BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Menurut Neraca Panas pada motor bakar akan
menghasilkan kira-kira 25% digunakan sebagai tenaga penggerak dan 45% hilang
terbakaa gas buang dan hilang akibat gesekangesekan sedangkan sisanya kira
kira 30% diserap oleh bagian bagian mesin itu sendiri. Jadi sistim
pendingin yg dimaksud untuk menghindari panas yg berlebihan (over heating) dapat pula
mengakibatkan mesin retak. Berdasarkan neraca panas di atas maka fungsi pendinginan
menjadi penting, karena panas yang akan terserap oleh sistem pendinginan
dapat mencapai 32 persen.
Sistem suspensi terletak diantara body kendaraan dan
roda-roda, dan dirancang untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan sehingga
menambah kenikmatan dan stabilitas berkendaraan serta memperbaiki kemampuan
cengkram roda terhadap jalan. Suspensi terdiri dari pegas, shock absorber,
stabilizer dan sebagainya. Pada umumnya suspensi dapat digolongkan menjadi
suspensi tipe rigid (rigid axle suspension) dan tipe bebas (independent
suspension). Suspensi menghubungkan body kendaraan dengan roda-roda dan
berfungsi sebagai berikut :
1. Menyerap
getaran, kejutan dari permukaan jalan, sehingga menambah kenyamanan bagi
penumpangnya..
2. Memindahkan
gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan antara jalan dengan
roda-roda.
3. Menopang
body pada axle dan memelihara letak geometris antara body dan roda-roda.
BAB II
PEMBAHASAN
A. SISTEM PENDINGINAN UDARA
Sistem pendinginan adalah suatu sistem yang
berfungsi untuk menjagamesin supaya temperatur mesin dalam kondisi yang ideal.
Sistem pendinginan perlu dan penting dilakukan. Berdasarkan neraca panas
pada mesin maka fungsi pendinginan pada motor menjadi penting karena panas
yang akan terserap olehsistem pendinginan dapat mencapai 32 %.Bila mesin tidak
didinginkan akan terjadi pemanasan yang lebih(overheating) dan akan
mengakibatkan gangguan-gangguan
Pada
sistem ini panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam
silinder sebagian dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang
dipasang di luar silinder dan ruang bakar tersebut. Panas tersebut selanjutnya
diserap oleh udara luar yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding
temperatur sirip pendingin. Untuk daerah mesin yang temperaturnya tinggi yaitu
di sekitar ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dibanding di
daerah sekitar silinder.
Udara
yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau
udaranya harus mengalir agar temperatur di sekitar sirip tetap rendah sehingga
penyerapan panas tetap berlangsung secara sempurna. Aliran uadara ini
kecepatannya harus sebanding dengan kecepatan putar mesin agar temperatur
ideal mesin dapat tercapai sehingga pendinginan dapat berlangsung dengan
sempurna.
Untuk
menciptakan aliran udara, ada dua cara yang dapat ditempuh yaitu menggerakkan
udara atau siripnya. Apabila sirip pendinginnya yang digerakkan berarti
mesinnya harus bergerak seperti mesin yang dipakai pada sepeda motor. Untuk
mesin-mesin stasioner dan mesin-mesin yang penempatannya sedemikian rupa
sehingga sulit untuk mendapatkan aliran udara, maka diperlukan blower yang
fungsinya untuk menghembuskan udara. Penempatan blower yang digerakkan oleh
poros engkol memungkinkan aliran udara yang sebanding dengan putaran mesin
sehingga proses pendinginan dapat berlangsung sempurna.
B. SISTEM SUSVENSI
1. Pengertian
Suspensi
Suspensi
adalah salah satu bagian chasis yang berfungsi untuk memberikan kenyamanan bagi
pengendara atau penumpang. Sistem suspensi terletak antara body kendaraan dan
roda roda, dirancang untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan yang
bergelombang sehingga menambah kenyamanan berkendara dan memperbaiki kemampuan
cengkeraman roda terhadap jalan. Suspensi terdiri atas pegas, shock absorber
(peredam kejut, stabilizer dan sebagainya).
