pesenam yang mewakili satu negara/daerah.
Hasil kompetisi ini akan menentukan :
1) 36 pesenam putra dan 24
pesenam putri terbaik yang akan menjadi finalis serba bisa dikompetisi II.
2) 8 pesenam terbaik (baik
putra maupun putri) dari setiap alat, yang akan menjadi finalisdisetiap alat,
di kompetisi III.
3) 8 regu terbaik, yang
akan melaju ke final beregu di kompetisi IV.
Kompetisi II (kejuaraan perorangan serba
bisa). Kompetisi II dimaksudkan untuk
mencari juara perorangan serba bisa (seluruh alat), dengancara menjumlahkan
nilai pesenam dari seluruh alat. Pesenam yang nilainya tertinggi dalamseluruh
alat menjadi juara serba bisa atau sering juga disebut All Around Champion.
Sepertidikatakan sebelumnya, finalis di kompetisi II ini berjumlah 36 orang
(pa) dan 24 orang (pi),dengan ketentuan dari satu daerah tidak boleh lebih dari
3 orang pesenam.
Kompetisi III (kejuaraan perorangan
peralat). Kompetisi ini akan
menentukan juara dari setiap alat yang dipertandingkan: 6 alat
Artistik putra, 4 alat Artistik putri dan 4 alat senam ritmik. (Khusus
untuk senam ritmik walaupun alatnyaada 5 alat, tetapi yang dipertandingkan
dalam kejuaraan besar hanya 4 alat. Biasanya, tiap tahunalat yang
dipertandingkan berubah-ubah). Peserta kompetisi III pada setiap alat adalah 8
orang
2.7 Senam Irama
1.
Senam Irama Tanpa Alat
Senam irama dalah senam yang berjalan harus
menyesuaikan dengansuatu irama yang biasanya irama musik, tetapi dapat juga
dengan irama hitungan yang teratur. Irama adalah iringan baik berupa musik
ataupun hitungan yang beraturan. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam
melakukan senam adalah sebagai berikut.
-
Irama
musik yang dipakai menggunakan bicara, misalnya 2/4, 3/4 dan sebagainya
-
Adanya
kontinuitas gerakan.
-
Fleksibilitas.
-
Keindahan
gerak.Latihan senam irama tanpa diiringi musik, tatapi dengan menggunakanirama
hitungan yang teratur.
Beberapa latihan gerak senam irama adalah
sebagai berikut:
a.Latihan Pertama
Hitungan 1 :
Kaki kanan, jalan ke depan dengan lentur,
tanganmengepal, lengan membentuk siku, lengan kanan ke arah atas, lengankiri ke
arah atas, siku kanan di atas kepalan tangan kiri.
Hitungan 2 :
Kaki kiri terus melangka posisi tangan sama.
Hitungan 3-4 : Terus melangka posisi tangan
bergantian.
Hitungan 5 :
Kaki kanan langsung dibuka selebar bahu.
Hitungan 6 :
Kaki kiri tutup ke arah kanan, posisi tangan
tetap.
Hitungan 7 : Seperti hitungan 5 dan 6 tapi
gerak kaki ke tengah dan kearah kiri.
b.Latihan Kedua
Hitungan 1 :
Buka kaki selebar bahu, lutut ditekuk sedikit
lengan kearah depan bersudut 900, jari tangan mengepal menghadap ke
bawah.
Hitungan 2 : kaki kiri ditekuk ke arah
belakang panggul kanan, tangan ditekuk ke depan dada dengan poros di bahu,
tangan di atas tangankiri.
Hitungan 3 : Seperti hitungan 1
Hitungan 4 : Seperti hitungan 2, hanya posisi
kaki dan tang kebalikan.
Hitungan 5 : Seperti hitungan 1-4.
c. Latihan Ketiga
Hitungan 1 :
Pindahkan berat badan ke kanan, sambil ayun
kedualengan ke kanan sejajar bahu, jari-jari lurus dan rapat menghadap
ke bawah.
Hitungan 2 :
Badan kembali ke tengah, tekuk kedua lutut,
lengan ke bawah, jari tangan menghadap ke paha.
Hitungan 3 : Seperti hitungan 1, tapi ke arah
kiri.
