Wednesday, November 9, 2016

Makalah Sosiologi Sebagai Ilmu

BAB I
PENDAHULUAN
  
1.1 Latar Belakang
Sosiologi adalah pengetahuan yang relative baru dibandingkan dengan ilmu-ilmu sosial lainnya. Sosiologi mempelajari banyak tentang masyarakat dan kegiatan yang ia lakukan. Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum. Dengan itu kita harus mempelajari tentang sosiologi dengan baik agar dapat mengetahui lebih dalam tentang masyarakat.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan sosiologi?
2. Bagaimanakah sejarah sosiologi sebagai ilmu?
3. Apa sajakah manfaat ilmu sosiologi?













BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian  Sosiologi
Istilah sosiologi pertama kali dicetuskan oleh seorang filsuf asal Perancis bernama Auguste Comte dalam bukunya Cours de la Philosovie Positive. Orang yang dikenal dengan bapak sosilogi tersebut  menyebut sosiolog adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Kata sosiologi sebenarnya berasal dari bahasa Latin yaitu 'socius' yang berarti teman atau kawan dan 'logos' yang berarti ilmu pengetahuan.
Disebutkan oleh Auguste Comte di atas yang menyatakan sosiologi merupakan ilmu pengetahuan. Sebuah pengetahuan dikatakan sebagai ilmu apabila mengembangkan suatu kerangka pengetahuan yang tersusun dan teruji yang didasarkan pada penelitian yang ilmiah. Sosiologi dapat dikatakan sebagai ilmu sejauh sosiologi mendasarkan penelaahannya pada bukti-bukti ilmiah dan metode-metode ilmiah.
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari jaringan hubungan antara manusia dalam bermasyarakat. Sedangkan secara luas sosiologi merupakan ilmu pengetahuan tentang masyarakat dimana sosiologi mempelajari masyarakat sebagai kompleks kekuatan, hubugan, jaraingan iteraksi, serta sebagai kompleks lembaga/penata.
Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli
Berikut di bawah ini merupakan pengertian sosiologi menurut para ahli sosiologi, yaitu sebagai berikut:
1.    Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi
Dalam bukunya berjudul Setangkai Bunga Sosiologi; Sosiologi sebagai ilmu masyarakat mempelajari tentang struktur sosial yakni keseluruhan jalinan sosial antara unsur-unsur sosial yang pokok, seperti kaidah-kaidah sosial, ke-lompok-kelompok dan lapisan-lapisan sosial. Sosiologi juga mempelajari proses sosial yaitu pengaruh timbal balik antara pel-bagai segi kehidupan bersama. Contoh hubungan timbal balik antara kehidupan agama dan kehidupan politik, hubungan timbalbalik antara kehidupan agama dan segi kehidupan ekonomi.


2.    P.J. Bouman
Dalam bukunya Sociologie Begrien en Problemen, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sosial antar sesama manusia (individu-individu), antar individu dengan kelompok, sifat dan perubahan-perubahan, lembaga-lembaga serta ide-ide sosial.
3. Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
4. Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
5. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.    
6. J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
7. Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
8. Paul B. Horton
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
9. Soejono Soekanto
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.



10. William Kornblum
Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.    
11. Allan Jhonson
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut memengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya memengaruhi sistem tersebut.

