Proposal PTK Metode Everyone is Teacher Here (EITH)
A. Judul
Penerapan Metode Everyone is Teacher Here (EITH)
untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Materi Semangat Kerja (Penelitian
Tindakan Kelas pada Siswa Kelas III SD Negeri Bojongjati Kecamatan Jatinunggal
Kabupaten Sumedang Tahun Pelajaran 2015/2016).
B. Latar Belakang Masalah
Pembelajaran merupakan suatu
kegiatan yang kompleks. Pembelajaran pada hakekatnya tidak hanya sekedar
menyampaikan pesan pembelajaran kepada siswa, akan tetapi merupakan aktifitas
profesional yang menuntut guru untuk dapat menggunakan ketrampilan dasar
mengajar secara terpadu, serta menciptakan situasi dan kondisi yang
memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif dan efisien.
“Pembelajaran adalah suatu
kegiatan kompleks. Pembelajaran pada hakikatnya tidak hanya sekedar
menyampaikan pesan tetapi juga merupakan aktivitas profesional yang menuntut
guru dapat menggunakan ketrampilan dasar mengajar secara terpadu serta
menciptakan situasi efisien (Mashudi, Toha dkk, 2007 :3). Oleh karena itu dalam
pembelajaran guru perlu menciptakan suasana yang kondusif dan strategi belajar
yang menarik minat siswa.
Dalam pembelajaran IPS
selalu berkenaan dengan kehidupan manusia yang melibatkan segala macam tingkah
laku dan kebutuhannya. Ilmu Pengetahuan Sosial selalu melibatkan manusia untuk
berusaha memenuhi kebutuhan materinya, memenuhi kebutuhan budayanya, kebutuhan
kejiwaan, pemanfaatan sumber daya yang ada dan terbatas untuk bisa
mengatur kesejahteraan hidupnya. Sehingga dapat dikatakan yang menjadi ruang
lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial adalah manusia pada konteks sosialnya atau
manusia sebagai anggota masyarakat.
Mata pelajaran IPS di Sekolah Dasar marupakan
program pengajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik
agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi dimasyarakat, memilki sikap
mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil
mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya
sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala
program-program pelajaran IPS disekolah diorganisasikan secara baik.
Dalam kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) 2006 tercantum bahwa tujuan IPS adalah :
1.
Mengenal
konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
2.
Memilki
kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri,
memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial.
3.
Memilki
komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
4.
Memilki
kemampuan untuk berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat
yang majemuk, ditingkat lokal, nasional dan global.
Sedangkan tujuan khusus pengajaran IPS
disekolah dapat dikelompokkan menjadi empat komponen yaitu:
1.
Memberikan
kepada siswa pengetahuan tentang pengalaman manusia dalam kehidupan
bermasyarakat pada masa lalu, sekarang dan masa akan datang.
2.
Menolong
siswa untuk mengembangkan keterampilan (skill) untuk mencari dan mengolah
informasi.
3.
Menolong
siswa untuk mengembangkan nilai/ sikap demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.
4.
Menyediakan
kesempatan kepada siswa untuk mengambil bagian/ berperan serta dalam
bermasyarakat.
Dalam pembelajaran IPS SD
guru harus mampu menciptakan iklim belajar mengajar yang aktif, inovatif dan
kreatif. Guru adalah salah satu faktor yang sangat penting untuk mencapai hasil
guna proses pembelajaran. Dengan demikian diperlukan kepekaan dan kreativitas
guru dalam menerapkan dan mengembangkan prinsif-prinsif pembelajaran aktif.
Setelah dilaksanakanya
kegiatan observasi terhadap pembelajaran IPS materi Semangat Kerja pada siswa
Kelas III SD Bojongjati Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang, diperoleh
hasil bahwa sebagian besar siswa belum memperoleh nilai yang memuaskan. Oleh
karena itu saya akan melaksanakan perbaikan pembelajaran IPS materi Semangat
Kerja pada siswa Kelas III SD Negeri Bojongjati Kecamatan Jatinunggal Kabupaten
Sumedang.
C. Identifikasi, Pemecahan, dan Rumusan Masalah
1. Identifikasi
Masalah
Setelah melalui tahap refleksi mengenai
pembelajaran IPS materi Semangat Kerja yang dilakukan bersama teman sejawat,
teridentifikasi bahwa yang menjadi penyebab rendahnya hasil belajar siswa
adalah:
a.
