Wednesday, November 9, 2016

Proposal PTK Metode Everyone is Teacher Here (EITH)

A.  Judul
Penerapan Metode Everyone is Teacher Here (EITH) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Materi Semangat Kerja (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas III SD Negeri Bojongjati Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang Tahun Pelajaran 2015/2016).

B.  Latar Belakang Masalah
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang kompleks. Pembelajaran pada hakekatnya tidak hanya sekedar menyampaikan pesan pembelajaran kepada siswa, akan tetapi merupakan aktifitas profesional yang menuntut guru untuk dapat menggunakan ketrampilan dasar mengajar secara terpadu, serta menciptakan situasi dan kondisi yang memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif dan efisien.
“Pembelajaran adalah suatu kegiatan kompleks. Pembelajaran pada hakikatnya tidak hanya sekedar menyampaikan pesan tetapi juga merupakan aktivitas profesional yang menuntut guru dapat menggunakan ketrampilan dasar mengajar secara terpadu serta menciptakan situasi efisien (Mashudi, Toha dkk, 2007 :3). Oleh karena itu dalam pembelajaran guru perlu menciptakan suasana yang kondusif dan strategi belajar yang menarik minat siswa.
Dalam pembelajaran IPS selalu berkenaan dengan kehidupan manusia yang melibatkan segala macam tingkah laku dan kebutuhannya. Ilmu Pengetahuan Sosial selalu melibatkan manusia untuk berusaha memenuhi kebutuhan materinya, memenuhi kebutuhan budayanya, kebutuhan kejiwaan, pemanfaatan sumber daya yang ada  dan terbatas untuk bisa mengatur kesejahteraan hidupnya. Sehingga dapat dikatakan yang menjadi ruang lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial adalah manusia pada konteks sosialnya atau manusia sebagai anggota masyarakat.
Mata pelajaran IPS di Sekolah Dasar marupakan program pengajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi dimasyarakat, memilki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran IPS disekolah diorganisasikan secara baik.
Dalam kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 tercantum bahwa tujuan IPS adalah :
1.    Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
2.    Memilki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial.
3.    Memilki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
4.    Memilki kemampuan untuk berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal, nasional dan global.
Sedangkan tujuan khusus pengajaran IPS disekolah dapat dikelompokkan menjadi empat komponen yaitu:
1.    Memberikan kepada siswa pengetahuan tentang pengalaman manusia dalam kehidupan bermasyarakat pada masa lalu, sekarang dan masa akan datang.
2.     Menolong siswa untuk mengembangkan keterampilan (skill) untuk mencari dan mengolah informasi.
3.    Menolong siswa untuk mengembangkan nilai/ sikap demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.
4.    Menyediakan kesempatan kepada siswa untuk mengambil bagian/ berperan serta dalam bermasyarakat.
Dalam pembelajaran IPS SD guru harus mampu menciptakan iklim belajar mengajar yang aktif, inovatif dan kreatif. Guru adalah salah satu faktor yang sangat penting untuk mencapai hasil guna proses pembelajaran. Dengan demikian diperlukan kepekaan dan kreativitas guru dalam menerapkan dan mengembangkan prinsif-prinsif pembelajaran aktif.
Setelah dilaksanakanya kegiatan observasi terhadap pembelajaran IPS materi Semangat Kerja pada siswa Kelas III SD Bojongjati Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang, diperoleh hasil bahwa sebagian besar siswa belum memperoleh nilai yang memuaskan. Oleh karena itu saya akan melaksanakan perbaikan pembelajaran IPS materi Semangat Kerja pada siswa Kelas III SD Negeri Bojongjati Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang.

