Wednesday, November 9, 2016

Makalah Surat Niaga, Kalimat Majemuk dan Kalimat Tunggal

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Surat adalah sebuah alat atau media komunikasi yang berupa tulisan yang berisi informasi, pesan, pernyataan, atau tanggapan sesuai keinginan penulis surat. Surat merupakan sarana komunikasi tertulis. Surat dipandang sebagai alat komunikasi tulis yang paling efesien, efektif, ekonomis, dan praktis dibandingkan dengan komunikasi lisan. Apa yang dikomunikasikan melalui surat akan sampai kepada alamat yang dituju sesuai dengan sumber aslinya. Peranan surat lebih penting lagi, terutama dalam surat resmi, seperti surat yang dikeluarkan oleh organisasi/lembaga,
Sebagai contoh, pada saat sebuah perusahaan dagang mengirimkan surat kepada perusahaan lain yang bermaksud untuk menawarkan produk yang dijual oleh perusahaan dagang tersebut. Berdasarkan ilustrasi tersebut dapat dikatakan bahwa surat dapat berfungsi sebagai alat komunikasi atau penyampai informasi dari perusahaan dagang tersebut kepada perusahaan lain. Surat juga dapat berfungsi sebagai wakil penulis, dalam hal ini penulis tidak perlu langsung bertatap muka dengan orang yang dituju untuk menyampaikan informasi melainkan diwakili oleh surat.
Namun terkadang kita tidak mengerti bagaimana pengertian, fungsi, bentuk, jenis jenis, dan bahasa surat yang baik dan benar.  Untuk itu, dalam makalah ini akan dibahas mengenai pengertian, fungsi, bentuk, jenis jenis, dan bahasa surat.
Para ahli bahasa selalu menghimbau agar pemakaian bahasa senantiasa berusaha untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ini menunjukkan bahwa masih sering ditemukan kesalahan berbahasa dalam proses kehidupan bermasyarakat yang menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Kesalahan berbahasa ini tidak hanya terjadi pada orang-orang awam yang belum mengecap ilmu pengetahuan di sekolah atau perguruan tinggi tertentu, tetapi sering pula dilakukan oleh kaum intelektual dan mereka yang telah memegang jabatan penting dalam bidang pemerintahan. Sangat ironis tampaknya bila kesalahan berbahasa tersebut, acapkali dilakukan oleh mereka yang berpendidikan tinggi, tetapi demikianlah fenomena yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari (Badudu, 1986: 25).
Sesuai dengan perubahan waktu dan kemajuan peradaban manusia, ilmu bahasa juga senantiasa turut mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi masyarakat. Karena itu, dituntut untuk senantiasa, memberi perhatian yang serius terhadap pemakaian bahasa Indonesia. Mempelajari, mengkaji, membina, dan mengembangkan bahasa adalah wujud perhatian terhadap bahasa. Realisasi perhatian tersebut, disalurkan melalui pengajaran bahasa, mengkaji unsur-unsur bahasa, penertiban buku-buku bahasa, dan pembinaan melalui pendidikan formal dan media komunikasi massa.
Adapun pendidikan keterampilan berbahasa meliputi keterampilan berbicara, mendengar, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan bahasa tersebut telah diajarkan secara intensif di sekolah-sekolah, namun tujuan pendidikan bahasa belum tercapai sebagaimana yang diharapkan, sebab masih ditemukan adanya kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh anak didik khususnya dan masyarakat berpendidikan pada umumnya (Alwi, 1997: 43).
Kegiatan menulis tidak lepas dari penyusunan kalimat. Oleh karena itu, dalam makalah ini penulis membahas tentang kalimat majemuk. Kalimat majemuk tersebut dibagi menjadi beberapa macam. Penulis akan membahas hal tersebut agar pembaca dapat membandingkan macam kalimat majemuk.