2. Perawatan
dan Perbaikan serta Troble Shooting Suspensi
Sering
permasalah pada steering, suspensi, roda dan ban saling terkait dengan beberapa
sistem, untuk mengetahuinya perhatikan hal-hal berikut ini pada saat melakukan
diagnosa masalah. Dan untuk menghindari kesalahan pada saat diagnosa dari
gejala yang ada, lakukan tes jalan. Lakukan pemeriksaan penting berikut ini dan
perbaiki masalah yang ditemukan.
1. Periksa tekanan dan keausan
ban.
2. Naikkan kendaraan ke atas
lift dan periksa suspensi (depan dan belakang) dan sistim steering dari
kemungkinan kendur atau komponennya rusak.
3. Putar roda depan.
Periksa round-out ban, velg, bearing roda kendur dan tidak tepat.
1.
Saat diparkir di tempat datar, mobil terlihat tidak rata/miring.
Kemungkinan
Penyebab
1. Kondisi roda atau beban
tidak sama.
2. Salah satu pegas suspensi
lemah/patah.
Pemeriksaan
dan Perbaikan
·
Jika
kondisi roda atau beban sudah sama, kemiringan pasti disebabkan hal lain.
·
Periksa
kondisi pegas masing -masing roda. Periksa juga tumpuan-tumpuan pegas.
Pemeriksaan ketinggian kendaraan dapat dilakukan dengan alat ukur pada lampu
utama kendaraan ke tanah/landasan.
2.
Kendaraan memantul berlebihan meskipun hanya melewati jalan yang sedikit tidak
rata.
Kemungkinan
Penyebab
1. Tekanan ban terlalu tinggi.
2. Peredam kejut (shock
absorber) lemah atau rusak.
Pemeriksaan
dan Perbaikan
·
Bila
pada saat kendaraan tidak terlalu banyak membawa beban, sedangkan tekanan ban
terlalu tinggi dapat menimbulkan pantulan, sehingga terasa kurang nyaman.
Sesuaikan tekanan ban sesuai persyaratannya.
·
Parkir
di tempat yang rata, periksa kondisi peredam kejut dengan menekan kendaraan
pada salah satu ujungnya. Jika kendaraan hanya memantul sekali atau dua kali
berarti peredam kejut (shock absorber) masih baik. Tetapi, jika pantulan lebih
lama, periksa kondisi peredam kejut, barangkali terdapat kebocoran atau
kerusakan. Peredam kejut juga dapat diperiksa dengan memegangnya segera sesudah
kendaraan berhenti. Jika terasa panas, berarti peredam kejut masih baik.
Sebaliknya jika terasa dingin, berarti sudah rusak.
"Ban"
3.
Ban cepat kempes meskipun tekanan sudah sesuai dengan persyaratan.
Kemungkinan
Penyebab
·
Kerusakan
pentil.
·
Terdapat
benda yang menusuk bagian luar, di antara telapak ban.
Pemeriksaan
dan Perbaikan
·
Pentil
yang terdapat di ban dalam merupakan katup searah. Kerusakan atau kesalahan
dalam pemasangan pentil dapat menyebabkan udara di dalam ban dalam mudah keluar
pada saat kendaraan dibebani. Periksa pentil dengan membuka tutupnya. Oleskan
air sabun atau ludah pada lubang pentil. Jika timbul gelembung udara,
menandakan adanya udara yang keluar dari pentil yang berarti terjadi kebocoran.
Kencangkan pentil dengan kuncinya (tutup pentil). Jika masih bergelembung,
pentil sebaiknya diganti.
·
Bila
kondisi pentil sudah baik, tetapi ban tetap cepat kempes, sebaiknya kondisi ban
diperiksa. Barangkali dari perbaikan sebelumnya masih tersisa paku atau benda
runcing lain yang menusuk ban luar.
4.
Sirip iejak ban pada pundak kiri dan kanan, lebih aus dibandingkan bagian
tengah.
Kemungkinan
Penyebab
·
Tekanan
ban kurang.
·
Beban
berlebihan.