2.2 Sejarah Perkembangan Sosiologi
Sejarah Perkembangan Sosiologi di Dunia
Kita mungkin bertanya bagaimana perkembangan sosiologi hingga mencapai bentuknya seperti sekarang. Sosiologi awalnya menjadi bagian dari filsafat sosial. llmu ini membahas tentang masyarakat. Namun saat itu, pembahasan tentang masyarakat hanya berkisar pada hal-hal yang menarik perhatian umum saja, seperti perang, ketegangan atau konflik sosial, dan kekuasaan dalam kelas-kelas penguasa. Dalam perkembangan selanjutnya, pembahasan tentang masyarakat meningkat pada cakupan yang Iebih mendalam yakni menyangkut susunan kehidupan yang diharapkan dan norma-norma yang harus ditaati oleh seluruh anggota masyarakat. Sejak itu. berkembanglah suatu kajian baru tentang masyarakat yang disebut sosiologi.
Menurut Berger dan Berger, sosiologi berkembang menjadi ilmu yang berdiri sendiri karena adanya ancaman terhadap tatanan sosial yang selama ini dianggap sudah seharusnya demikian nyata dan benar. L Laeyendecker mengidentifikasi ancaman tersebut meliputi:
  • terjadinya dua revolusi, yakni revolusi industri dan revolusi Prancis,
  • tumhuhnya kapitalisme pada akhir abad ke-15,
  • peruhahan di bidang sosial dan politik,
  • perubahan yang teijadi akibat gerakan reformasi yang dicetuskan Martin Luther.
  • meningkatnya individualisme, lahirnya ilmu pengetahuan modern.
  • berkembangnva kepercayaan pada diri sendiri.
Menurut Laeyendecker, ancaman-ancaman tersebut menyebabkan perubuhan-perubahan jangka panjang yang ketika itu sangat mengguncang masyarakat Eropa dan seakan membangunkannya setelah terlena beberapa abad. Auguste Comte, seorang filsuf Prancis. melihat perubahan-perubahan tersebut tidak saja bersifat positif seperti berkembangnva demokratisasi dalam masyarakat. tetapi juga berdampak negatif. Salah satu dampak negatif tersebut adalah terjadinya konflik antarkelas dalam masyarakat. Menurut Comte, konflik-konflik tersebut terjadi karena hilangnva norma atau pegangan (normless) bagi masvarakat dalam bertindak. Comte berkaca dari apa yang terjadi dalam masyarakat Prancis ketika itu (abad ke-19). Setelah pecahnva Revolusi Prancis, masyarakat Prancis dilanda konflik antarkelas. Comte melihat hat itu terjadi karena masyarakat tidak lagi mengetahui bagaimana mengatasi perubahan akibat revolusi dan hukum-hukum apa saja yang dapat dipakai untuk mengatur tatanan sosial masyarakat
Oleh karena itu, Comte menyarankan agar semua penelitian tentang masyarakat ditingkatkan menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri. Comte membayangkan suatu penemuan hukum-hukum yang dapat mengatur gejala-gejala sosial. Namun. Comte belum berhasil rnengembangkan hukum-hukum sosial tersebut menjadi sebuah ilmu. Ia hanya memberi istilah bagi ilmu yang akan lahir itu dengan istilah sosiologi. Sosiologi baru berkembang menjadi sebuah ilmu setelah Emile Durkheim mengembangkan metodologi sosiologi melalui bukunya Rules Of Sosiological Method. Meskipun demikian, atas jasanva terhadap lahirnya sosiologi, Auguste Comte tetap disebut sebagai Bapak Sosiologi. Meskipun Comte mendapatakan istiiah Sosiologi, Herbert Spencer-lah yang mempopulerkan istilah tersebut melalui buku Principles of Sociology. Di dalam buku tersebut, Spencer mengembangkan sistem penelitian tentang masyarakat. Ia menerapkan teori evolusi organik pada masyarakat manusia dan mengembangkan teori besar tentang evolusi sosial yang diterima secara luas di masyarakat. Menurut Comte, suatu organ akan lebih sempurna jika organ itu bertambah kompleks karena ada diferensiasi (proses pembedaan) di dalam bagian-bagiannya. Spencer melihat masyarakat sebagai sebuah system yang tersusun atas bagian-bagian yang saling bergantung sebagaimana pada organisme hidup. Evolusi dan perkembangan sosial pada dasarnya akan berarti jika ada peningkatan diferensiasi dan integrasi, peningkatan pembagian kerja, dan suatu transisi dan homogen ke heterogen dan kondisi yang sederhana ke yang kompleks. Setelah buku Spencer tersebut terbit, sosiologi kemudian berkembang dengan pesat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Sejarah Perkembangan Sosiologi di Indonesia