Siswa
tidak aktif dalam proses pembelajaran.
b.
Siswa
tidak menjadi subjek dalam pembelajaran.
c.
Guru
hanya menggunakan metode ceramah.
d.
Guru
tidak membangkitkan minat belajar siswa.
2. Pemecahan
Masalah
Untuk mengatasi permasalahan di atas
diperlukan metode pembelajaran yang mampu meningkatkan proses pembelajaran siswa. Salah satu metode
pembelajaran yang sesuai untuk mengatasi permasalahan di atas adalah metode everyone is teacher here (EITH). Metode everyone is teacher here yaitu metode
yang dapat digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran siswa, dan dapat
disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pembelajaran pada berbagai
mata pelajaran, khususnya pencapaian tujuan yaitu meliputi aspek : kemampuan
mengemukakan pendapat, kemampuan menganalisa masalah, kemampuan menuliskan
pendapat-pendapatnya (kelompoknya) setelah melakukan pengamatan, kemampuan
menyimpulkan, dan lain-lain.
3. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang dan pemecahan
masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.
Bagaimana
aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS materi Semangat Keja dengan menerapkan metode
everyone is teacher here untuk
meningkatkan proses belajar siswa kelas III SD Negeri Bojongjati Kecamatan
Jatinunggal Kabupaten Sumedang?
2.
Apakah
terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Bojongjati Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang dalam pembelajaran IPS materi Semangat Kerja setelah diterapkannya
metode everyone is teacher here ?
D. Tujuan
Penelitian
Tujuan
dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.
Mendeskripsikan
pelaksanaan pembelajaran IPS materi Semangat Keja dengan menerapkan
metode everyone is teacher here untuk meningkatkan aktivitas
belajar siswa kelas III SD Negeri Bojongjati Kecamatan Jatinunggal Kabupaten
Sumedang?
2.
Mendeskripsikan
hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Bojongjati
Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang dalam pembelajaran IPS materi Semangat
Kerja setelah diterapkannya metode everyone is teacher here.
E. Manfaat
Penelitian
Adapaun manfaat yang dapat diperoleh dari
penelitian ini diantaranya adalah sebagai berikut.
1.
Bagi
penulis, penelitian ini dapat menambah pengalaman serta memperoleh pengetahuan
dalam penelitian yang berkaitan dengan penerapan metode everyone is teacher here
dalam upaya meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.
2.
Bagi
guru SD, penelitian ini diharapkan guru memiliki
kemampuan memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang
mendalam terhadap apa yang terjadi dikelasnya, guru dapat berkembang
dan meningkatkan kinerjanya secara profesional, guru mendapat
kesempatan untuk berperan aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan
keterampilan sendiri, dan guru akan merasa lebih percaya diri.
3.
Bagi sekolah, penelitian ini diharapka dapat mengembangkan
sekolah, khususnya bagi SD Negeri Bojongjati.
4.
Bagi
lembaga STKIP Sebelas April Sumedang, hasil penelitian ini diharapkan akan
menambah bahan pustaka sebagai bahan bacaan dan kajian mahasiswa lain dalam
upaya menambah wawasan ilmu pengetahuan.
5.
Bagi
peserta didik, dengan dilaksanakannya penelitian ini diharapkan dapat
meningkatkan hasil belajar.
F. Kajian
Pustaka
1. Meode
Pembelajaran
Metode menurut Djamaluddin dan Abdullah
Aly dalam Kapita Selekta Pendidikan Islam, (1999:114) berasal dari
kata meta berarti melalui, dan hodos jalan.
Jadi metode adalah jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu
tujuan. Sedangkan menurut Depag RI dalam buku Metodologi Pendidikan Agama
Islam (2001:19) Metode berarti cara kerja yang bersistem untuk
memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.
Menurut WJS. Poerwadarminta dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
(1999:767) Metode adalah cara yang telah teratur dan terpikir
baik-baik untuk mencapai suatu maksud. Berdasarkan definisi di atas,
penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa metode merupakan jalan atau cara yang
ditempuh seseorang untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Mengajar adalah suatu
usaha yang sangat kompleks, sehingga sulit
menentukan bagaimana sebenarnya mengajar yang baik. Metode adalah salah
satu alat untuk mencapai tujuan. Sedangkan
pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan
oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah
laku siswa berubah ke arah yang lebih baik (Darsono, 2000: 24). Menurut Ahmadi
(1997: 52) metode pembelajaran adalah suatu
pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang
dipergunakan oleh guru atau instruktur.