Pemeriksaan
dan Perbaikan
·
Tekanan
ban kurang menyebabkan bekas telapak ban di tanah (jalan) tidak rata. Bagian
yang berkontak dengan tanah adalah pundak ban, kiri dan kanan. Akibatnya, jika
kendaraan berjalan, pundak ban cepat aus. Tambah tekanan ban sesuai ketentuan.
·
Beban
berlebihan mempengaruhi umur ban dan kendaraan. Karena beban berlebihan
menyebabkan kerja mesin lebih berat. Cara mengemudi mempengaruhi keausan.
Kecepatan yang tinggi saat membelok, mengerem atau mempercepat kendaraan secara
tiba-tiba, dapat mempercepat keausan ban.
5.
Salah satu pundak ban lebih cepat aus.
Kemungkinan
Penyebab
·
Tie
rod (batang pengikat) bengkok.
·
Kelurusan
ban kurang tepat.
Pemeriksaan
dan Perbaikan
Periksa
tie rod, rusak atau tidak. Jika batang kemudi balk, periksa kelurusan ban
(front wheel alignment). Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan
di bengkel.
"Rem"
6.
Pijakan rem terasa dalam dan harus dipompa agar bekerja lebih balk.
Kemungkinan
Penyebab
·
Minyak
rem kurang.
·
Kebocoran
pada bagian sistem rem.
·
Jarak
bebas bidang gesek rem terlalu besar.
Pemeriksaan
dan Perbaikan
·
Periksa
minyak rem dengan melihat permukaannya pada reservoir. Tinggi permukaan minyak
rem harus di antara tanda-tanda batas yang ada. Gunakan minyak rem yang sesuai.
Hati-hati terhadap ceceran atau tumpahan minyak rem, karena dapat merusak cat
kendaraan.
·
Lihat
bagian-bagian yang perlu diperiksa, barangkali ada kebocoran. Kebocoran dapat
disebabkan lubang pipa atau selang dan sambungan antara pipa dan selang yang
kendor.
Pemeriksaan
pada sistem rem:
·
Periksa
tutup silinder rem pada roda dengan membuka roda, ada tetesan minyak rem atau
tidak. Periksa baut pembuang, jika longgar, kencangkan.
·
Jika
kap mesin dibuka akan terlihat reservoir dan silinder utama. Periksa
karet-karet penutup atau sambungan pipa . Kebocoran dapat dirasakan di ruang
kemudi dengan terciumnya bau minyak rem yang khas dan menyengat. Pada karet
penutup silinder utama yang dapat dilihat dari ruang kemudi. Periksa, terdapat
kebocoran melalui karet pelindung atau tidak.
·
Karena
digunakan, bidang gesek rem aus. Akibatnya, jarak bidang rem besar. Hal itu
menyebabkan jarak antara pedal rem dan lantai (saat diinjak penuh) semakin
sempit/ kecil. Jarak sempit ini juga disebabkan penyetelan yang kurang tepat
pada bidang gesek/sepatu rem. Pada jarak lantai kendaraan dengan pedal rem saat
diinjak penuh. Jarak yang sempit mengakibatkan daya pengereman kurang baik,
untuk sementara dapat diatasi dengan memompa pedal rem (menginjak
berulang-ulang). Karena dengan memompa, jumlah minyak rem dalam silinder rem
pada roda bertambah banyak dan tekanan menjadi besar. Maka sepatu rem akan
memberikan efek pengereman yang lebih kuat.
7.
Pijakan rem terasa kenyal/keras dan daya pengereman kurang baik.
Kemungkinan
penyebab
·
Ada
udara dalam saluran minyak rem.
·
Penyumbatan
uap (vapor lock).
·
Gangguan
pada bagian sistem pengererrian.
Pemeriksaan
dan Perbaikan
·
Dalam
keadaan normal, jika pedal rem diinjak beberapa kali, jarak antara pedal dan
lantai bertambah besar karena pertambahan tekanan dalam silinder. Tetapi, hal
itu tidak terjadi jika ada udara dalam saluran minyak rem. Injakan pedal rem
malah tetap, terasa seperti menginjak balon. Keluarkan udara melalui baut
pembuang udara yang terdapat pada silinder rem pada roda.