B.  Rumusan Masalah
1.    Apakah yang dimaksud dengan surat niaga?
2.    Bagian apa saja yang terdapat dalam surat niaga?
3.    Bagiamanakah uraian penjelasan mengenai kalimat tunggal dan kalimat majemuk?


















BAB II
PEMBAHASAN

A.  SURAT DAGANG/NIAGA
1.    Pengertian
Surat Niaga adalah surat resmi yang isinya berupa tawaran, jual-beli yang berhubungan dengan barang/jasa yang biasanya dipakai dalam perdagangan dan perniagaan. Surat ini berguna untuk membangun kerja sama dengan pihak lain.

2. Jenis-jenis Surat Niaga
a. Surat Perkenalan
Surat ini dikirim oleh penjual ke calon pembeli yang fungsinya untuk memperkenalkan diri dan produk yang akan dijual nya.
b.  Surat Permintaan Penawaran
Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya. Surat ini dikirimkan oleh calon pembeli ke penjual, dimana isi surat nya calon pembeli meminta penjual untuk memberikan surat penawaran tentang suatu produk yang ditawarkannya. Biasanya calon pembeli akan meminta nam produk, harga, cara pembayaran (tunai atau memakai jangka waktu) dan lama penyerahan barang.
c.  Surat Penawaran
Surat Penawaran merupakan surat balasan dari surat permintaan penawaran. Yang isi nya menyampaikan inormasi tentang segala produk yang calon pembeli inginkan seperti merek produk, harga, kualitas, cara pembayaran, pengiriman barang dan lain-lain.
d.  Surat Pesanan
Kalau kita sudah membuat surat penawaran, maka kita akan menunggu balasan  dari sang pembeli, jika sang pembeli ingin memesan suatu produk ke pada si penjual, maka pembeli akan mengeluarkan Surat pesanan. Surat ini berisi nama dan jenis barang yang dipesan berikut harganya atau disertai dengan cara pembayaran yang diinginkan.  Bila si pembeli melakukan pembayaran melalui bank, maka copy bukti pengiriman/transfer harus dilampirkan.
e.  Surat pemberitahuan pengiriman barang.
Jika penjual menyetujui surat pesanan tersebut, maka penjual akan mengirimkan surat pemberitahuan pengiriman barang, ini berguna agar pembeli tau kalau barang yang di inginkannya telah diproses dan dalam sedang perjalanan. Biasanya surat seperti ini dibuat dalam pengiriman barang secara partai besar dan jauh.
f.  Surat Pengaduan
Surat yang dibuat oleh pembeli ini terjadi karena adanya masalah dengan produk yang diterimanya. Masalah tersebut terjadi karena produk yang dipesan tidak sesuai dengan barang yang diterima.
g.  Surat Jawaban Pengaduan
Ketika penjual telah menerima surat pengaduan, maka penjual harus segera mengambil tindakan dengan menjawab surat tersebut dan meminta maaf dan meyakinkan pembeli kalau kejadian seperti itu tidak akan terulang lagi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis surat dagang :
1. Menatapkan tujuan
2. Menetetapkan isi surat :
a.nama dan jenis barang
b.merk dan kualitas barang
c..banyak barang yang di tawar
3. penetapan tata urutan isi surat
4. Menyelesaikan setiap bgian isi surat satu persatu
5. Hindari penggunaan singkatan
6. Perhatikan tanda baca dan ejaan

3.    Contoh Macam-macam Surat Dagang
SURAT DAGANG
Bandung 25, Agustus 2009
Hal                  : Penawaran Marchandise
Lampiran         : -

Kepada Yth.:
Kepala Personalia
PT. INDO IT
di Jl. Raya Burangrang No. 5
 Dengan Hormat
Memenuhi surat yang telah Bapak Doni Firmansyah kirimkan, mengenai rincian harga Marchandise yang kami produksi  . Dengan ini, kami mengajukan penawaran sebagai berikut:
1. Harga Kaos Oblong
Warna : Hitam dan Putih
Harga pasti : Rp 45.000, 00/buah