Pengertian lain mengatakan bahwa metode
pembelajaran merupakan teknik penyajian yang
dikuasai oleh guru untuk mengajar atau
menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di
dalam kelas, baik secara individual ataupun
secara kelompok agar pelajaran itu dapat
diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh
siswa dengan baik.
Adapun yang dimaksud pembelajaran Menurut
Gagne, Briggs, dan wagner dalam Udin S. Winataputra (2008) dalah serangkaian
kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada
siswa. Sedangkan menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pembelajaran
adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada
suatu lingkingan belajar.
Jadi pembelajaran merupakan proses
interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar
dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. Jadi dapat dikatakan
Teori belajar merupakan upaya untuk mendeskripsikan bagaimana manusia belajar,
sehingga membantu kita semua memahami proses inhern yang kompleks dari belajar.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan
bahwa yang dimaksud metode pembelajaran adalah cara atau jalan yang ditempuh
oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran
dapat dicapai. Dapat juga disimpulkan bahwa metode
pembelajaran adalah strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru
sebagai media untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan. Hal ini mendorong seorang guru untuk
mencari metode yang tepat dalam penyampaian materinya agar dapat
diserap dengan baik oleh siswa. Mengajar
secara efektif sangat bergantung pada pemilihan dan
penggunaan metode mengajar.
2. Meode
Pembelajaran Everyone
is Teacher Here
a. Pengertian
Metode everyone
is teacher here yaitu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan proses
pembelajaran siswa, dan dapat disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh
pembelajaran pada berbagai mata pelajaran, khususnya mencapaian tujuan yaitu
meliputi aspek : kemampuan mengemukakan pendapat, kemampuan menganalisa
masalah, kemampuan menuliskan pendapat-pendapatnya (kelompoknya) setelah
melakukan pengamatan, kemampuan menyimpulkan, dan lain-lain.
b.
Prinsip Pokok Metode Every One is Teacher Here
Dalam hal metode every one is a teacher here,
dikemukakan oleh Asy Syaibany yang dikutip oleh Muhamad Nurdin (2004 : 111),
menjelasakan bahwa :
terdapat tujuh prinsip pokok yang harus diterapkan oleh seorang guru dalam hal metode pengajaran, yaitu (1) mengetahui motivasi, kebutuhan, dan minat anak didiknya; (2) mengetahui tujuan pendidikan yang sudah diterapkan sebelum pelaksanaan pendidikan; (3) mengetahui tahap kematangan (maturity), perkembangan, serta perubahan anak didik; (4) mengetahui perbedaan-perbedaan individu anak didik; (5) memperhatikan pemahaman dan mengetahui hubungan-hubungan, dan kebebasan berfikir; (6) menjadikan proses pendidikan sebagai pengalaman yang menggembirakan bagi anak didik; dan (7) menegakkan contoh yang baik (uswatun hasanah).
terdapat tujuh prinsip pokok yang harus diterapkan oleh seorang guru dalam hal metode pengajaran, yaitu (1) mengetahui motivasi, kebutuhan, dan minat anak didiknya; (2) mengetahui tujuan pendidikan yang sudah diterapkan sebelum pelaksanaan pendidikan; (3) mengetahui tahap kematangan (maturity), perkembangan, serta perubahan anak didik; (4) mengetahui perbedaan-perbedaan individu anak didik; (5) memperhatikan pemahaman dan mengetahui hubungan-hubungan, dan kebebasan berfikir; (6) menjadikan proses pendidikan sebagai pengalaman yang menggembirakan bagi anak didik; dan (7) menegakkan contoh yang baik (uswatun hasanah).
Penjelasan tersebut diperkuat dengan pendapat
Muhaimin dan Mujib (1993 : 232), menyatakan bahwa : tujuan diadakannya metode
adalah menjadikan proses dan hasil belajar mengajar menjadi lebih baik berdaya
guna dan menimbulkan kesadaran anak didik untuk mengamalkan ketentuan ajajaran
agama (Islam) melalui teknik motivasi yang menimbulkan gairah belajar anak
didik secara mantap.