·
Jika
pengereman terlalu sering dilakukan menyebabkan silinder dan minyak rem di
dalamnya panas. Minyak rem yang panas, terutama jika kualitas minyak rem buruk,
akan menguap. Gelembung uap yang terjadi untuk sementara terperangkap dalam
saluran. Hal ini akan memberikan efek yang sama jika ada udara dalam saluran.
Gejala akibat ini disebut vapor lock. Jika ini, terjadi, siram, silinder rem
pada roda dengan air atau menutupinya dengan lap basah agar dingin. Pada
kondisi jalan yang panjang dan menurun seringkali dilakukan pengereman. Kadang-kadang
efek pengereman berkurang karena sepatu rem panas. Untuk mendapatkan kembali
efektifitas pengereman, dinginkan rem dengan menyiramkan air pada rem.
·
Gangguan
atau kerusakan seperti silinder bocor, pipa minyak rem usang, atau baut-baut
pemegang silinder longgar membuat langkah pedal rem dalam. Periksa
bagian-bagian sistem pengereman barangkali ada kerusakan terutama untuk
kerusakan yang dapat dilihat. Periksa pipa-pipa dan selang-selang.Jika ada baut
longgar, kencangkan. Jika dalam perjalanan rem dirasakan tidak bekerja dengan
baik coba tekan pedal rem berulang-ulang. Periksa secara teratur sistem rem,
karena sistem rem yang rusak/ terganggu sangat membahayakan.
8.
Panjang langkah pedal rem normal, tetapi daya pengereman tidak baik.
Kemungkinan
Penyebab
·
Terdapat
air, oli atau minyak pada sepatu rem.
·
Mekanisme
sepatu rem terganggu.
Pemeriksaan
dan Perbaikan
·
Daya
pengereman dapat terganggu jika dalam kendaraan melewati genangan air yang
tinggi, hingga membasahi bidang gesek rem/sepatu rem. Lakukan pengereman
berulang-ulang sambil tetap bergerak perlahan agar sepatu rem panas dan air
menguap/terbuang. Jika sekat pelumas oli dalam roda gigi differensial bocor,
oli mengalir ke sistem rem. Buka selubung rem agar terlihat jika ada oli yang
membasahi sepatu rem.
·
Mekanisme
penggerak sepatu rem usang atau lama tidak diservis (berkarat) dapat
menimbulkan kemamacetan sistem ini. Pemasangan sepatu rem yang tidak benar juga
dapat mengganggu sistem penggerak sepatu rem. Periksa dan bersihkan bagian ini,
lumasi jika berkarat.
9.
Pada saat dilakukan pengereman mendadak, kendaraan cenderung terbnting ke arah
kiri tau kanan.
Kemungkinan
penyebab
·
Salah
satu sistem rem terganggu.
·
Kondisi
roda tidak sama.
Pemeriksaan
dan Perbaikan
·
Daya
pengereman tidak seragam mengakibatkan kendaraan terbanting ke satu arah. Pada
keadaan yang baik, roda mengalami daya pengereman yang sama pada saat yang
bersamaan pula. Bawa kendaraan ke bengkel.
·
Kondisi
telapak ban atau tekanan yang berbeda antara ban satu dengan lainnya juga akan
mempengaruhi efek pengereman. Periksa kondisi ban kendaraan agar didapat
pengereman yang baik. Bagaimanapun kecilnya perbedaan efektifitas pengereman,
berpotensi sebagai penyebab kecelakaan. Sebaiknya sistem rem diperbaiki segera,
jika ditemukan adanya gangguan.
10.
Pada saat pedal gas dilepaskan kecepatan kendaraan berkurang dengan cepat dan
berhenti tiba -tiba.
Kemungkinan
Penyebab
·
Gangguan
pada sistem rem parkir/tangan.
·
Gangguan
pada sistem rem.
Pemeriksaan
dan Perbaikan
·
Jika
timbul masalah seperti di atas, pertama periksa rem parkir. Berikut gangguan
yang sering timbul pada sistem rem parkir :
1. Penyetelan rem parkir
kurang tepat.