2. Harga Jaket
Warna : Hitam, Putih dan Biru
Harga pasti : Rp 90.000,00 /buah

3. Harga Topi
Warna : Hitam, Coklat dan Biru
Harga pasti : Rp 55.000,00 /buah

4. Harga Pin
Warna : Hitam, Putih dan Biru
Harga pasti : Rp 60.000,00 /buah

5. Harga Sticker
Desain : Nama Perusahaan
Harga pasti : Rp 10.000,00 /buah
 Keterangan:
1. Harga tersebut sudah termasuk biaya pengiriman barang jika pemesan di atas 100 buah.
2. Proses pengiriman barang akan kami lakukan setelah pembayaran sudah beres
3. Potongan harga diberikan sebesar 10% untuk pembelian di atas 500 buah dari per produk yang kami tawarkan
Catatan :Melengkapi pengajuan surat penawaran ini, kami kirimkan brosur dan sample Marchandise dari bermacam-macam jenis. Apabila harga yang kami tawarka cocok dan sesuai, Bapak bisa kontak kami.
Demikian surat penawaran ini kami ajukan dengan harapan informasi  yang kami tawarkan berkenan di hati bapak. Atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih.
                                                                                                     Hormat kami,


Tatang Somantri
Manajer Perusahaan




PT Tunggal Jaya
Jl. Kalijati No. 46 Subang Tlp. 024.889785
No. : 23/IDJ/III/2009 10 – November -2008

Bagian Pemasaran PT Puspa Jaya
Jl. Sudirman No. 125 Semarang
Hal : Pesanan Barang

Dengan hormat,
Berdasarkan informasi dari pertugas pemesanan perusahaan Saudara, kami memesan barang-barang tersebut di bawah ini:
1. Dua unit mesin cuci Sony model S-90E
@Rp. 1,500,000.00……………………….. Rp. 3,000,000.00
2. Lima unit kipas angin KDK model K-989C
@Rp.300,000.00………………………….. Rp. 1,500,000.00
Jumlah Rp. 4,500,000.00
Diskon 10% Rp. 450,000.00
Jumlah yang dibayar Rp. 4,050,000.00

Pembayaran secara Cash on Delivrery di kantor kami. Kami harap sebelum tanggal 15 November barang-barang tersebut telah kami terima.
Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

                                                       Hormat kami,



             Anggit Tianto
              Manager Perlengkapan 




SURAT PENAWARAN
Bandung, 28 Juli 2007

Kepada Yth :
Bapak Dodi (Staf Promosi dan Akomodasi)
PT. INDO IT
Jl. Raya Burangrang No. 5 Bandung
diTempat.

Perihal           :Penawaran pembuatan Marchandise PT.INDOIT
Lampiran       :1 buah Proposal Penawaran, 1 lembar gambar sampel, 5 macam sampel produk
Dengan hormat
Bersama surat ini kami mengajukan penawaran kerjasama dalam pembuatan Marchandise PT. INDO IT untuk keperluan Promosi dan publikasi PT. INDO IT.

Sebagai informasi, perusahaan kami telah menangani beberapa perusahaan di Indonesia untuk masalah pembuatan Marchandise keperluan Promosi dan publikasi, oleh sebab itu kami mengajukan penawaran kerjasama dengan Bapak Dodi (Staf Promosi dan Akomodasi) PT. INDO IT untuk bekerjasama dalam pembuatan Marchandise PT. INDO IT untuk keperluan Promosi dan publikasi PT. INDO IT.
Untuk lebih jelasnya kami lampirkan beberapa lampiran sebagai penunjang penawaran kami kepada perusahaan Bapak Dodi (Staf Promosi dan Akomodasi) PT. INDO IT

Berikut lampiran yang kami sertakan :
1. 1 buah Proposal Penawaran,
2. 1 lembar gambar sampel,
3. 5 macam sampel produk

Demikian surat penawaran ini kami ajukan, atas perhatian dan kerjasamanya yang baik kami ucapkan terima kasih