Uraian tersebut di atas, menunjukkan bahwa
fungsi metode pendidikan adalah mengarahkan keberhasilan belajar dan memberikan
kemudahan kepada anak didik. Sedangkan, tugas utamanya adalah mengadakan
aplikasi prinsip-prinsip psikologis dan pedagogis agar anak didik dapat
menghayati, mengetahui, dan mengerti materi yang diajarkan. Selain itu, tugas
utama dalam metode tersebut adalah membuat perubahan tingkah laku, sikap, minat
anak didik kepada perubahan yang nyata.
c.
Aplikasi Metode Every One is Teacher Here dalam Pembelajaran
Penerapan metode every one is teacher here dimulai dari guru untuk mempersiapkan
bahan pengajaran, berupa “bacaan” sesuai dengan Pokok Bahasan atau materi yang
akan diajarkan.
Penerapan dari metode every one is teacher here yaitu dimulai guru memberikan
bahan/sumber bacaan yang sesuai dengan pokok bahasan yang akan diajarkan. Siswa
kemudian ditugaskan untuk membaca dan membuat sebuah pertanyaan dari
materi/bahan yang sedang akan diajarkan. Pertanyaan tersebut dibuat dalam
suatu kartu yang sebelumnya telah kartu tersebut dituliskan nomor absensi siswa
yang dipersiapkan oleh guru. Setelah selesai siswa membuat pertanyan, kartu
pertanyaan (card quest) tersebut dikumpulkan untuk kemudian dibagikan kembali
kepada siswa secara acak.
Selanjutnya, yaitu siswa dari masing-masing
kelompok diberi tugas untuk melakukan presentasi dengan membaca pertanyaan dan
menjawabnya, ditunjuk yang disesuaikan dengan nomor absensinya dan siswa lain
diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan. Guru pada tahapan ini dapat mengevaluasi
(memberikan penilaian).
Berdasarkan uraian tersebut, melalui strategi
pembelajaran metode every one is teacher
here, diharapkan siswa akan lebih bergairah dan senang dalam menerima
pelajaran IPS yang pada gilirannya tujuan pembelajaran IPS dapat tercapai.
Dengan demikian, melelui metode every one
is teacher here tersebut, hasil yang diharapkan adalah :
1)
setiap
diri masing-masing siswa berani mengemukakan pendapat (menyatakan dengan benar)
melalui jawaban atas pertanyaan yang telah dibuatnya berdasarkan sumber bacaan
yang diberikan;
2)
mampu
mengemukakan pendapat melalui tulisan dan menyatakannya di depan kelas;
3)
miswa
lain, yang berani mengemukakan pendapat dan menyatakan kesalahan jawaban dari kelompok
lain yang disangga;
4)
terlatih
dalam menyimpulkan masalah dan hasil kajian pada masalah yang dikaji.
3. Proses
Pembelajaran
Proses pembelajaran yaitu
suatu proses interaksi antara siswa dengan pengajar dan sumber belajar dalam
suatu lingkungan. Pembelajaran merupakan bentuk bantuan yang diberikan pengajar
supaya bisa terjadi proses mendapatkan ilmu dan pengetahuan, penguasaan
kemahiran serta tabiat, pembentukan sikap dan kepercayaan pada murid. Dapat
dikatakan bahwa pembelajaran adalah proses untuk membantu murid supaya bisa
belajar secara baik.
4. Hasil
Belajar
Menurut Winarno Surakhmad (dalam
buku, Interaksi Belajar Mengajar, (Bandung: Jemmars,
1980:25) hasil belajar siswa bagi kebanyakan orang berarti
ulangan, ujian atau tes. Maksud ulangan tersebut ialah untuk memperoleh suatu
indek dalam menentukan keberhasilan siswa.
Dari definisi di atas, maka dapat diambil
kesimpulan bahwa hasil belajar adalah prestasi belajar yang dicapai
siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan membawa suatu perubahan dan
pembentukan tingkah laku seseorang. Untuk menyatakan bahwa suatu proses belajar
dapat dikatakan berhasil, setiap guru memiliki pandangan masing-masing sejalan
dengan filsafatnya. Namun untuk menyamakan persepsi sebaiknya kita berpedoman
pada kurikulum yang berlaku saat ini yang telah disempurnakan, antara lain
bahwa suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pembelajaran dinyatakan
berhasil apabila tujuan pembelajaran khususnya dapat dicapai.