2. Kabel-kabel penarik rem
parkir sudah jelek/kendor.
3. Sambungan batang-batang
penarik rem parkir sudah aus atau kendor.
·
Gangguan
sistem rem saat mengemudi bisa dideteksi dari rasa panas berlebihan, kadang
disertai ceceran minyak rem pada selubung/tromol atau piringan rem/disk brake .
Jika sejak awal pijakan sudah terasa berat, berarti jarak bebasnya tidak ada.
Keadaan ini menunjukkan antara batang penekan (bersatu dengan bagian pedal rem)
dan silinder utama tidak ada jarak bebas. oleh karena itu, batang penekan
selalu dalam keadaan menekan plunger silinder utama seperti pada saat
pengereman. Jadi meskipun pedal rem sudah bebas, karena plunger silinder utama
tidak dapat bergerak balik dengan sempurna, maka tekanan minyak dalam
saluran-saluran tidak berkurang seluruhnya.
11.
Setiap rem dioperasikan, terdengar bunyi putaran bergesekan dari bagian roda.
Kemungkinan
Penyebab
·
Gangguan
pada bidang gesek rem.
·
Kontak
yang tidak tepat antar bidang gesek rem.
Pemeriksaan
dan Perbaikan
·
Sepatu
rem yang sudah aus sebaiknya diganti. Sebab, paku keling sepatu rem yang aus
akan menonjol dan bergesekan dengan tromol/selubung rem. Kadang terjadi
pengerasan pada sepatu rem sehingga halus dan mengkilat, sedangkan ketebalannya
masih baik. Ampelas permukaan sepatu rem untuk memperoleh permukaan baru.
·
Pemasangan
sepatu rem dan tromol yang tidak tepat dapat menimbulkan bunyi pada saat
pengereman. Baw
BEBERAPA DIANGNOSA TROBLE SHOOTING SUSPENSI
DAN CARA MENGATASINYA.
Kendaraan
Menarik ke Satu Sisi (lead)
·
diagnosa : Ban tidak sama ukurannya
o
solusi : Ganti ban.
·
diagnosa : Tekanan ban tidak sama
o
solusi : Setel tekanan ban.
·
diagnosa : Spring patah atau mati.
o
solusi : Ganti spring.
·
diagnosa : Gaya lateral ban radial.
o
solusi : Ganti ban.
·
diagnosa : Front end alignment tidak tepat.
o
solusi : Periksa front end alignment.
·
diagnosa : Axle alignment belakang tidak tepat.
o
solusi : Periksa axle belakang.
·
diagnosa: Rem macet di satu roda.
o
solusi : Perbaiki brake depan
·
diagnosa : Komponen suspensi depan atau
belakang kendur, bengkok atau rusak.
o
solusi : Kencangkan atau ganti komponen
suspensi
Keausan
Ban Berlebihan atau Tidak Normal
·
diagnosa : Spring goyang atau patah.
o
solusi : Ganti spring.
·
diagnosa : Ban tidak balance.
o
solusi : Setel balance atau ganti ban.
·
diagnosa : Front end alignment tidak tepat.
o
solusi : Periksa front end alignment
·
diagnosa : Shock absorber rusak .
o
solusi : Ganti shock absorber.
·
diagnosa : Setir keras
o
solusi : Ganti ban.
·
diagnosa : Kendaraan terlalu berat.
o
solusi: Ganti ban.
·
diagnosa : Ban tidak dirotasi
o
solusi : Ganti atau rotasi ban.
·
diagnosa : Bearing roda aus atau kendur.
o
solusi: Ganti bearing roda.
·
diagnosa : Roda atau ban goyang.
o
solusi : Ganti roda atau ban.
·
diagnosa : Tekanan ban tidak sama
o
solusi : Setel tekanan.
Putaran
Roda Tidak Stabil
·
diagnosa : Ban benjol atau bengkak
o
solusi : ganti ban
·
diagnosa : Gerak shock absorber tidak sesuai.
o
solusi : ganti shock absorber
Setir
Semi dan Bergetar
·
diagnosa : Ban atau roda tidak balance.
o
solusi : Balance roda atau ganti ban dan/ atau
roda.