C.  Identifikasi, Pemecahan, dan Rumusan Masalah
1.    Identifikasi Masalah
Setelah melalui tahap refleksi mengenai pembelajaran IPS materi Semangat Kerja yang dilakukan bersama teman sejawat, teridentifikasi bahwa yang menjadi penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah:
a.    Siswa tidak aktif dalam proses pembelajaran.
b.    Siswa tidak menjadi subjek dalam pembelajaran.
c.    Guru hanya menggunakan metode ceramah.
d.   Guru tidak membangkitkan minat belajar siswa.
2.    Pemecahan Masalah
Untuk mengatasi permasalahan di atas diperlukan metode pembelajaran yang mampu meningkatkan proses pembelajaran siswa. Salah satu metode pembelajaran yang sesuai untuk mengatasi permasalahan di atas adalah metode everyone is teacher here (EITH). Metode everyone is teacher here yaitu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran siswa, dan dapat disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pembelajaran pada berbagai mata pelajaran, khususnya pencapaian tujuan yaitu meliputi aspek : kemampuan mengemukakan pendapat, kemampuan menganalisa masalah, kemampuan menuliskan pendapat-pendapatnya (kelompoknya) setelah melakukan pengamatan, kemampuan menyimpulkan, dan lain-lain.
3.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan pemecahan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.    Bagaimana aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS materi Semangat Keja dengan menerapkan metode everyone is teacher here untuk meningkatkan proses belajar siswa kelas III SD Negeri Bojongjati Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang?
2.    Apakah terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Bojongjati Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang dalam pembelajaran IPS materi Semangat Kerja setelah diterapkannya metode everyone is teacher here ?

D.  Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.    Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran IPS materi Semangat Keja dengan menerapkan metode everyone is teacher here untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas III SD Negeri Bojongjati Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang?
2.    Mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Bojongjati Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang dalam pembelajaran IPS materi Semangat Kerja setelah diterapkannya metode everyone is teacher here.

E.       Manfaat Penelitian
Adapaun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini diantaranya adalah sebagai berikut.
1.    Bagi penulis, penelitian ini dapat menambah pengalaman serta memperoleh pengetahuan dalam penelitian yang berkaitan dengan penerapan metode  everyone is teacher here dalam upaya meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.
2.    Bagi guru SD, penelitian ini diharapkan guru memiliki kemampuan memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang mendalam terhadap apa yang terjadi dikelasnya,  guru dapat berkembang dan meningkatkan kinerjanya secara profesional, guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri, dan guru akan merasa lebih percaya diri.
3.    Bagi sekolah, penelitian ini diharapka dapat mengembangkan sekolah, khususnya bagi SD Negeri Bojongjati.
4.    Bagi lembaga STKIP Sebelas April Sumedang, hasil penelitian ini diharapkan akan menambah bahan pustaka sebagai bahan bacaan dan kajian mahasiswa lain dalam upaya menambah wawasan ilmu pengetahuan.
5.    Bagi peserta didik, dengan dilaksanakannya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar.