G. Lokasi,
Metode, dan Desain Penelitian
1. Lokasi
Penelitian
Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat
memberikan data kepada peneliti dalam melaksanakan penelitian merupakan sumber
data. Adapun yang menjadi sumber data data dalam penelitian ini adalah:
1)
Lokasi
penelitian: SD Negeri Bojongjati Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang.
2)
Waktu
penelitian: Bulan Maret sampai Juni 2016 (Semester 2 tahun pelajaran
2015/2016).
3)
Subjek
penelitian: Siswa Kelas III SD Negeri Bojongjati Kecamatan Jatinunggal
Kabupaten Kabupaten.
2. Metode
Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode kualitatif dengan teknik penelitian tindakan kelas (classroom action research). Dalam
penelitian tindakan kelas, guru dapat meneliti sendiri terhadap praktek
pembelajaran yang ia lakukan di kelas, melalui tindakan-tindakan yang
direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi. Hal ini sesuai dengan karakteristik
penelitian tindakan kelas yaitu adanya tindakan-tindakan (aksi) tertentu untuk
memperbaiki proses belajar mengajar di kelas. Hal ini sejalan dengan pendapat
Suyanto (Basrowi, 2008: 26) mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah
suatu bentuk penelitian yang besifat reflektif dengan melakukan
tindakan-tindakan tertentu agar memperbaiki dan atau meningkatkan
praktek-praktek pembelajaran secara lebih profesional.
Sedangkan menurut Hopkins (Basrowi, 2008:
26), classroom action research merupakan salah satu jenuis
penelitian tindakan yang bersifat praktis sebab penelitian ini menyangkut
kegiatan yang dipraktikan guru sehari-hari. Secara singkat dapat disimpulkan
bahwa penelitian tindakan kelas merupakan penelitian praktis yang dilakukan di
kelas dan bertujuan untuk memperbaiki praktek pembelajaran yang ada.
Stephen Corey (Yunus, 2009:105)
mendefinisikan penelitian tindakan sebagai seperangkat yang bertujuan untuk
memperbaiki dan mengevaluasi keputusan dan tindakan yang dilakukan dalam
pelaksanaan tindakan tersebut.
Penelitian tindakan kelas juga digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis di mana keempat aspek, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi harus dipahami bukan sebagai langkah-langkah yang statisterselesaikan dengan sendirinya, tetapi lebih merupakan momen-momen dalam bentuk spiral yang menyangkut perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Kemiss & mcTaggart ( Basrowi, 2008 : 26 ).
Penelitian tindakan kelas juga digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis di mana keempat aspek, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi harus dipahami bukan sebagai langkah-langkah yang statisterselesaikan dengan sendirinya, tetapi lebih merupakan momen-momen dalam bentuk spiral yang menyangkut perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Kemiss & mcTaggart ( Basrowi, 2008 : 26 ).
3. Desain
Penelitian
Desain penelitian yang dipergunakan berbentuk
siklus yang mengacu pada model kemmis dan Mc Taggrat. Siklus ini tidak hanya
berlangsung satu kali, tetapi beberapa kali hingga tercapai tujuan yang
diharapkan. Rencana penelitian tindakan kelas ini, terdiri dari 3 siklus. Tiap
siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai, seperti apa
yang telah didesain dalam faktor yang diselidiki.
Desain yang dipergunakan dalam penelitian
tindakan kelas ini berbentuk spiral atau siklus diambil dari Kemis dan MC
Taggart yang terlihat pada gambar di bawah ini.
PTK Model Kemmis dan Mc Taggart
(Suharmi Arikunto, 2006:74)
Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari
tiga tahap pada satu siklus, apabila dalam tindakan kelas ini ditemukan
kekurangan dan tidak terciptanya target yang telah ditentukan, maka ini
ditemukan dan tidak tercapainya target yang telah ditentukan, maka diadakan
perbaikan pada perencanaan dan pelaksanaan siklus berikutnya.
Model yang digunakan dalam penelitian ini
adalah model spiral Kemmis dan Mc Taggart dengan melalui beberapa siklus
tindakan dan terdiri dari empat komponen yaitu :
a.
Rencana yaitu rencana tindakan apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki,
meningkatkan atau perubahan perilaku dan sikap sebagai solusi. Pada tahap
perencanaan dilakukan dengan menyusun perencanaan tindakan berdasarkan
identifikasi masalah pada obeservasi awal sebelum penelitian dilaksanakan.