Hormat kami,




Manager Marketing CV. Mega
Muhamad Isyak

SURAT PENGELUARAN BARANG
Bandung, Selasa, 8 Mei 2006

No : 4G/015/05/06
Hal : Penawaran
Lampiran : 1 (Satu) Proposal

Kepada Yth.
CEO / Dirut PT.
Salam Sejahtera,
Kami adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang Teknologi Informasi khususnya dalam pengembangan Web (Web Development) dan Multimedia. Kami berkeinginan untuk meluncurkan product kami terbaru  kepada perusahaan Bapak / Ibu, dengan harapan akan menjalin kerjasama pada pengembangan Teknologi Informasi khususnya dalam pengembangan Web (Web Development) dan Multimedia sebagai sarana publikasi maupun promosi perusahaan Bapak/Ibu.
Besar harapan kami untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan Bapak / Ibu, atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan Terima Kasih.


                                                                                                        Hormat Kami,


                                                                                                       Pupung Budi 




B.  SURAT KUASA
1.    Pengertian
Surat kuasa adalah surat yang berisi pelimpahan wewenang dari seseorang atau pejabat tertentu kepada seseorang atau pejabat lain. Pelimpahan wewenang dapat mewakili pihak yang memberi wewenang.

2.    Penggolongan[sunting 
-          Surat kuasa formal
-          Surat kuasa non-Formal

3.    Macam-macam[sunting 
-       Surat kuasa pengambilan dokumen kependudukan
-       Surat kuasa pengambilan penetapan ahli waris
-       Surat kuasa mencairkan uang
-       Surat kuasa penjualan
-       Surat kuasa pengambilan keputusan usaha
-       Surat kuasa pengambilan keputusan politik

4.    Ciri-ciri
-       Surat berisi pemberian kuasa/wewenang kepada seseorang untuk mengurus sesuatu kepentingan
-       Bahasa yang digunakan singkat, lugas, efektif, dan tidak berbelit-belit

5.    Bagian
-       Kepala surat
-       Nomor surat
-       Pemberi kuasa
-       Identitas pemberi kuasa
-       Penerima kuasa
-       Identitas penerima kuasa
-       Hal yang dikuasakan
-       Waktu pemberian kuasa
-       Tanda tangan penerima dan pemberi kuasa


6.    Contoh Surat Kuasa
SURAT KUASA

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama   :
Umur   :
No. KTP/SIM :
Alamat            :
Pekerjaan         :
Untuk selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa

Dengan ini menerangkan dan  memberi kuasa kepada  :

Nama   :
Umur   :
No. KTP/SIM :
Alamat                        :
Pekerjaan         :

Untuk selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa

-------------------------------------------------KUASA KHUSUS----------------------------------------------

untuk menghadap kepada Notaris di Bandung guna menyelesaikan pembuatan akta notaris pembentukan asosiasi staf akademik perguruan tinggi Indonesia (ASASI).
Penerima kuasa dapat melakukan tindakan-tindakan lainnya yang penting dan berguna untuk kepentingan pembuatan akta notaris ASASI dan melakukan hal-hal yang selayaknya dilakukan oleh seorang penerima kuasa sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Surat kuasa ini diberikan dengan hak substitusi baik sebagian maupun seluruhnya

Bandung, 01 Oktober 2005




Penerima Kuasa                                                                 Pemberi Kuasa






C.  SURAT PERNYATAAN
1.    Pengertian
Yang dimaksud surat pernyataan adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang berisi pernyataan dirinya atau menerangkan orang lain bahwa orang tersebut pernah atau tidak pernah melakukan sesuatu. Ada juga pengertian lain, yaitu surat pernyataan adalah
pernyataan tertulis yang mengemukakan kesediaan / kesanggupan seseorang atau kelompok untuk menanggung segala risiko yang berkaitan dengannnya. Surat pernyataan yang menyangkut aspek hukum harus di tulis di atas kertas segel atau kertas biasa yang di bubuhi materai. Dengan hal itu juga terkandung pengertian bahwa surat pernyataan yang menyangkut aspek hukum hanya di buat oleh seseorang yang telah dewasa,.