·
diagnosa : Bearing roda kendur.
o
solusi : Ganti bearing roda.
·
diagnosa : Tie rod end aus.
o
solusi : Ganti tie rod end.
·
diagnosa : Lower ball joints aus.
o
solusi : Ganti suspensi control arm depan.
·
diagnosa : Run out roda terlalu besar.
o
solusi : Perbaiki atau ganti roda atau ban.
·
diagnosa : Ban benjol atau bengkak.
o
solusi : ganti ban
·
diagnosa : Run out roda terlalu besar.
o
solusi : Ganti ban atau roda.
·
diagnosa : Front end alignment tidak tepat.
o
solusi : Periksa front end alignment.
·
diagnosa : Tie-rod end kendur atau aus
o
solusi : Kencangkan atau ganti tie-rod end.
·
diagnosa : Baut steering gear case kendur.
o
solusi : Kencangkan baut case.
Kondisi
: Setir Keras
·
diagnosa : Tie rod end ball studs atau lower
ball joint lengket
o
solusi : Ganti tie rod end atau suspensi
control arm depan.
·
diagnosa : Front end alignment tidak tepat.
o
solusi : Periksa front end alignment.
·
diagnosa : Rack and pinion tidak pas. (jika
dilengkapi dengan manual steering gear case)
o
solusi : Periksa dan setel steering gear box.
·
diagnosa : Tekanan ban tidak sama
o
solusi : Sesuaikan tekanan ban.
·
diagnosa : Steering column lengket.
o
solusi : Perbaiki atau ganti.
·
diagnosa : Kurang minyak, drive belt kendur atau
power steering system rusak.(jika dilengkapi P/S)
o
solusi : Periksa dan perbaiki.
Kondisi
: Play setir terlalu besar
·
diagnosa : Bearing roda aus.
o
solusi : Ganti bearing roda.
·
diagnosa : Baut steering gear case kendur.
o
solusi : Kencangkan.
·
diagnosa : Rack and pinion tidak pas. (jika
dilengkapi dengan manual steering gear case)
o
solusi: Periksa dan setel momen rack and pinion
·
diagnosa : Steering shaft joints aus.
o
solusi : Ganti joint.
·
diagnosa : Tie rod end atau tie rod inside ball
joints aus.
o
solusi : Ganti tie rod end atau steering gear
case.
·
diagnosa : Lower ball joint aus.
o
solusi : Ganti suspensi control arm
depan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistem pendinginan adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menjagamesin
supaya temperatur mesin dalam kondisi yang ideal.
Pada sistem ini panas yang
dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara di dalam silinder sebagian
dirambatkan keluar melalui sirip-sirip pendingin yang dipasang di luar silinder
dan ruang bakar tersebut. Panas tersebut selanjutnya diserap oleh udara luar
yang temperaturnya jauh lebih rendah dibanding temperatur sirip pendingin.
Terdapat banyak sekali
spare part yang melekat pada sebuah kendaraan, salah satu di antaranya adala Suspensi.
Walaupun sistem serta bentuk yang dimiliki beragam, terdapat tujuan utama dari
sebuah suspensi, yakni memberikan kenyamanan bagi si pengendara. Sebab itu
perusahaan mobil hendak melakukan berbagai percobaan dan penelitian agar
suspensi mobil hasil produksinya bisat memberikan kenyamanan maksimal.
Tapi disayangkan, setiap
individu memiliki penilaian yang berbeda-beda. Terkadang belum tentu nyaman
bagi si konsumen (yang juga menjadi pengendara mobil tersebut) walaupun pihak
produsen sudah merasa nyaman. Akhirnya, Jika pengendara ingin tetap merasakan
kenyamanan, Terpaksa ia harus menyetel ulang atau mungkin memodifikasi kembali
suspensi mobil tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
danialmandala.blogspot.com/2013/12/pengertian-fungsi-komponen-cara-kerja_15.html
http://otomotif-winanpati.blogspot.com/2011/12/pemeliharaan-perbaikan-servis-transmisi.html
No comments:
Post a Comment