Hitungan 4 : Seperti hitungan 2
Hitungan5-8 : Seperti hitungan 1-8.
d. Latihan Keempat
Hitungan 1 :
Badan menghadap serong kanan, berat badan
dipindahkan ke kanan sambil kaki kiri ditekuk ke belakang, mendekati panggul
kiri, lengan diayunkan ke atas. jari-jari tangan lurus rapat telapak tangan menghadap
ke dalam.
Hitungan 2 :
Badan kembali ke tengah, tekuk kedua lutut,
lengan lempeng ke bawah, jari tangan menghadap ke paha.
Hitungan 3 : Seperti hitungan 1, tapi ke arah
kiri.
Hitungan 4 : Seperti hitungan 2
Hitungan 5-8 : Seperti hitungan 1-4
e. Latihan Kelima
Hitungan 1 :
Kaki kanan dibuka selebar bahu lengan ditekuk
didepandada, jari-jar tangan mengepal dan menghadap ke bawah.\
Hitungan 2 :
Kaki kiri diayaun, lalu tumit di bawa ke arah
depan, menyilang, lengan dorong ke bawah, jari-jari mengepal dan menghadap ke
dalam.
Hitungan 3 :
Seperti hitungan 1
Hitungan 4 : Seperti hitungan 2, tapi tumit
kanan yang menyilang kedepan kiri.
Hitungan 5-8 : Seprti hitungan 1-4
2.Senam
Irama dengan Alat
Senam irama ini jenis senam irama yang
pelaksanaannya menggunakan alat atau perkakas Alat ikut bergerak, selaras gerakan
mengikutiirama dan mudah dipindahkan, sedangkan perkakas tidak ikut bergerak
dansukar dipindahkan. Alat-alat yang dipakai dalam senam irama adalah sebagai
berikut.
-
bola
-
tongkat
-
sinpai dan tali
-
selendang
-
bendera dan pita
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Senam adalah aktivitas
fisik yang dilakukan baik sebagai cabang olahraga tersendiri maupunsebagai
latihan untuk cabang olahraga lainnya. Berlainan dengan cabang olahraga lain
umumnyayang mengukur hasil aktivitasnya pada obyek tertentu, senam mengacu pada
bentuk gerak yangdikerjakan dengan kombinasi terpadu dan menjelma dari setiap
bagian anggota tubuh darikomponen-komponen kemampuan motorik seperti :
kekuatan, kecepatan, keseimbangan,kelentukan, agilitas dan ketepatan. Dengan
koordinasi yang sesuai dan tata urutan gerak yangselaras akan terbentuk
rangkaian gerak artistik yang menarik. Menurut asal kata,
senam (gymnastics) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya: "untuk
menerangkan bermacam-macamgerak yang dilakukan oleh atlet-atlet yang telanjang".
Dalam abad Yunani kuno, senamdilakukan untuk menjaga kesehatan dan membuat
pertumbuhan badan yang harmonis, dan tidak dipertandingkan. Baru pada
akhir abad 19, peraturan-peraturan dalam senam mulai ditentukandan dibuat untuk
dipertandingkan. Pada awal modern Olympic Games, senam dianggap sebagaisuatu
demonstrasi seni daripada sebagai salah satu cabang olahraga yang teratur.
3.2 Saran
Senam lantai merupakan salah satu olah raga yang
membutuhkan kekuatan, kelentukan, kelenturan,dll. Disamping itu senam juga merupakan salah
satu olahraga yang dapat menjadikan sebagai olah raga prestasi. Jadi, sebaiknya dalam melakukan gerakan-gerakan roll depan dan belakang adalah
dengan mengikuti cara-cara dan metode yang telah diberikan dan lebih berhati
-hati saat melakukannya. Sehingga kesalahan-kesalahan yang dapat membuat cedera
tidak akan terjadi.
DAFTAR
PUSTAKA
http://senam-lantai.blogspot.com/ http://id.wikipedia.org/wiki/Senam_lantaihttp://danang-setya-aji.blogspot.com/2011/06/10-macam-senam-lantai.htmlhttp://ml.scribd.com/doc/94506950/10-macam-Senam-Lantaihttp://blog.tp.ac.id/pdf/tag/penertian-dan-macam-macam-senam-lantai.pdf http://fungsi.org/search/macam-macam-senam-lantai

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home