F.       Kajian Pustaka
1.    Meode Pembelajaran
Metode menurut Djamaluddin dan Abdullah Aly dalam  Kapita Selekta Pendidikan Islam, (1999:114) berasal dari kata meta berarti melalui, dan hodos jalan. Jadi metode adalah jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Depag RI dalam buku Metodologi Pendidikan Agama Islam (2001:19)  Metode berarti cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Menurut  WJS. Poerwadarminta dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, (1999:767) Metode adalah cara yang telah teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud. Berdasarkan definisi di atas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa metode merupakan jalan atau cara yang ditempuh seseorang untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Mengajar  adalah  suatu  usaha  yang  sangat  kompleks,  sehingga  sulit menentukan bagaimana sebenarnya mengajar yang baik. Metode adalah salah satu  alat  untuk  mencapai  tujuan.  Sedangkan  pembelajaran  adalah  suatu kegiatan  yang  dilakukan  oleh  guru  sedemikian  rupa  sehingga  tingkah  laku siswa berubah ke arah yang lebih baik (Darsono, 2000: 24). Menurut Ahmadi (1997:  52) metode  pembelajaran  adalah  suatu  pengetahuan  tentang  cara-cara mengajar  yang  dipergunakan  oleh  guru  atau  instruktur.  Pengertian  lain mengatakan  bahwa  metode  pembelajaran  merupakan  teknik  penyajian  yang dikuasai  oleh  guru  untuk  mengajar  atau  menyajikan  bahan  pelajaran  kepada siswa  di  dalam  kelas,  baik  secara  individual  ataupun  secara  kelompok  agar pelajaran  itu  dapat  diserap,  dipahami  dan  dimanfaatkan  oleh  siswa  dengan baik. 
Adapun yang dimaksud pembelajaran Menurut Gagne, Briggs, dan wagner dalam Udin S. Winataputra (2008) dalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. Sedangkan menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkingan belajar.
Jadi pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. Jadi dapat dikatakan Teori belajar merupakan upaya untuk mendeskripsikan bagaimana manusia belajar, sehingga membantu kita semua memahami proses inhern yang kompleks dari belajar.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud metode pembelajaran adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai. Dapat juga disimpulkan  bahwa  metode  pembelajaran  adalah  strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai media untuk mencapai tujuan pembelajaran  yang  telah  ditetapkan. Hal  ini  mendorong  seorang  guru  untuk mencari metode  yang tepat dalam penyampaian  materinya agar dapat diserap dengan  baik  oleh  siswa.  Mengajar  secara  efektif  sangat  bergantung  pada pemilihan dan penggunaan metode mengajar. 
2.    Meode Pembelajaran Everyone is Teacher Here
a.    Pengertian
Metode everyone is teacher here yaitu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran siswa, dan dapat disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pembelajaran pada berbagai mata pelajaran, khususnya mencapaian tujuan yaitu meliputi aspek : kemampuan mengemukakan pendapat, kemampuan menganalisa masalah, kemampuan menuliskan pendapat-pendapatnya (kelompoknya) setelah melakukan pengamatan, kemampuan menyimpulkan, dan lain-lain.
b.        Prinsip Pokok Metode Every One is Teacher Here
Dalam hal metode every one is a teacher here, dikemukakan oleh Asy Syaibany yang dikutip oleh Muhamad Nurdin (2004 : 111), menjelasakan bahwa :
terdapat tujuh prinsip pokok yang harus diterapkan oleh seorang guru dalam hal metode pengajaran, yaitu (1) mengetahui motivasi, kebutuhan, dan minat anak didiknya; (2) mengetahui tujuan pendidikan yang sudah diterapkan sebelum pelaksanaan pendidikan; (3) mengetahui tahap kematangan (maturity), perkembangan, serta perubahan anak didik; (4) mengetahui perbedaan-perbedaan individu anak didik; (5) memperhatikan pemahaman dan mengetahui hubungan-hubungan, dan kebebasan berfikir; (6) menjadikan proses pendidikan sebagai pengalaman yang menggembirakan bagi anak didik; dan (7) menegakkan contoh yang baik (uswatun hasanah).
Penjelasan tersebut diperkuat dengan pendapat Muhaimin dan Mujib (1993 : 232), menyatakan bahwa : tujuan diadakannya metode adalah menjadikan proses dan hasil belajar mengajar menjadi lebih baik berdaya guna dan menimbulkan kesadaran anak didik untuk mengamalkan ketentuan ajajaran agama (Islam) melalui teknik motivasi yang menimbulkan gairah belajar anak didik secara mantap.
Uraian tersebut di atas, menunjukkan bahwa fungsi metode pendidikan adalah mengarahkan keberhasilan belajar dan memberikan kemudahan kepada anak didik. Sedangkan, tugas utamanya adalah mengadakan aplikasi prinsip-prinsip psikologis dan pedagogis agar anak didik dapat menghayati, mengetahui, dan mengerti materi yang diajarkan. Selain itu, tugas utama dalam metode tersebut adalah membuat perubahan tingkah laku, sikap, minat anak didik kepada perubahan yang nyata.