2.    Contoh Surat Pernytaan:
SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama Lengkap                 :
Tempat / Tanggal Lahir  :
Jenis Kelamin                  :
No. KTP                            :
Alamat Lengkap              :

Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa :
1. Hingga saat ini saya tidak terikat kontrak atau ikatan kerja dengan perusahaan / instansi manapun.
2. Bersedia ditempatkan di cabang perusahaan manapun di seluruh Indonesia
3. Bersedia bertugas dalam kurun waktu yang telah ditentukan
4. Tidak mengundurkan diri sebelum berakhirnya masa kontrak dengan alasan apapun
5.Tidak akan mengambil cuti selama masa tugas
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Apabila dikemudian hari  ternyata melanggar atau pernyataan ini tidak benar maka saya siap menerima segala konsekuensinya sesuai dengan hukum yang berlaku.


                                                                                                   Jakarta, 15 Maret 2014
                                                                                                Yang membuat pernyataan,


                                                                                                              (materai 6000)
                                                                                                                 Nama Jelas

D.  MEMO, KWITANSI
Bukti-bukti transaksi keuangan dikelompokkan dalam bukti transaksi intern dan bukti transaksi ekstern. Berikut ini penjelasannya.
a.    Bukti transaksi intern adalah bukti transaksi yang berasal dan dilakukan di dalam lingkungan perusahaan itu sendiri. Contohnya : bukti memorial antarbagian/divisi dalam sebuah perusahaan.
• Memo
Memo adalah bukti transaksi yang dibuat oleh pemimpin perusahaan untuk bagian-bagian lain di perusahaan tersebut yang berisi perintah pencatatan suatu kejadian.
Bentuk memo antara lain sebagai berikut.
memo
b.    Bukti transaksi ekstern adalah bukti transaksi melibatkan pihak luar perusahaan. Contohnya: kuitansi, faktur, nota kontan, nota kredit, nota debet (sebagian besar bukti transaksi merupakan bukti ekstern).
• Kuitansi
Kuitansi adalah tanda bukti terjadinya pembayaran yang ditandatangani oleh penerima uang. Kuitansi harus dibubuhi materai pada jumlah tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Lembar asli diserahkan kepada pihak yang membayar, sedangkan tembusan atau baguan sus/potongannya disimpan pihak penerima.



Contoh bentuk kuitansi adalah sebagai berikut.
hghg


E.  KALIMAT TUNGGAL, KALIMAT MAJEMUK, KALIMAT MAJEMUK BERTINGKAT

1. Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari unsur Subjek dan Predikat saja. Namun kalimat tunggal bisa juga diikuti dengan objek dan keterangan. Berdasarkan jenis predikatnya, kalimat tunggal terdiri dari beberapa jenis yaitu:

A. Kalimat Nominal
Kalimat tunggal nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda.
Contoh:
Ayahnya   guru   di SMA.
S                  p            K
Kakaknya    pemain bola.
S                        P

B. Kalimat Verbal
Kalimat tunggal verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja.
Contoh:
Budi  tidur  di kelas.
  S        P           K
Shinta  menangis  semalaman
   S            P                  K

C. Kalimat Adjektival
Kalimat ini memiliki Predikat yang berupa kata sifat.
Contoh:
Ayahnya    baik
    S                P

Rumahnya   sangat besar
       S                    P

D. Kalimat Numeral
Kalimat tunggal numeral memiliki predikat berupa kata bilangan.
Contoh:
Yang   datang 10 orang
  S               P
Bukunya   hanya 2 buah
   S                      P

E. Kalimat Preposisional
Kalimat ini predikatnya berupa kata depan atau preposisioanal.
Contoh:
Ibunya   dari Jawa Barat
      S                 P
Budi   di dalam kamarnya
   S                    P

Perluasan Kalimat Tunggal
Perluasan kalimat tunggal bisa dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.
1. Menambahkan unsur baru seperti keterangan atau pelengkap.