Sejarah ilmu Sosiologi di Indonesia sebenarnya telah berkembang sejak zaman dahulu. Walaupun tidak mempelajari sosiologi sebagal ilmu pengetahuan, para pujangga dan tokoh bangsa Indonesia telah banyak memasukkan unsur-unsur sosiologi dalam ajaran-ajaran mereka. Sri Paduka Mangkunegoro IV, misalnva, telah memasukkan unsur tata hubungan manusia pada berbagai golongan yang berbeda (intergroup relation) dalam ajaran Wulang Reh. Selanjutnya,Ki Hadjar Dewantara yang dikenal sebagai peletak dasar pendidikan nasional Indonesia banyak mempraktikkan konsep-konsep penting sosiologi seperti kepemimpinan dan kekeluargaan dalam proses pendidikan di Taman Siswa yang didirikannya. Hal yang sama dapat juga kita selidiki dan berbagai karya tentang Indonesia yang ditulis oleh beberapa orang Belanda seperti Snouck Hurgronje dan Van Volenhaven sekitar abad 19. Mereka menggunakan unsur-unsur sosiologi sebagai kerangka berpikir untuk memahami masyarakat Indonesia. Snouck Hurgronje, misalnya, menggunakan pendekatan sosiologis untuk memahami masyarakat Aceh yang hasilnya dipergunakan oleh pemerintah Belanda untuk menguasai daerah tersebut.
Dari uraian di atas terlihat bahwa sejarah sosiologi di Indonesia pada awalnya, yakni sebelum Perang Dunia II hanya dianggap sebagal ilmu pembantu bagi ilmu-ilmu pengetahuan Iainnya. Dengan kata lain, sosiologi belum dianggap cukup penting untuk dipelajari dan digunakan sebagai ilmu pengetahuan, yang terlepas dari ilmu-ilmu pengetahuan yang lain. Secara formal, Sekolah Tinggi Hukum (Rechtsshogeschool) di Jakarta pada waktu itu menjadi satu-satunya lembaga perguruan tinggi yang mengajarkan mata kuliah sosiologi di Indonesia walaupun hanya sebagai pelengkap mata kuliah ilmu hukum. Namun, seiring perjalanan waktu, mata kuliah tersebut kemudian ditiadakan dengan alasan bahwa pengetahuan tentang bentuk dan susunan masyarakat beserta proses-proses yang terjadi di dalamnya tidak diperlukan dalam pelajaran hukum. Dalam pandangan mereka, yang perlu diketahui hanyalah perumusan peraturannya dan sistem-sistem untuk menafsirkannya. Sementara, penyebab terjadinya sebuah peraturan dan tujuan sebuah peraturan dianggap tidaklah penting
Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, sosiologi di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Adalah Soenario Kolopaking yang pertama kali memberikan kuliah sosiologi dalam bahasa Indonesia pada tahun 1948 di Akademi Ilmu Politik Yogyakarta (sekarang menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM). Akibatnya, sosiologi mulai mendapat tempat dalam insan akademisi di Indonesia apalagi setelah semakin terbukanya kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menuntut ilmu di luar negeri sejak tahun 1950. Banyak para pelajar Indonesia yang khusus memperdalam sosiologi di luar negeri, kemudian mengajarkan ilmu itu di Indonesia. Buku sosiologi dalam bahasa Indonesia pertama kali diterbitkan oleh Djody Gondokusumo dengan judul Sosiologi Indonesia yang memuat beberapa pengertian mendasar dari sosiologi. Kehadiran buku ini mendapat sambutan balk dan golongan terpelajar di Indonesia mengingat situasi revolusi yang terjadi saat itu. Buku ini seakan mengobati kehausan mereka akan ilmu yang dapat membantu mereka dalam usaha memahami perubahan-perubahan yang terjadi demikian cepat dalam masyarakat Indonesia saat itu. Selepas itu, muncul buku sosiologi yang diterbitkan oleh Bardosono yang merupakan sebuah diktat kuliah sosiologi yang ditulis oleh seorang mahasiswa.