c.         Aplikasi Metode Every One is Teacher Here dalam Pembelajaran
Penerapan metode every one is teacher here dimulai dari guru untuk mempersiapkan bahan pengajaran, berupa “bacaan” sesuai dengan Pokok Bahasan atau materi yang akan diajarkan.
Penerapan dari metode every one is teacher here yaitu dimulai guru memberikan bahan/sumber bacaan yang sesuai dengan pokok bahasan yang akan diajarkan. Siswa kemudian ditugaskan untuk membaca dan membuat sebuah pertanyaan dari materi/bahan yang sedang akan diajarkan.  Pertanyaan tersebut dibuat dalam suatu kartu yang sebelumnya telah kartu tersebut dituliskan nomor absensi siswa yang dipersiapkan oleh guru. Setelah selesai siswa membuat pertanyan, kartu pertanyaan (card quest) tersebut dikumpulkan untuk kemudian dibagikan kembali kepada siswa secara acak.
Selanjutnya, yaitu siswa dari masing-masing kelompok diberi tugas untuk melakukan presentasi dengan membaca pertanyaan dan menjawabnya, ditunjuk yang disesuaikan dengan nomor absensinya dan siswa lain diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan. Guru pada tahapan ini dapat mengevaluasi (memberikan penilaian).
Berdasarkan uraian tersebut, melalui strategi pembelajaran metode every one is teacher here, diharapkan siswa akan lebih bergairah dan senang dalam menerima pelajaran IPS yang pada gilirannya tujuan pembelajaran IPS dapat tercapai. Dengan demikian, melelui metode every one is teacher here tersebut, hasil yang diharapkan adalah :
1)   setiap diri masing-masing siswa berani mengemukakan pendapat (menyatakan dengan benar) melalui jawaban atas pertanyaan yang telah dibuatnya berdasarkan sumber bacaan yang diberikan;
2)   mampu mengemukakan pendapat melalui tulisan dan menyatakannya di depan kelas;
3)   miswa lain, yang berani mengemukakan pendapat dan menyatakan kesalahan jawaban dari kelompok lain yang disangga;
4)   terlatih dalam menyimpulkan masalah dan hasil kajian pada masalah yang dikaji.
3.    Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran yaitu suatu proses interaksi antara siswa dengan pengajar dan sumber belajar dalam suatu lingkungan. Pembelajaran merupakan bentuk bantuan yang diberikan pengajar supaya bisa terjadi proses mendapatkan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran serta tabiat, pembentukan sikap dan kepercayaan pada murid. Dapat dikatakan bahwa pembelajaran adalah proses untuk membantu murid supaya bisa belajar secara baik.
4.    Hasil Belajar
Menurut Winarno Surakhmad (dalam buku, Interaksi Belajar Mengajar, (Bandung: Jemmars, 1980:25)  hasil belajar siswa bagi kebanyakan orang berarti ulangan, ujian atau tes. Maksud ulangan tersebut ialah untuk memperoleh suatu indek dalam menentukan keberhasilan siswa.
Dari definisi di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar adalah prestasi belajar yang dicapai siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan membawa suatu perubahan dan pembentukan tingkah laku seseorang. Untuk menyatakan bahwa suatu proses belajar dapat dikatakan berhasil, setiap guru memiliki pandangan masing-masing sejalan dengan filsafatnya. Namun untuk menyamakan persepsi sebaiknya kita berpedoman pada kurikulum yang berlaku saat ini yang telah disempurnakan, antara lain bahwa suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila tujuan pembelajaran khususnya dapat dicapai.