Rencana tindakan ini mencakup semua langkah tindakan secara rinci pada tahap
ini segala keperluan pelaksanaan peneliti tindakan kelas dipersiapkan mulai
dari bahan ajar, rencana pembelajaran, metode dan strategi pembelajaran,
pendekatan yang akan digunakan, subjek penelitian serta teknik dan instrumen
observasi disesuaikan dengan rencana.
b.
Tindakan yaitu apa yang dilakukan oleh guru atau peneliti sebagai upaya
perbaikan, peningkatan atau perubahan yang diinginkan. Pelaksanaan tindakan
disesuaikan dengan rencana yang telah dibuat sebelumya. Pelaksanaan tindakan
merupakan proses kegiatan pembelajaran kelas sebagai realisasi dari teori dan
strategi belajar mengajar yang telah disiapkan serta mengacu pada kurikulum
yang berlaku, dan hasil yang diperoleh diharapkan dapat meningkatkan kerjasama
peneliti dengan subjek penelitian sehingga dapat memberikan refleksi dan
evaluasi terhadap apa yang terjadi di kelas.
c.
Observasi yaitu mengamati atas hasil atau dampak dari tindakan yang
dilaksanakan atau dikenakan terhadap siswa. Tahap observasi merupakan kegiatan
pengamatan langsung terhadap pelaksanaan tindakan yang dilakukan dalam PTK.
Tujuan pokok observasi adalah untuk mengetahui ada-tidaknya perubahan yang
terjadi dengan adanya pelaksanaan tindakan yang sedang berlangsung.
d.
Refleksi yaitu peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan atas hasil atau
dampak dari tindakan dari berbagai kriteria. Berdasarhan hasil refleksi ini,
peneliti bersama-sama guru dapat melakukan revisi perbaikan terhadap rencana
awal. Melalui refleksi, guru akan dapat menetapkan apa yang telah dicapai, serta
apa yang belum dicapai, serta apa yang perlu diperbaiki lagi dalam pembelajaran
berikutnya. Oleh karena itu hasil dari tindakan perlu dikaji, dilihat dan
direnungkan, baik itu dari segi proses pembelajaran antara guru dan siswa,
metode, alat peraga maupun evaluasi.
H. Teknik
Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalarn penelitian ini
dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1. Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik
pengumpulan data. apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk
menentukan permasalahan yang harus diteliti. dan juga apabila peneliti ingin
mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya
kecil/sedikit. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak
terstruktur dan dapat dilakukan melalui tatap muka. Dalam penelitian ini
peneliti mewawancarai siswa mengenai pembelajaran dengan menggunakan media
realita yang telah dilakukan.
2. Observasi
Observasi atau pengamatan merupakan suatu
teknik atau cara mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan terhadap
kegiatan yang sedang berlangsung. Dalam penelitian ini observer mengobsen'asi
guru dan siswa ketika proses pembelajaran berlangsung.
3. Studi
Dokumentasi
Studi dokumentasi nerupakan merupakan suatu
teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen,baik
dokumen terlulis,gambar maupun elektronik. Dokumen dalam penelitian ini berupa
hasil laporan kerja siswa dan daftar nilai siswa.
I. Teknik
Pengolahan Data
Teknik yang digunakan penulis dalam
pengolahan data ini dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, kodifikasi, dan
kategori data. Pada tahap ini akan dikumpulkan data yang diperoleh dari
barbagai instrument. Kemudian diberi kode tertentu sesuai dengan jenis dan
sumbernya. Untuk memudahkan penyusunan kategori data dan perumusan sejumlah
hipotesis mengenai rencana tindakan, peneliti akan melakukan interprestasi
terhadap keseluruhan data penelitian.
J.
Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat untuk
memperoleh data (Nana Sudjana, 1998: 58). Ada beberapa alat penelitian yang
penulis persiapkan untuk mengumpulkan data. Alat penelitian meliputi sebagai
berikut.
1.
Instrumen Non-Tes
a. Angket
Angket adalah seperangkat peftanyaan atau
pernyataan yang harus dijarvab atau dilengkapi oleh responden melalui sejumlah
pernyataan tertulis yang digunakan untuk mengukur motivasi siswa. Untuk
mendapatkan angket dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.