Contoh:
Pemburu   membakar  hutan   kemarin malam
S                      P           O                K   

Klimat tersebut mengalami perluasan dengan ditambahkan keterangan waktu kemarin malam.

2. Memperluas unsur-unsur yang ada seperti subjek dan predikat.
Contoh:
Paman yang tinggal di Bandung  akan datang
             S                                               P
Kalimat tersebut mengalami perluasan pada unsur subjek.



2. Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki 2 klausa atau lebih yang digabungkan kedalam satu kalimat dengan menggunakan Konjungsi atau kata penghubung.
Kalimat majemuk digolongkan menjadi 3 jenis kalimat yaitu kalimat majemuk setara, bertingkat, dan campuran.

A. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang memiliki 2 klausa yang sejajar atau sederajat. Kalimat ini biasanya dihubungkan dengan konjungsi berupa  dan, lalu, kemudian, tetapi, atau, bahkan.
Ayah membaca Koran dan ibu menonton televisi.
Klausa1= Ayah membaca ; Klausa 2= Ibu menonton televisi

Contoh:
§  Budi pergi ke sekolah sedangkan Andi tinggal di rumah.
§  Budi anak yang pintar, tetapi kakaknya lebih pintar.
§  Angga tidak lulus ujian, karena dia tidak belajar.
§  Budi anak yang pintar, bahkan gurunya pun mengakuinya.
§  Setelah membersihkan pekarangan rumah, kemudian dia membakar sampah.

B. Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk ini memiliki 2 klausa yang hubungannya tidak sejajar. Di dalam kaliamat ini terdapat klausa yang berkedudukan sebagai induk kalimat dan anak kalimat. konjungsi penghubung kalimat ini adalah jika, ketika, walaupun, bahwa, bagaikan, sebab, sehingga dan dengan.

Para petani pergi ke sawah sebelum matahari terbit
Induk kalimat= Para petani pergi ke sawah ; anak kalimat= matahari terbit

Contoh:
§  Aku sudah tertidur, ketika ayahku pulang.
§  Jika aku menjadi juara kelas, Ayah akan memberiku hadiah.
§  Walupun dia sangat kaya, hidupnya sederhana.
§  Wanita yang memakai baju merah itu temanku waktu waktu kecil.
§  Tingkah lakunya menunjukan bahwa dia anak yang nakal.

C. Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk campuran adalah kalimat yang menghubungkan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Biasanya kalimat majemuk campuran memiliki klausa lebih dari 2.

Contoh:
Pekerjaan itu telah selesai ketika ayahku datang dan ibu sudah menyiapkan makan malam.
Induk kalimat= Pekerjaan itu telah selesai.
Anak kalimat= Ayah datang.
Anak kalimat= Ibu sudah menyiapkan makan malam.

Contoh:
§  Indonesia negara maritim, tetapi Indonesia menghadapi kendala serius dalam hal tekhnologi sehingga pemanfaatannya tidak optimal.
§  Semua temanku telah pulang, ketika aku datang padahal hari masih cerah.
§  Pamanku memberitahukan bahwa dia akan dataang dan aku sangat senang.
§  Ketika aku perampokan itu terjadi, aku sedang tertidur sedangkan ayahku tidak ada di rumah.














BAB III
PENUTUP

Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi bahasan dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan kerena terbatasnya pengetahuan kurangnya rujukan atau referensi yang kami peroleh hubungannya dengan makalah ini. Penulis banyak berharap kepada para pembaca yang budiman memberikan kritik saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis para pembaca khusus pada penulis. Aamiin 

























DAFTAR PUSTAKA


http://mariasixmanasta.blogspot.co.id/2012/10/makalah-kalimat-majemuk.html

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home