G.      Lokasi, Metode, dan Desain Penelitian
1.    Lokasi Penelitian
Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan data kepada peneliti dalam melaksanakan penelitian merupakan sumber data. Adapun yang menjadi sumber data data dalam penelitian ini adalah:
1)   Lokasi penelitian: SD Negeri Bojongjati Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang.
2)   Waktu penelitian: Bulan Maret sampai Juni 2016 (Semester 2 tahun pelajaran 2015/2016).
3)   Subjek penelitian: Siswa Kelas III SD Negeri Bojongjati Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Kabupaten.
2.    Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik penelitian tindakan kelas (classroom action research). Dalam penelitian tindakan kelas, guru dapat meneliti sendiri terhadap praktek pembelajaran yang ia lakukan di kelas, melalui tindakan-tindakan yang direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi. Hal ini sesuai dengan karakteristik penelitian tindakan kelas yaitu adanya tindakan-tindakan (aksi) tertentu untuk memperbaiki proses belajar mengajar di kelas. Hal ini sejalan dengan pendapat Suyanto (Basrowi, 2008: 26) mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah suatu bentuk penelitian yang besifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar memperbaiki dan atau meningkatkan praktek-praktek pembelajaran secara lebih profesional.
Sedangkan menurut Hopkins (Basrowi, 2008: 26), classroom action research merupakan salah satu jenuis penelitian tindakan yang bersifat praktis sebab penelitian ini menyangkut kegiatan yang dipraktikan guru sehari-hari. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan penelitian praktis yang dilakukan di kelas dan bertujuan untuk memperbaiki praktek pembelajaran yang ada.
Stephen Corey (Yunus, 2009:105) mendefinisikan penelitian tindakan sebagai seperangkat yang bertujuan untuk memperbaiki dan mengevaluasi keputusan dan tindakan yang dilakukan dalam pelaksanaan tindakan tersebut.
Penelitian tindakan kelas juga digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis di mana keempat aspek, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi harus dipahami bukan sebagai langkah-langkah yang statisterselesaikan dengan sendirinya, tetapi lebih merupakan momen-momen dalam bentuk spiral yang menyangkut perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Kemiss & mcTaggart ( Basrowi, 2008 : 26 ).
3.    Desain Penelitian
Desain penelitian yang dipergunakan berbentuk siklus yang mengacu pada model kemmis dan Mc Taggrat. Siklus ini tidak hanya berlangsung satu kali, tetapi beberapa kali hingga tercapai tujuan yang diharapkan. Rencana penelitian tindakan kelas ini, terdiri dari 3 siklus. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai, seperti apa yang telah didesain dalam faktor yang diselidiki.
Desain yang dipergunakan dalam penelitian tindakan kelas ini berbentuk spiral atau siklus diambil dari Kemis dan MC Taggart yang terlihat pada gambar di bawah ini.
PTK Model Kemmis dan Mc Taggart
(Suharmi Arikunto, 2006:74)

Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga tahap pada satu siklus, apabila dalam tindakan kelas ini ditemukan kekurangan dan tidak terciptanya target yang telah ditentukan, maka ini ditemukan dan tidak tercapainya target yang telah ditentukan, maka diadakan perbaikan pada perencanaan dan pelaksanaan siklus berikutnya.
Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model spiral Kemmis dan Mc Taggart dengan melalui beberapa siklus tindakan dan terdiri dari empat komponen yaitu :
a. Rencana yaitu rencana tindakan apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki, meningkatkan atau perubahan perilaku dan sikap sebagai solusi. Pada tahap perencanaan dilakukan dengan menyusun perencanaan tindakan berdasarkan identifikasi masalah pada obeservasi awal sebelum penelitian dilaksanakan. Rencana tindakan ini mencakup semua langkah tindakan secara rinci pada tahap ini segala keperluan pelaksanaan peneliti tindakan kelas dipersiapkan mulai dari bahan ajar, rencana pembelajaran, metode dan strategi pembelajaran, pendekatan yang akan digunakan, subjek penelitian serta teknik dan instrumen observasi disesuaikan dengan rencana.
b. Tindakan yaitu apa yang dilakukan oleh guru atau peneliti sebagai upaya perbaikan, peningkatan atau perubahan yang diinginkan. Pelaksanaan tindakan disesuaikan dengan rencana yang telah dibuat sebelumya. Pelaksanaan tindakan merupakan proses kegiatan pembelajaran kelas sebagai realisasi dari teori dan strategi belajar mengajar yang telah disiapkan serta mengacu pada kurikulum yang berlaku, dan hasil yang diperoleh diharapkan dapat meningkatkan kerjasama peneliti dengan subjek penelitian sehingga dapat memberikan refleksi dan evaluasi terhadap apa yang terjadi di kelas.
c. Observasi yaitu mengamati atas hasil atau dampak dari tindakan yang dilaksanakan atau dikenakan terhadap siswa. Tahap observasi merupakan kegiatan pengamatan langsung terhadap pelaksanaan tindakan yang dilakukan dalam PTK. Tujuan pokok observasi adalah untuk mengetahui ada-tidaknya perubahan yang terjadi dengan adanya pelaksanaan tindakan yang sedang berlangsung.
d. Refleksi yaitu peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan atas hasil atau dampak dari tindakan dari berbagai kriteria. Berdasarhan hasil refleksi ini, peneliti bersama-sama guru dapat melakukan revisi perbaikan terhadap rencana awal. Melalui refleksi, guru akan dapat menetapkan apa yang telah dicapai, serta apa yang belum dicapai, serta apa yang perlu diperbaiki lagi dalam pembelajaran berikutnya. Oleh karena itu hasil dari tindakan perlu dikaji, dilihat dan direnungkan, baik itu dari segi proses pembelajaran antara guru dan siswa, metode, alat peraga maupun evaluasi.

H.  Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalarn penelitian ini dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1.    Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data. apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menentukan permasalahan yang harus diteliti. dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya kecil/sedikit. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur dan dapat dilakukan melalui tatap muka. Dalam penelitian ini peneliti mewawancarai siswa mengenai pembelajaran dengan menggunakan media realita yang telah dilakukan.
2.    Observasi
Observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Dalam penelitian ini observer mengobsen'asi guru dan siswa ketika proses pembelajaran berlangsung.
3.    Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi nerupakan merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen,baik dokumen terlulis,gambar maupun elektronik. Dokumen dalam penelitian ini berupa hasil laporan kerja siswa dan daftar nilai siswa.

I.     Teknik Pengolahan Data
Teknik yang digunakan penulis dalam pengolahan data ini dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, kodifikasi, dan kategori data. Pada tahap ini akan dikumpulkan data yang diperoleh dari barbagai instrument. Kemudian diberi kode tertentu sesuai dengan jenis dan sumbernya. Untuk memudahkan penyusunan kategori data dan perumusan sejumlah hipotesis mengenai rencana tindakan, peneliti akan melakukan interprestasi terhadap keseluruhan data penelitian.