2.3 Manfaat Ilmu Sosiologi
1.        Menambah pengetahuan tentarng kebhinekaan sosial serta keberagaman budaya yang menyangkut sistem nilai dan norma, adat istiadat, keseniaan, dan unsure-unsur budaya lainnya. Dengan mempelajari sosiologi, kita akan memperoleh pengetahuan tentang macam-macam karakteristik sosial individu maupun kelompok individu dalam masyarakat.
2.        Sosiologi bermanfat menumbuhkan kepekaan masyarakat terhadap toleransi sosial dalam kehidupan sehari-hari, sehingga akan terwujud masyarakat yang saling mengerti.
3.        Dengan mempelajari sosiologi, kita dapat melihat dengan jelas diri kita baik sebagai individu maupun anggota dalam masyarakat.
4.        Sosiologi membantu setiap masyarakat tentang tempat kita dalam masyarakat maupun budaya lain yang belum diketahui.
5.        Sosiologi membantu masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan tentang berbagai bentuk interaksi masyarakat.
6.        Sosiologi membantu masyarakat untuk mengontrol dan mengendalkan tindakan dan perilaku pada tiap-tiap interaksi masyarakat.
7.        Sosiologi juga diharapkan mampu membuat masyarakat semakin mengerti norma, tradisi, keyakinan, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat lain serta mampu memahami perbedaan-perbedaan uang ada pada masyarakat.
8.        Pengetahuan sosiologi bermanfaat untuk menghindari konflik sosial terutama konflik antargolongan, antarsuku, maupun antarras.
9.        Sosiologi bermanfaat untuk menghindari dominasi sosial misalnya: dominasi politik, dominasi ekonomi, maupun dominasi kebudayaan.
10.    Sosiologi juga bermanfaat untuk meningkatkan integritas nasional terutama Indonesia yang memiliki kemajemukan bangsa. Dengan sosiologi diharapkan mampu meningkatkan rasa saling pengertian atar sukubagsa dan kerjasama yang erat diantara unsur-unsur sosial yang berbeda.
11.    Sosiologi sebagai interaksi sosial yang merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang didalamnya menyangkut hubungan antara individu, kelompok maupun individu dengan kelompok.
12.    Sosiologi dalam masyarakat bermanfaat sebagai ahli riset. Para sosiolog melakukan riset ilmiah untuk mencari data tentang kehidupan sosial suatu masyarakat. Dari hasil penelitian tersebut sosiolog harus menghasilkan kebenaran-kebenaran agar dampak dampak negatif dalam masyarakat bisa dihindari.
13.    Sosiologi sebagai konsultn kebijakan, artinya sosiologi dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan-kebijakan sosial yang mungkin terjadi dalam masyarakat.
14.    Sebagai generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa, sosiologi akan membuat kita lebih tanggap, kritis, dan rasional menghadapi gejala – gejala sosial dalam masyarakat yang semakin kompleks, serta mampu mengambil sikap dan tindakan yang tepat dan akurat terhadap situasi sosial yang dihadapi sehari-hari.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Istilah sosiologi pertama kali dicetuskan oleh seorang filsuf asal Perancis bernama Auguste Comte dalam bukunya Cours de la Philosovie Positive. Orang yang dikenal dengan bapak sosilogi tersebut  menyebut sosiolog adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Kata sosiologi sebenarnya berasal dari bahasa Latin yaitu 'socius' yang berarti teman atau kawan dan 'logos' yang berarti ilmu pengetahuan.