1)
Penyusunan
angket
Berdasarkan indikator-indikator tersebut di
atas maka disusun beberapa pefianyaan. Adapun pertanyaan itu dapat
dikategorikan menjadi dua bagian yaitu yang bersifat positif dan bersifat
negatif terhadap IPS. Untuk pernyataan bersifat positif diberikan skor
masing-masing 4 untuk jawaban selalu (SL), skor 3 untuk iawaban sering
(SR)" skor 2 untuk jawaban kadang-kadang (KK), skor I untuk jarvaban tidak
pernah (TP). Untuk pernyataan yang bersifat negatif diberikan masing-masing
skor 4 untuk jawaban tidak pemah (TP), skor 3 untuk jawaban kadang-kadang (KK).
skor 2 untuk jawaban sering (SR). skor 1 untuk jawaban selalu (SL).
2)
Uji
coba angket
Dalam mempersiapkan penelitian, dilakukan uji
coba angket yang telah dibuat untuk mengetahui validitas dan reabilitas.
3)
Analisis
uji coba angket
Setelah diiakukan uji coba angket. maka
dianalisis item untuk mengetahui validitas dan reabilitasnya.
b. Jurnal
Jurnal adalah sebuah tulisan berupa karangan
siswa mengenai kesan, pesan, atau aspirasinya terhadap pembelajaran yang
dilakukan. Jurnal digunakan untuk mengetahui respons siswa terhadap
pembelajaran IPS dengan menggunakan media realita.
c. Lembar observasi
Lembar observasi merupakan lembar yang berisi
daftar aspek-aspek pokok mengenai pengamatan terhadap sisw'a, guru. dan proses
pembelajaran. Lembar observasi ini bermanfaat untuk mengetahui hal-hal yang
tidak dapat diamati langsung oleh peneliti selama proses pembelajaran melalui
metode Quantum Learning. Selain itu, lembar observasi ini juga digunakan untuk
mengukur apakah pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan tahapan-tahapan pada
pembelajaran yang menggunakan metode Quantum Learning.
2.
Instrumen Tes
Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian
ini adalah pretes dan postes. Pretes diberikan untuk mengetahui pengetahuan
awal siswa mengenai materi Kenampakkan Alam di Lingkungan. Sedangkan postes
diberikan di akhir penelitian untuk mengetahui hasil belaiar siswa dalam
pembelajaran IPS materi Kenampakkan Alam di Lingkungan. Bentuk tes yang
digunakan dalam penelitian ini adalah tes subyektif (bentuk uraian). Hal ini
dipilih dengan pertimbangan bahwa tes dengan tipe ini lebih mampu mengungkap
pengetahuan siswa terhadap materi pelajaran.
K. Teknis
Analisis Data
Teknik analaisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah teknik analisis data kuantitatif. Data kuantitatif merupakan data yang berupa
angka atau bilangan, baik yang diperoleh dari hasil pengukuran maupun diperoleh
dengan cara mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif. Contoh data
kuantitatif: skor tes awal Tina untuk mata pelajaran matematika = 65, berat
badan Tini 47 kg, panjang meja tulis 150 cm.
Dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis
data yang digunakan sudah jelas, yaitu diarahkan untuk menjawab rumusan masalah
atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam proposal. Karena adanya kuantitatif,
maka teknik analisis data menggunakan metode statistik yang sudah tersedia.
Misalnya akan menguji hipotesis hubungan antar dua variabel, bila datanya
ordinal maka statistik yang digunakan adalah korelasi spearman rank, sedang
bila datanya interval atau ratio digunakan korelasi pearson product moment.
Bila akan menguji signifiknasi konparasi data dua sampel, datanya interval atau
ratio digunakan t-test dua sampel, bila datanya nominal digunakan chi kuadrat.
Selanjutnya bila akan menguji hipotesis konparatif lebih dari dua sampel
datanya interval digunakan analisis varian.
Data kuantitif dalam PTK umumnya berupa
angka-angka sederhana, seperti nilai tes hasil belajar, disktribusi frekuensi,
persentase, skor dari hasil angket, dan seterusnya.
Data kuantitatif dapat dianalisis secara
deskriptif, antara lain dengan cara:
1.
menghitung
jumlah;
2.
menghitung
rata-rata (rerata);
3.
menghitung
nilai persentase;
4.
membuat
grafik.
Dengan menyajikan data kuantitatif dalam
bentuk tabel atau grafik, dapat dengan mudah mendeskripsikan data yang
diperoleh.
DAFTAR PUSTAKA
Suyitno, Amin,
Petunjuk Praktis Penelitian Tindakan Kelas untuk Penyusunan Skripsi, Semarang:
UNNES, 2005.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home