J.        Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat untuk memperoleh data (Nana Sudjana, 1998: 58). Ada beberapa alat penelitian yang penulis persiapkan untuk mengumpulkan data. Alat penelitian meliputi sebagai berikut.
1. Instrumen Non-Tes
a. Angket
Angket adalah seperangkat peftanyaan atau pernyataan yang harus dijarvab atau dilengkapi oleh responden melalui sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk mengukur motivasi siswa. Untuk mendapatkan angket dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.
1)   Penyusunan angket
Berdasarkan indikator-indikator tersebut di atas maka disusun beberapa pefianyaan. Adapun pertanyaan itu dapat dikategorikan menjadi dua bagian yaitu yang bersifat positif dan bersifat negatif terhadap IPS. Untuk pernyataan bersifat positif diberikan skor masing-masing 4 untuk jawaban selalu (SL), skor 3 untuk iawaban sering (SR)" skor 2 untuk jawaban kadang-kadang (KK), skor I untuk jarvaban tidak pernah (TP). Untuk pernyataan yang bersifat negatif diberikan masing-masing skor 4 untuk jawaban tidak pemah (TP), skor 3 untuk jawaban kadang-kadang (KK). skor 2 untuk jawaban sering (SR). skor 1 untuk jawaban selalu (SL).
2)   Uji coba angket
Dalam mempersiapkan penelitian, dilakukan uji coba angket yang telah dibuat untuk mengetahui validitas dan reabilitas.
3)   Analisis uji coba angket
Setelah diiakukan uji coba angket. maka dianalisis item untuk mengetahui validitas dan reabilitasnya.
b. Jurnal
Jurnal adalah sebuah tulisan berupa karangan siswa mengenai kesan, pesan, atau aspirasinya terhadap pembelajaran yang dilakukan. Jurnal digunakan untuk mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran IPS dengan menggunakan media realita.
c. Lembar observasi
Lembar observasi merupakan lembar yang berisi daftar aspek-aspek pokok mengenai pengamatan terhadap sisw'a, guru. dan proses pembelajaran. Lembar observasi ini bermanfaat untuk mengetahui hal-hal yang tidak dapat diamati langsung oleh peneliti selama proses pembelajaran melalui metode Quantum Learning. Selain itu, lembar observasi ini juga digunakan untuk mengukur apakah pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan tahapan-tahapan pada pembelajaran yang menggunakan metode Quantum Learning.
2. Instrumen Tes
Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretes dan postes. Pretes diberikan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa mengenai materi Kenampakkan Alam di Lingkungan. Sedangkan postes diberikan di akhir penelitian untuk mengetahui hasil belaiar siswa dalam pembelajaran IPS materi Kenampakkan Alam di Lingkungan. Bentuk tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes subyektif (bentuk uraian). Hal ini dipilih dengan pertimbangan bahwa tes dengan tipe ini lebih mampu mengungkap pengetahuan siswa terhadap materi pelajaran.

K.  Teknis Analisis Data
Teknik analaisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kuantitatif.  Data kuantitatif merupakan data yang berupa angka atau bilangan, baik yang diperoleh dari hasil pengukuran maupun diperoleh dengan cara mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif. Contoh data kuantitatif: skor tes awal Tina untuk mata pelajaran matematika = 65, berat badan Tini 47 kg, panjang meja tulis 150 cm.
Dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan sudah jelas, yaitu diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam proposal. Karena adanya kuantitatif, maka teknik analisis data menggunakan metode statistik yang sudah tersedia. Misalnya akan menguji hipotesis hubungan antar dua variabel, bila datanya ordinal maka statistik yang digunakan adalah korelasi spearman rank, sedang bila datanya interval atau ratio digunakan korelasi pearson product moment. Bila akan menguji signifiknasi konparasi data dua sampel, datanya interval atau ratio digunakan t-test dua sampel, bila datanya nominal digunakan chi kuadrat. Selanjutnya bila akan menguji hipotesis konparatif lebih dari dua sampel datanya interval digunakan analisis varian.
Data kuantitif dalam PTK  umumnya berupa angka-angka sederhana, seperti nilai tes hasil belajar, disktribusi frekuensi, persentase, skor dari hasil angket, dan seterusnya.
Data kuantitatif dapat dianalisis secara deskriptif, antara lain dengan cara:
1.    menghitung jumlah;
2.    menghitung rata-rata (rerata);
3.    menghitung nilai persentase;
4.    membuat grafik.
Dengan menyajikan data kuantitatif dalam bentuk tabel atau grafik, dapat dengan mudah mendeskripsikan data yang diperoleh.











DAFTAR PUSTAKA


Suyitno, Amin, Petunjuk Praktis Penelitian Tindakan Kelas untuk Penyusunan Skripsi, Semarang: UNNES, 2005.









0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home