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari jaringan hubungan antara manusia dalam bermasyarakat. Sedangkan secara luas sosiologi merupakan ilmu pengetahuan tentang masyarakat dimana sosiologi mempelajari masyarakat sebagai kompleks kekuatan, hubugan, jaraingan iteraksi, serta sebagai kompleks lembaga/penata.
Manfaat Ilmu Sosiologi diantaranya adalah:
1.        Menambah pengetahuan tentarng kebhinekaan sosial serta keberagaman budaya yang menyangkut sistem nilai dan norma, adat istiadat, keseniaan, dan unsure-unsur budaya lainnya. Dengan mempelajari sosiologi, kita akan memperoleh pengetahuan tentang macam-macam karakteristik sosial individu maupun kelompok individu dalam masyarakat.
2.        Sosiologi bermanfat menumbuhkan kepekaan masyarakat terhadap toleransi sosial dalam kehidupan sehari-hari, sehingga akan terwujud masyarakat yang saling mengerti.
3.        Dengan mempelajari sosiologi, kita dapat melihat dengan jelas diri kita baik sebagai individu maupun anggota dalam masyarakat.
4.        Sosiologi membantu setiap masyarakat tentang tempat kita dalam masyarakat maupun budaya lain yang belum diketahui.
5.        Sosiologi membantu masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan tentang berbagai bentuk interaksi masyarakat.
6.        Sosiologi membantu masyarakat untuk mengontrol dan mengendalkan tindakan dan perilaku pada tiap-tiap interaksi masyarakat.
7.        Sosiologi juga diharapkan mampu membuat masyarakat semakin mengerti norma, tradisi, keyakinan, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat lain serta mampu memahami perbedaan-perbedaan uang ada pada masyarakat.
8.        Pengetahuan sosiologi bermanfaat untuk menghindari konflik sosial terutama konflik antargolongan, antarsuku, maupun antarras.
9.        Sosiologi bermanfaat untuk menghindari dominasi sosial misalnya: dominasi politik, dominasi ekonomi, maupun dominasi kebudayaan.
10.    Sosiologi juga bermanfaat untuk meningkatkan integritas nasional terutama Indonesia yang memiliki kemajemukan bangsa. Dengan sosiologi diharapkan mampu meningkatkan rasa saling pengertian atar sukubagsa dan kerjasama yang erat diantara unsur-unsur sosial yang berbeda.
11.    Sosiologi sebagai interaksi sosial yang merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang didalamnya menyangkut hubungan antara individu, kelompok maupun individu dengan kelompok.
12.    Sosiologi dalam masyarakat bermanfaat sebagai ahli riset. Para sosiolog melakukan riset ilmiah untuk mencari data tentang kehidupan sosial suatu masyarakat. Dari hasil penelitian tersebut sosiolog harus menghasilkan kebenaran-kebenaran agar dampak dampak negatif dalam masyarakat bisa dihindari.
13.    Sosiologi sebagai konsultn kebijakan, artinya sosiologi dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan-kebijakan sosial yang mungkin terjadi dalam masyarakat.
14.    Sebagai generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa, sosiologi akan membuat kita lebih tanggap, kritis, dan rasional menghadapi gejala – gejala sosial dalam masyarakat yang semakin kompleks, serta mampu mengambil sikap dan tindakan yang tepat dan akurat terhadap situasi sosial yang dihadapi sehari-hari.




DAFTAR PUSTAKA

Ary H. Gunawan. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2000
Pius A Partanto dan  M. Dahlan Al Barry. Kamus Ilmiah Populer.Surabaya: Arkola, 2000
http://pristality.wordpress.com/2011/01/07/sosiologi-bagi-masyarakat/ diakses tgl 11-04-2013
http://www.ilmusocial.com/2015/03/sosiologi-dalam-kehidupan-sehari-hari.html


No comments:

Post a Comment